Kehidupan Kostku - Part 3 (Ketemu Online)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah satu semester aku tinggal di kost, dan aku belum kenal satu tetanggapun. Aku hanya kenal Ibu dan Bapa Kostku, itupun nggak terlalu kenal. Aku sering melihat atau berpapasan dengan tetanggaku beberapa kali. Dan itu hanya berujung lihat-lihatan tanpa komunikasi, karena seringkali kita bertemu dalam posisi harus cepat ke kampus karena kuliah pagi.
Kadang sedih, ngerasa sendiri di kost. Tapi aku punya sisi dimana aku sulit untuk kenalan dengan orang baru tanpa suatu paksaan atau takdir, ya bisa dibilang introvert dengan sedikit anti sosial. Dalam setiap doaku, aku selalu berdoa "Ya Tuhan, perkenalkanlah aku dengan tetangga kostanku". Doa itu aku panjatkan setiap aku ibadah sejak aku mulai ngekost.
And then, a week before UAS semester 3. Pas aku lagi buru-buru ke kampus karena telat kuliah, nggak sengaja aku nabrak orang di tangga. Dia bilang "Maaf-maaf" terus langsung pergi ke atas, mugkin karena buru-buru. Dan bodohnya aku malah bengong di tangga sampai dia pergi, nggak bilang maaf atau apapun. Terus otak aku conect "Oh itu akang (kakak) yang di kamar sebelah aku, cuma kepisah tangga". Karena dia udah pergi, ya udah aku juga pergi langsung karena kuliah di mulai 10 menit lagi.
2 bulan berlalu, aku nggak pernah berpapasan dengan tetangga lagi. Dan akhir-akhir ini aku lagi menggunakan suatu "Chating Apps" , bisa dibilang ini applikasi buat orang-orang kesepian atau cari teman. Walau ya, aku nggak se-ngenes itu. Kadang applikasi ini juga nge-match kita dengan orang random, regardless it gender, sex, and race.
Lalu suatu malam, ada chat masuk. Di liat dari jaraknya dekat sekali, kurang dari 10 meter. Dia bilang “Dimana ? Kok deket banget, anak UPI ?” , terus aku jawab “Ya, aku di Geger Kalong Girang”, lalu dia membalas “Kost disana ? Saya ngekost di kost yang warna hijau”. Sesudah itu kami lanjut bercakap-cakap dan tukeran kontak Whatsapp.
Di Whatsapp kami mengobrol banyak dan janjian untuk meetup untuk ngobrol-ngobrol malam ini sekitar jam 9 malam karena dia ada kerja kelompok sebelumnya. Sembari nunggu dia, aku keluar nyari makan dan sempet liat bahwa kost berwarna hijau adalah gedung kost disebelahku.
Sekitar jam 9 malam aku sudah di kamar dan mendengar Ibu kost menyapa seseorang di Lantai 1, “Baru pulang ? Malam sekali” , “Ya Bu, baru pulang kerja kelompok” sahut seorang lelaki yang lalu dia naik keatas dan membuka suatu pintu kamar.  Beberapa saat kemudian ada chat masuk dari dia di whatsapps, “Jadi ngobrol-ngobrol ? saya sudah pulang” , “Wait, kost kamu berapa lantai ? soalnya tetangga aku juga baru balik” tanyaku, lalu dia menjawab “4 lantai”, “Kamu tinggal di lantai ?” tanyaku lagi, “Saya di lantai 2, kamar nomor 3 dekat tangga” jawabnya.
Aku sempet mikir, kost 4 lantai dengan kamar no. 3 deket tangga, cocok sekali dengan deskripsi kost aku. Aku lalu menjawab chat dia lagi “Jangan-jangan kita sekost” . Setelah mengirim chat tersebut aku lalu keluar dan mengunci kamar kostku lalu pergi ke kamar no.3 untuk memotret pintunya yang kemudian aku kirimkan ke dia. “Bangunan dan kamar yang ini bukan ?” tanyaku. “Wah sekost hahaha” jawabnya, lalu aku membalas “Pantes deket banget”. Memang dekat sekali kamarnya, hanya sekitar 1 meter dari kamarku.
Kemudian, aku mengetok pintu kamarnya, lalu kita mengobrol-ngobrol di kamar kostnya. Kita nggak pergi ngobrol di luar karena percuma, kita tinggal satu atap dan udah terlalu malas untuk pergi keluar. Aku ngobrol sama dia cukup lama sampai tengah malam. Dari obrolan kita aku baru tahu bahwa dia adalah mahasiswa S3 di UPI, dan lagi mengerjakan tesis. Oh ya nama dia Boy, dia berasal dari Palu, Sulawesi.
Akhirnya aku ada orang yang aku kenal di kost tetapi walau kenal kita nggak terlalu dekat karena sama-sama sibuk dan jarang di kost. Aku sesekali main ke kamarnya atau sebaliknya untuk ngobrol-ngobrol atau menghabiskan waktu bersama seperti mengerjakan tugas (yang tentu saja tugas kita sangat berbeda).

Dan beberapa minggu setelah aku kenal dengan Boy. Aku ngelihat akang yang dikamar no. 1 lagi packing dan pindahan, sepertinya dia pindah ke kamar no.7 (kamar ini dulunya kosong). Sehingga kamar no.1 jadi kosong. Dan aku nggak pernah melihat lagi penghuni dari kamar no.2 . Untuk akang di kamar B & D aku beberapa kali berpapasan tetapi tetap tidak ada interaksi, mungkin dilain waktu kita bisa berkenalan. Aku juga berpasasan dengan beberapa tetangga misterius yang lain, aku pikir aku perlu bersosialiasasi lebih banyak.

Kehidupan Kostku – Part 2 (Tetangga yang Individualis)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah beberapa bulan aku tinggal kost, pertanyaan yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan tetangga ? Apakah kamu bersosialiasi dengan mereka ?” Jawabannya bisa ya, bisa tidak.
Kostanku termasuk kostan homogen, dimana seluruh penghuninya (kecuali landlord) adalah laki-laki. Kostanku terdiri dari 4 lantai, ada 8 kamar bernomor dan 4 kamar tanpa nomor (yang biasanya aku sebut kamar A-D). Lantai 1 adalah kediaman landlord atau pemilik kost, lantai 2 terdiri dari 7 kamar, lantai 3 terdiri dari 3 kamar, dan lantai 4 terdiri dari 2 kamar. Setiap lantai memiliki 1 kamar mandi, dan beberapa kamar memiliki kamar mandi di dalam.
Lantai 1 merupakan lantai dimana landlord tinggal. Sebenarnya di lantai ini ada 2 kamar, namun diisi oleh kerabat dari landlord.
Lantai 2 terdiri dari kamar nomor 1-3 dan kamar A-D. Aku tinggal di lantai ini, dan aku tahu semua penghuni di lantai ini (tahu, bukan kenal). Lantai 2 juga merupakan lantai paling berisik selain lantai 1. Tentu saja semua yang tinggal di lantai atas, mau nggak mau harus melewati lantai ini. Lantai ini juga mempunyai jalur ke jemuran outdoor. Jemuran terletak di atas kamar A-D.
Lantai 3 terdiri dari 3 kamar, kamar nomor 4-6. Lantai ini merupakan lantai paling sepi, dan aku belum pernah sama sekali melihat penghuni dari kamar-kamar di lantai ini.
Lantai 4 terdiri dari 2 kamar, kamar nomor 7-8 . Di lantai ini ada jemuran indoor mini, dan juga satu kasur outdoor yang aku nggak tau kegunaannya apa. Aku pernah beberapa kali berpapasan dan bertemu dengan penghuni kamar lantai ini.
Suasana Lorong Kamar A-D
Semua penghuni di kostan ini adalah tipe orang yang individualis (termasuk aku), kami tidak saling kenal, mungkin beberapa ada yang saling kenal, tetapi tidak ada yang kenal dengan semua penghuni kecuali landlord. Jika ada di dalam kamar, kami semua menutup pintu, kecuali jika ada tamu atau teman berkunjung makan pintu kamar akan dibuka sedikit. Hal inilah yang mungkin jadi salah satu alasan kenapa kami tidak saling mengenal.
Sebenarnya aku mau banget kenal sama mereka, tetapi tidak ada usaha dari kedua belah pihak. Aku tipe orang Introvert dan sedikit anti sosial, aku sangat susah untuk memulai hubungan atau percakapan duluan. Dan aku sering merasa kurang nyaman dengan orang asing.
Mungkin kalian berpikir kenapa nggak dicoba ? Aku udah coba tetapi itu merupakan salah satu hal paling sulit untuk dilakukan. Dan beberapa dari mereka kebannyakan saat aku pergi ke kampus, mereka belum bangun. Saat aku mau tidur mereka baru pulang. Jadi, schedulle juga jadi problem aku buat kenalan. Aku beberapa kali berpapasan dengan salah satu dari mereka, tetapi kami hanya lewat tanpa melakukan interaksi apapun.
Dibawah ini aku melampirkan beberapa ciri-ciri tetanggaku, masih merupakan hipotesis karena aku belum mengenal mereka :

~Penghuni Kamar Nomor 1~
Dia mungkin maru, tingginya sekitar 170 cm dan berkumis tipis. Pemain Mobile Legend , kadang suka berisik kalau main Mobile Legend. Punya teman dekat yang tinggal di lantai atas. Punya kipas angin dan suka berpakaian pendek (apa dia nggak kedinginan ?). Orang yang paling sering ‘Open Door’ dibanding penghuni lain di lantai 2.
~Penghuni Kamar Nomor 2~
Merupakan orang asing atau Foreign berkulit hitam, badannya tinggi besar. Aku tidak tau dia berasal dari negara mana, tetapi dia lumayan fasih berbicara Bahasa Indonesia, mungkin dia mahasiswa asing. Dia seorang muslim, karena aku pernah berpapasan dengan dia di masjid. Terkadang malam-malam dia menelepon sesorang dengan bahasa asing yang aku tak mengerti.
~Penghuni Kamar Nomor 3~
Namanya Boy, anak S3 UPI, mungkin dia orang yang literary aku kenal di kost, selain landlord. Di berasal dari Palu, Sulawesi. Kelahiran tahun 1995 , cukup muda untuk seorang mahasiswa S3. Tingginya sekitar 175 cm dan lumayan kurus. Uniknya aku kenal dia secara online, bukan dari real life.

~Penghuni Kamar A~
It is my room, what do you want to know about me ?
~Penghuni Kamar B~
Penghuni kamar di depan kamar aku. Kalau nggak salah namanya Ardi (Aku dengar waktu dia ngobrol). Orang Jawa, bisa aku dengar dari logat dan cara bicaranya. Tingginya sekitar 170 cm dan memakai kacamata. Dia pandai bermain gitar. Dia kadang suka keluar malam, diatas jam 9 malam, kadang sendiri atau sama temannya di jemput. Dia juga punya motor. Walau jarak kamar kita mungkin hanya sekitar 60 cm, kita belum pernah berkomunikasi sama sekali.
~Penghuni Kamar C~
Penghuni kamar ini adalah Pa Boriel, bapa kostku, kadang kepokannya juga suka berada di kamar ini.
~Penghuni Kamar D~
Penguni kamar ini namanya “…Nang…” , aku nggak tau nama lengkapnya, namun, temannya suka memanggil dia dengan panggilan “Nang” Tingginya sekitar 170 cm dan dia anak UPI, karena aku pernah dengar dia ngobrol tentang BAQI (UKM membaca quran di UPI). Dan dia juga anak theater.

~Tetangga Misterius 1~
Tetangga misterius pertama adalah teman dekat dari penghuni kamar nomor 1, kemungkinan dia tinggal di kamar nomor 8 (lantai 4).
~Tetangga Misterius 2~
Tetangga misterius yang kedua pernah aku temui saat dia sedang pindahan, dan dia membawa TV. Tetapi kita tidak sempat berkomunikasi karena saat itu aku sedang buru-buru mau pelatihan pemandu MOKAKU. Kemungkinan dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 3~
Tetangga misterius yang ketiga tidak pernah aku liat wujudnya. Satu hal yang aku tau dia anak PSM UPI (Paduan Suara Mahasiswa UPI), karena aku pernah dengar percakapan dia dari dalam kamarku tentang dia baru pulang latihan PSM, dan temannya di PSM mempunyai pacar di kostanku.Kemungkinan dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 4~
            Tetangga misterius keempat merupakan pacar dari temannya tetangga misterius 3. Dia kemungkinan besar tinggal di lantai 2, tapi bisa saja dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 5~
            Tetangga misterius kelima namanya Agung. Aku belum pernah liat wujudnya, tetapi pernah dipanggil Ibu Kost saat menagih uang listrik. Dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 6~
            Tetangga misterius kelima namanya Ran. Aku nggak tau dia siapa, tetapi aku pernah melihat sebuah kerta berisi nama ini di tong sampah. Kemungkinan tinggal di lantai 2.


Itulah tetangga-tetangga kost yang aku ketahui, semoga kedepannya aku bisa kenal dan lebih banyak bersosialisasi dengan mereka. Dan informasi soal tetangga belum tentu 100% benar, karena masih merupakan opini pribadi aku. Tentang tetangga misterius, bisa saja beberapa dari mereka adalah orang yang sama, maksudku seperti tentangga misterius 4, bisa saja dia salah satu dari penghuni kamar 1-3 atau B-D.

Kehidupan Kostku – Part 1 (Hidup Baru di daerah baru)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,

Semester 3 adalah salah satu moment yang merubah hidupku. Di semester ini aku mulai hidup mandiri, aku memutuskan untuk mulai ngekost di semester ini. Aku kuliah di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) , salah satu kampus negeri yang terletak di Bandung Utara, tepatnya di Jalan Setiabudi. Sementara rumahku berada di daerah Turangga, Bandung Timur. Jarak dari rumah ke kampus sekitar 11 kilometer, dan dua semester pertama aku habiskan dengan pulang-pergi yang kira-kira memakan waktu 1 jam, dan sangat melelahkan. Karena itulah aku memutuskan untuk ngekost.
Pas libur panjang aku nyari kost ke daerah Geger Kalong bersama keluarga, nggak butuh waktu lama untuk mencari, karena sewaktu nyari kost, kami dibantu oleh tukang ojek. Aku kost di daerah Geger Kalong Girang, dekat masjid DT (Daarut Tauhiid), sebuah masjid kepunyaan AA Gym.
Suasana Kamar (Belum Unpacking)
Pada tanggal 21 Agustus 2017, adalah hari pertama aku di kost sekaligus kepindahanku. Aku membawa banyak barang untuk survive di kost. Harga kostku sudah sepaket dengan karpet, kasur, dan lemari 3 tingkat, jadi aku tinggal membawa barang-barang yang belum ada. Aku membawa electric lunch box, toaster, setrika, dan 2 box kain serbaguna. Keluargaku tidak menginzinkan aku membawa rice cooker, mereka mengizinkanku membawa yang lain, namun tidak dengan rice cooker. Menurut mereka akan mubazir jika aku masak nasi di kost.
Kamar kostku mempunyai kamar mandi di dalam, jadi aku membawa ember dan gayung. Aku memilih kamar mandi di dalam karena aku tipe orang yang menghabiskan waktu lama di kamar mandi, kadang bisa sampai 1 jam, tergantung apa yang aku lakukan di kamar mandi. And off couse I need more privacy.
Suasana Kamar Mandi
Kamar Kostku tidak terlalu luas, mungkin sekitar 3*3 meter persegi. Ada satu jendela, namun jendela dalam ruangan, yang menghadap ke kamar-kamar lainnya. Karena terletak di Bandung Utara, suhu di sekitar kostku lebih dingin daripada di rumahku, apalagi kalau pagi atau saat hujan. Aku mendekorasi kamar kostku dengan lampu tumblr (lampu natal) dan 5 poster dari girlband favoriteku. Lampu tumblr ini aku jadikan lampu tidurku, kalau dinyalakan akan memberikan efek relaksasi dan romantis, yang nyaman untuk tidur.
Roti menjadi makanan pokokku di kost. Pertama, karena aku tidak punya rice cooker. Kedua, roti lebih praktis dan mudah didapat.  Dan Ketiga, tidak ada dapur di kostanku. Sebenarnya aku bisa saja masak nasi dengan electric lunch box, tetapi aku terlalu malas untuk melakukannya. Selain itu terkadang aku masak mie dengan eletric lunch box. Aku jarang sekali membuat makan di kost, biasanya aku membeli makanan di luar, dan memakannya di kost.
Berkat ngekost aku kenal dengan yang namanya warteg (Warung Tegal). Jujur, dulu aku anti banget sama yang namanya warteg, karena aku jarang makan makanan rumah, dan lebih prefer fast food. Tapi semenjak ngekost, warteg jadi salah satu tempat yang sering aku kunjungi. Dimana lagi tempat bisa makan ayam dan nasi dengan biaya kurang dari 10.000 ? Warteg jawabannya. Kebiasaan pilih-pilih makanan aku juga berkurang, biasanya aku cuma makan dengan makanan tertentu yang aku suka. Tetapi sekarang yang kira-kira enak dan sehat di warteg aku beli.
Pintu Kamar dilihat dari dalam
Dan dengan ngekost aku jadi lebih mandiri. Banyak hal yang biasanya aku malas melakukannya di rumah, tetapi harus dilakukan mau nggak mau di kost karena nggak ada orang  yang akan melakukannya untukku, seperti misalnya cuci piring.
Walau aku ngekost, untungnya rumahku masih satu kota, jadi aku bisa pulang seminggu sekali. Aku pulang untuk mencuci baju, karena jemuran di kost selalu penuh dan mencuci dengan tangan itu perlu banyak tenaga dan waktu. Dan aku pulang karena aku dikasih uang mingguan jika pulang.
Semoga banyak dampak positif dengan aku yang sekarang tinggal (semi) ngekost dan jauh dari keluarga ini.

MYSTICIS (Penampilan Kelas Pendidikan A) at LEAP : UNIVERSUM

0

Posted by Unknown | Posted in ,




Mysticis merupakan nama penampilan  kelas aku di pagelaran ABS (Apreasiasi Bahasa dan Seni), “LEAP : Universum” . Mysticis berasal dari bahasa latin yang artinya mystic / mistik. Mistik adalah hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia yang biasa (KBBI, 2016).
Sesuai namanya, tema penampilan kelas aku adalah “Supranatural / Supernatural”. Tema suprantural itu sangat luas, dan mungkin kalau kalian mendengar kata ini, pasti dipikiran kalian akan muncul kata-kata seperti hantu, telekinesis, sihir, zombie, vampire, werewolf, etc. Aku dan teman-teman aku juga berpikir seperti itu, tetapi kami mempersempit tema dengan mengadaptasi tema hal-hal gaib dan supernatural di Indonesia. Dan kami akan menampilkan drama tari dari kisah-kisah supernatural di Indonesia
Back to the past, tema kami awalnya bukanlah supernatural melainkan “Magical World”. Konsep awal dari penampilan kelas adalah fashion show, jadi kita akan fashion show dengan pakaian-pakaian dari magical world seperti Harry Potter. Tetapi konsep itu harus kami scrap karena kami masih bingung akan pengembangan konsepnya.
Kelas Pendidikan Bahasa Inggris A UPI 2016
Lalu kelas kami berganti tema menjadi “Cartoon World” . Konsepnya kami akan bernyanyi dan menari OST dari kartun-kartun seperti Upin Ipin, Doraemon, Sailor Moon, Crayon Shincan, Chalk Zone, Dhany Phantom, etc. Tapi konsep ini terpaksa kami scrap juga karena belum matang dan dosen kami ingin agar kami menampilan sesuatu yang “berbudaya”.
Akhirnya pilihan kami jatuh kepada tema suprantural. Kami dibagi ke beberapa kelompok, dimana setiap kelompok menampilkan drama tari atau ritual dari kisah/legenda gaib di Indonesia. Setiap kelompok terdiri dari 6 – 9 orang.
Awalnya ada 5 kelompok : Kelompok Nyi Roro Kidul, Kelompok Jalangkung, Kelompok Keraton Merapi, Kelompok Jamu Gendong, Kelompok Kuda Lumping. Tetapi di tengah-tengah ada beberapa kelompok yang harus dirombak. Kelompok Jalangkung merubah konsep menjadi Kelompok Nyi Ronggeng, Kelompok Jamu Gendong merubah konsep menjadi Kelompok Sintren, dan Kelompok Merapi terpecah sehingga hanya menyisakan 4 kelompok. Anggota dari Kelompok Merapi disebar ke 4 kelompok lainnya.
Kami cukup mempunyai nyali untuk mengambil tema dan konsep ini. Beberapa kakak tingkat sudah memperingati kami untuk berhati-hati karena sempat ada kejadian di tahun sebelumnya ada sosok tak kasat mata yang ikut tampil dalam penampilan bertema gaib. Untunglah di penampilan kami tidak ada apa-apa (tbh, I haven’t see the video of our performance until I wrote this).
Setiap penampilan diawali dengan narasi tentang background story dari setiap kisah. Narasi ini dibacakan oleh KM aku, yaitu Farhan. Dan sekarang, aku bakal jelasin penampilan dari setiap kelompok, sesuai urutan penampilan.

1.      The Legend of Nyi Roro Kidul
Choreography by : Regina R. , Irish Puti A. , & Team Roro
Wardrobe by : Leboy Costume
Makeup by : Alifia Sabila Y.
“The Legend of Nyi Roro Kidul” diadaptasi dari kisah Nyi Roro Kidul, penguasa gaib pantai selatan dalam kepercayaan Jawa & Bali.  Bercerita tentang Nyi Roro Kidul & dayang-dayangnya. Kelompok ini terdiri dari Regina, Fikri, Farhan, Ein, Suci, Irish, Maytsa, Ranap, dan Emalisa.
Kelompok Nyi Roro Kidul
Awal penampilan dimulai dengan dayang-dayang Nyi Roro Kidul menari berpasangan dan membentuk formasi. Lalu Nyi Roro Kidul yang diperankan oleh Regina, datang dari arah penonton bersama para pengawal prianya. Kemudian mereka semua menari bersama.
Adegan selanjutnya adalah adegan Nyi Roro Kidul jatuh ke laut. Laut digambarkan oleh kain berwarna biru muda. Dan Nyi Roro Kidul tidak jatuh ke kain itu, melainkan ke pangkuan dayang-dayangnya. Sesudah jatuh, Nyi Roro Kidul kembali bangkit untuk menjadi penguasa laut selatan, lalu semua kembali menari bersama sampai penampilan selesai.

2.      The Curse of Ronggeng Dancer
Choreography by : Rini Setiani & Team Ronggeng
Wardrobe by : Leboy Costume
Makeup by : Prisly Sanihadiati P.
“The Curse of Ronggeng Dancer” diadaptasi dari kisah Nyi Ratna Herang. Nyi Ratna Herang merupakan penari ronggeng dengan kecantikan sempurna, yang terbunuh dan mengeluarkan kutukan “Di daerah ini, tidak akan ada perempuan yang secantik dirinya sampai umur 19 tahun”. Ada beberapa versi cerita, terutama tentang siapa yang membunuh Nyi Ratna Herang. Kalian bisa mencari cerita lengkapnya di google. Kelompok ini terdiri dari Jesika, Aulia, Daisy, Amalia, Khansa, Lidya, dan aku (Ryandi).
Kelompok Nyi Ronggeng
Pertunjukan dimulai dengan empat orang penari perempuan (Lidya, Amalia, Daisy, Khansa) masuk sambil membawa cauldron (Pot dukun / Tempat yang suka dipakai dukun). Cauldron yang berisi kemenyan itu kemudian ditaruh dipinggir dan penari memberi penghormatan kepada cauldron itu lalu mereka mulai menari. Adegan pertama adalah tentang ronggeng perempuan, menceritakan kehebatan wanita yang derajatnya lebih tinggi daripada pria.
Adegan kedua masuklah para pria, yaitu aku (Ryandi), Jesika dan Aulia. Jesika dan Aulia aslinya adalah perempuan, namun mereka beracting menjadi laki-laki disini, karena kita kekurangan laki-laki. Di adegan ini para pria awalnya berpasangan, namun pada akhirnya mereka memperebutkan satu penari ronggeng. Adegan pembunuhan sengaja tidak kami masukan karena masalah property dan waktu. Penampilan diakhiri dengan keluarnya para penari ronggeng wanita diikuti para penari pria.

3.      The Mystery of Kuda Lumping
Choreography by : Annisa N. & Team Lumping
Wardrobe by : Evoy Production
Makeup by : Annisa N. , Ulfah K. , Denti R.
Kelompok Kuda Lumping
“The Mysteri of Kuda Lumping” diadaptasi dari kesenian Kuda Lumping. Kuda lumping merupakan tari traditional dengan properti kuda dari anyaman bambu. Biasanya penari kuda lumping melakukan atraksi seperti keserupan dan makan beling. Tetapi atraksi tersebut tidak ditampilakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kelompok ini terdiri dari Annisa, Ulfah, Denti, Fresa, Leli, Lola, dan Melby.
Pada awal penampilan, Melby melakukan gerakan silat untuk memanggil para penunggang kuda. Lalu setelah itu datanglah ke-enam penari kuda lumping dengan diiringi musik dan suara kuda. Mereka menari berpasang-pasangan.

4.      The Ritual of Sintren
Choreography by : Lala W. & Team Sintren
Wardrobe by : Evoy Production
Makeup by : Ellen C. , Inneke Cika W.
“The Ritual of Sintren” diadaptasi dari kesenian Sintren. Sintren adalah kesenian tari asal Jawa Barat yang dibawakan oleh seorang gadis yang masih suci (belum pubertas). Gadis tersebut akan dimasukan ke dalam kurungan ayam dan diberi mantra oleh sang pawang. Jika berhasil, maka gadis itu akan keluar kandang ayam dengan sudah berdandan cantik dan dalam keadaan kesurupan. Gadis ini akan menari dalam keadaaan kesurupan. Kelompok ini terdiri dari Rizal, Ellen, Karima, Galis, Sarah, Lala, Meutia, Inneke, dan Ginar.
Kelompok Sintren
Awal penampilan sang dukun yaitu Rizal membacakan mantra didepan cauldron yang berisi kemenyan, arang, dan kelopak bunga. Dibelakangnya, pawang yaitu Ellen, Karima, Galis, dan Sarah, menutup sang penari sintren dengan kain hitam. Lalu mereka mengelilingi sang penari sintren sambil menebarkan kelopak bunga.
Ketika persembahan sudah dirasa cukup maka dibukalah kain hitam itu. Dibalik kain itu, sang penari sintren yaitu Lala, Meutia, Inneke, dan Ginar sudah berdandan cantik lengkap dengan topeng sebagai hiasan. Mereka menari sampai kehabisan energi. Jika energi mereka mulai habis, sang dukun akan menabur bunga dan mereka akan siap menari lagi. Disini semuanya hanyalah acting, tidak ada yang benar-benar kesurupan, dan mantra yang dibacakan adalah mantra bohongan.

            Disetiap penampilan ada seseorang yang menjadi benang merah, orang tersebut adalah Hamid yang berasal dari kelas lain. Alur dari semua penampilan kami adalah Hamid seseorang penjelajah dimensi masuk kedalam dimensi gaib dan menemukan sebuah buku. Buku itu kemudian bercerita ke Hamid tentang 4 kisah yang kami tampilkan.
            Di akhir penampilan, Hamid menutup bukunya lalu semua tokoh dari keempat cerita itu datang kepadanya. Salah satu tokoh lalu memberi fragment dimensi kepada Hamid. Fragment ini diperlukan untuk menyatukan keempat kelas dan agar hamid bisa kembali ke dimensinya sendiri. Sesudah Hamid mendapat fragment, kami semua hormat kepada penonton dan pertunjukan Mysticis pun selesai.

Aku menyertakan audio narasi penampilan dalam video dibawah ini, jika kalian mau dengar. Tetapi untuk audio musik penampilan tidak bisa aku lampirkan, karena banyak hal seperti misalnya copyright.


Perjalanan Menjadi Koordinator Seksi Acara di Pentas Seni (PENSI) ABS

0

Posted by Unknown | Posted in ,



M Ryandi Adnan , Koordinator Seksi Acara ABS
Seperti yang kalian tahu dari post aku sebelumnya, aku dianugrahi amanah untuk menjadi koordinator seksi acara di pagelaran ABS (Apresiasi Bahasa dan Seni). Banyak sekali suka, duka, drama, tantangan, dan cobaan dalam menjalani tugas ini.
Awal mulanya aku dipilih jadi koor itu saat rapat angkatan yang pertama. Rapat ini membahas tentang konsep acara dan penentuan PJ kelas dan koordinator seksi. Ada beberapa kandidat untuk menjadi koordinator acara. Dan berdasarkan hasil voting dan musyawarah, akulah yang terpilih. Rasanya dipilih itu senang dan bahagia, terima kasih teman-teman angkatan atas kepercayaannya kepadaku.
Menjadi koordinator seksi acara merupakan tanggung jawab yang besar, karena jika ada sesuatu terjadi pada acara, selain ketua pelaksana yang kena, sudah pasti koor acara juga kena. Koordinator acara juga bertanggung jawab penuh kepada pihak-pihak luar mengenai acara, seperti dosen dan bintang tamu.
Selanjutnya aku diharuskan mencari staff, aku mendapat 8 staff dari 4 kelas dan 2 jurusan. Staff-staff inilah yang memilih seksi acara, bukan aku yang memilih mereka. Well, tapi aku percaya kalau acaralah yang memilih kita untuk menjadi panitia.
Dari Pendidikan A aku dapat staff : Sherin (Ein) & Fresa , dari Pendidikan B aku dapat staff : Vinny & Niah, dari Sastra A aku dapat staff : Icut & Elsa, dan dari Sastra B aku dapat staff : Ghina & Nurul. Beberapa orang sudah sering jadi partner kerja aku, jadi aku sudah tau sifat dan karakter mereka. Sesudah dapat Staff, aku secepatnya mengadakan rapat seksi (rasek) yang pertama.

~Beberapa Bulan Sebelum Acara~
            Pada tanggal 23-25 Oktober 2017, kami mengadakan rasek online untuk mengumpulkan ide-ide mengenai konsep dan tema acara. Pada tanggal 24 Oktober diadakan rapat angkatan yang kedua. Di rapat ini, seksi acara banyak sekali mendapat masukan mengenai konsep dan tema
Seksi Acara ABS
            Rasek pertama acara diadakan 7 November 2017, kurang lebih seminggu setelah rapat angkatan. Di rasek ini kami membahas tentang konsep dan tema acara. Banyak sekali ide masuk, dan setelah rapat selama 3 jam, kita akhirnya sepakat untuk memilih konsep parallel worlds. Setiap kelas diberi kebebasan untuk memilih universe atau duniannya sendiri. Seksi acara telah menyiapkan 17 rekomendasi sub-tema atau dunia/universe yaitu Nusantara, Komik / Superhero, Fairytale, Supernatural, Avatar, Magical World, Distopia, Virtual World, Peradaban, Tech World, Robot world, Dewa Dewi, Walking Dead, Underwater/ Laut, Underworld, Oriental , Flora & Fauna. Selain 17 rekomendasi diatas, setiap kelas bebas membuat duniannya sendiri.
            Tema Parallel Worlds, merupakan tema lanjutan dari acara kami sebelumnya yaitu LEAP 1.0 . Acara LEAP 1.0 adalah acara pentas seni kami, yang masih dalam alur kaderisasi himpunan. Di acara ini kekompakan kami sebagai angkatan dilihat oleh kating. Tema acaranya adalah Time Travel, setiap kelas mendapat zamannya masing-masing. Ada zaman Kerajaan Kuno, Kerajaan Modern, 80an, dan Zaman Modern.
            Tanggal 10 November 2017, seksi acara sudah mendapat tema dari tiap kelas. Pendidikan A memilih tema Supranatural, Pendidikan B memilih tema Nusantara, Sastra A memilih tema Fairytale, Sastra B memilih tema Distopia.
            Rasek kedua diadakan tanggal 20 November 2017, membicarakan waktu penampilan perkelas, yaitu 35 menit perkelas, keinginan kami mengundang divisi kesenian himpunan dan bintang tamu, dan kandidat-kandidat MC. Bintang tamu yang ingin kami undang yaitu Torpedo Band, Tageg Band, DJ, H-UP! dan Bageur Band. Bageur band wajib kami undang karena mereka adalah band dosen Bahasa Inggris UPI.
            Selain itu kami juga membahas nama acara. Nama acara yang kami sepakati adalah LEAP 2.0 atau hanya LEAP saja, tetapi kami butuh tambahan kata atau frasa dibelakangnya. Saran-saran yang masuk ada : To Infinity and Beyond, Parallel, Infinitive World, The Hidden Reality, In between, Universum. Dari hasil voting yang menang adalah Universum, sehingga nama acara ABS ini adalah “LEAP : Universum”.

~Sebulan Sebelum Acara~
            Seksi acara mengadakan rasek ketiga tanggal 4 Desember 2017, tepat sebulan sebelum acara. Pertama kami membahas konsep acara. Konsep acara kami adalah “Si tokoh utama melakukan perjalanan antar dimensi melalui portal berupa pintu dan mencari fragment-fragment di setiap penampilan (dimensi). di akhir setiap fragment tersebut membentuk kata RATHASATTAMA”.
           
L to R : Niah-Elsa-Fresa-Vinny-Nurul-Ein-Ghina-Icut
Kedua kami mebahas MC, rencanannya MC bukan dari angkatan kami, melainkan dari angkatan atas. Dan ketiga, kami sudah mulai melakukan MOU dengan bintang tamu yang akan kami undang. Ada perubahan tentang bintang tamu, DJ diganti dengan Omdor band, karena kami rasa DJ kurang cocok dengan konten acara kami.
            Beberapa hari kemudian, kami menyuruh kelas untuk membuat nama penampilan kelas. Pendidikan A memilih nama “Mysticis” , Pendidikan B memilih nama “Bhanu Chandra Dipta” , Sastra A memilih nama “Tenebris Fabula” , dan Sastra B memilih nama “Welter”.

~Seminggu Sebelum Acara~
            Seminggu sebelum acara rundown yang sudah seksi acara buat harus diacak-acak berkali-kali karena banyak hal. Dari awal sampai revisi terakhir rundown sudah mengalami 10 kali perubahan. Hal yang bagus ? Tentu tidak, jika terus berubah, kami bisa dibilang tidak konsisten. Sebelum membuat rundown, ada baiknya dipikirkan matang-matang dan melakukan mini research, apakah rundown tersebut sudah sesuai dan tidak akan mengalami revisi lagi ?
            Untuk masalah MC karena banyaknya pertimbangan, akhirnya kami tidak jadi mengambil MC dari angkatan lain. Jadinya MC dari angkatan kami sendiri.

~ Hari-hari Mendekati Acara~
            Hari-hari mendekati acara tekanan menjadi semakin besar. Tekanan datang dari mana-mana baik itu dosen, angkatan, maupun pihak luar. Dan aku juga harus latihan penampilan kelas, yang dimana hari-hari mendekati acara itu, latihan menjadi sangat intens.
            Hal paling susah adalah membagi waktu, baik itu latihan penampilan kelas, kepanitiaan, tugas, maupun kelas. Semuanya adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Jika kamu berada di posisi yang sama dengan aku, dan kamu tidak sanggup menjalani semuanya, lebih baik mundur salah satu. Buat skala prioritas, mana yang lebih baik kamu tinggalkan. Akan tetapi lebih baik jika kamu bisa menjalani semuanya.
            Hari-hari mendekati acara tidak banyak perubahan atau revisi besar. Hanya saja aku jadi lebih sering tatap muka atau konsultasi dengan dosen.
            Gladi kotor dilaksanakan tanggal 2 Januari 2018 di theater terbuka UPI. Karena namanya kotor, jadi ada beberapa penampil yang banyak bermain-main (kurang serius). Di gladi kotor ini kita mendapat gambaran tentang penampilan tiap kelas, dan kami dari seksi acara berdiskusi bagaimana cara si tokoh utama dapat masuk ke dalam penampilan tiap kelas dan mendapat fragment.

~Sehari Sebelum Acara~
            Sehari sebelum acara kami baru bisa masuk venue pukul 10 malam, karena sebelumnya venue dipakai oleh jurusan lain. Pada malam hari, panitia memasang lighting, sound, dan mendekorasi ruangan.
            Semua orang sibuk pada hari ini, termasuk anak-anak kelas aku. Sehari sebelum acara mereka pergi ke tempat penyewaan kostum, membeli properti, makeup, dan dekorasi penampilan kelas.

~Hari Pelaksanaan Acara~
            Pagi-pagi tepatnya pukul 6.00 WIB kami melakukan gladi bersih. Gladi bersih berjalan dengan lancar dan tepat waktu, akan tetapi ada sedikit kendala. Soundman telat datang sehingga cukup menganggu gladi bersih. 2 kelas yang mendapat urutan tampil awal, gladi bersih dengan bluetooth speaker.
            Open gate dilaksanakan pukul 10.00 . Sudah ada beberapa penonton dan tamu yang datang. Penonton diarahkan ke photobooth sebelum duduk di kursi penonton. Jam 10.50 aku menjemput dosen-dosen untuk menonton dan memberi sambutan. Acara dimulai pukul 11.00. Detail tentang acara dan penampilan sudah aku bahas di post sebelumnya.
Seksi Acara ABS, Pose baca Rundown
            Acara berjalan dengan lancar. Ada beberapa bintang tamu yang menyanyikan lagu tambahan dan encore sehingga menyebabkan keterlambatan waktu. Akan tetapi keterlambatan waktu hanya sekitar 20 menit, dan acara selesai sebelum magrib.
            Saat hari H sudah tentu seksi acara menjadi sangat sibuk dan hectic. Apalagi kami double job menjadi LO. Sempat terjadi beberapa miss communication antar anggota. Namun, semua sudah clear dan itu tidak mempengaruhi kinerja kami.

~Pasca Acara~
            Seksi acara mendapat banyak sekali evaluasi. Seperti “kalau ada apa-apa lebih baik dibicarakan dulu”, “LO kurang tanggap”, “MC kurang ditraining”, dan lain sebagainya. Kena omel dosen juga sudah jadi santapan sehari-hari anak acara, apalagi ABS ini konteks nya adalah UAS.
            Acara “Leap : Universum” mendapat respon yang sangat positif dari berbagai pihak. Mereka berharap akan ada sekuel yaitu “Leap 3.0” di masa yang akan datang. Bintang tamu sangat senang dan memuji bisa diundang di acara kami. Pagelaran ABS ini juga jadi hot topic obrolan dosen, semua dosen merespon positif tentang acara ini.

            Itu semua sedikit curhat aku tentang bagaimana menjadi seksi acara. Mungkin ada yang bilang ini mirip LPJ (Lembar Pertanggung Jawaban), harus kuakui mungkin iya. Karena kebanyakan gaya penulisan aku seperti ini.
            Akhir kata, aku (Ryandi) berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan acara ini. Dan aku berterima kasih banyak kepada teman-teman seangkatanku yang telah mempercayai aku menjadi koordinator seksi acara, maaf kalau aku masih banyak kekurangan dan punya salah selama jadi koordinator seksi acara.
            Dan terima kasih kepada staff-staff terbaikku : Ein, Fresa, Niah, Vinny, Icut, Elsa, Ghina & Nurul. Terima kasih atas kerja keras kalian selama ini. Tanpa kalian mungkin aku nggak bisa seperti ini. Terima kasih juga kepada Firas, sebagai ketua pelaksana, dan Yalma, sebagai wakil ketua pelaksana, yang selalu mendukung dan membimbing aku menjadi koordinator seksi acara.