Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan

Kali Kedua Menjadi Ketua Kelas (KM)

0

Posted by Unknown | Posted in , , ,



Semester 5, semester ganjil dan awal tahun ketiga di dunia perkuliahan. Tidak terasa sudah 2,5 tahun aku kuliah di UPI. Sudah banyak pengalaman dan moment yang aku alami, dari pengalaman manis sampai pahit.
Di semester 5, aku mendapat opportunity dan kehormatan kembali untuk menjadi ketua kelas. Tetapi kali ini aku hanya menjadi ketua kelas di kelas besar (5A). Aku menjadi KM di 5 mata kuliah yaitu Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris, Pragmasemantics, Media Pembelajaran TIK Bahasa Inggris, Exploring Fiction, dan Practice of Translating.
Jujur awalnya aku agak takut untuk jadi KM lagi di semester ini karena aku punya kesibukan dan pekerjaan lain di luar kelas/akademik. Aku takut nanti kelas akan terbengkalai atau tidak ter-handle oleh aku. Namun setelah beberapa minggu sampai akhir periode/semester, hal yang aku takutkan tidak terjadi. Aku tetap bisa lancar jadi KM, dan pekerjaan aku di luar kelas tetap bisa berjalan. Aku mempelajari satu skill yang bernama multitasking.
Kesuksesan aku menjadi KM bukan karena usaha aku sendiri, tetapi juga karena dukungan dan kerjasama teman-teman sekelasku. Tanpa mereka mungkin aku tidak akan seperti ini. Dukungan dan doa orang tua, keluarga, serta sahabat juga turut membantu.
Hal-hal yang berbeda dari semester sebelumnya adalah yang pertama sudah pasti mata kuliah, SKS, dan dosen. Kedua, program kerja, di semester 5 ini aku tidak terlalu banyak mengajukan program kerja dikarenakan kondisi kelas dan hal-hal lainnya. Ada program kerja baru dan ada beberapa program kerja yang dihilangkan. Sedihnya, di semester ini tidak ada acara kelas. Ketiga, lebih banyak pressure dari semester sebelumnya, baik itu dari universitas (dosen, staff prodi/fakultas), teman sekelas, maupun eksternal (teman seangkatan, himpunan, dan lain-lain).
Di akhir periode aku menjadi KM, aku menyebar questioner evaluasi KM. Alhamdulillah, skor aku meningkat dari 6,4 ke 7,78 (range: good). Tetapi aku sadar, aku sebagai KM masih banyak sekali kekurangan dan hal-hal yang aku harus perbaiki dan benahi.
Karena aku tidak mau ngomong panjang lebar di post ini (bingung juga mau nulis apa sebenarnya). Kalian bisa langsung cek LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) KM dan manajemen program kerja di link dibawah ini, selamat membaca.

Laporan Pertanggung Jawaban Ketua Kelas 5A
Manajemen Program Kerja Kelas 5A

Kilas Balik 2018

0

Posted by Unknown | Posted in ,



Dua ribu delapan belas, tahun yang menyimpan banyak cerita bagiku. Tahun yang bisa dibilang titik awal dari kehidupan nyata yang akan kuhadapi selanjutnya, dan tahun dimana umurku menjadi dua dekade.
Bisa dibilang tahun ini tahun yang menyedihkan dan menyakitkan buatku, banyak peristiwa yang membuat air mata ku mengalir. Namun, banyak pula peristiwa menyenangkan yang aku alami.

January : The Most Epic Comeback Ever
Di bulan Januari ini aku mempunyai ekspetasi tinggi terhadap tahun 2018. Aku pikir 2018 will be my year. Sudah banyak yang aku siapkan untuk menghadapi 2018, termasuk penampilan spesial di awal bulan Januari. Karena awal tahun ini ada pementasan seni dari mata kuliah ABS (Apresiasi Bahasa dan Seni). Untuk lebih lengkap tentang ABS bisa cek postingan-postingan aku sebelumnya.
Pementasan ABS ini seperti konser bagi aku. Prestasi bagiku di awal tahun 2018 adalah aku bisa menghapal 7 Koreografi yaitu: Luis Fonsi - Despacito, Via Vallen - Sayang, Pharrell Williams - Happy, Ed Sheran - Shape of You (Produce 101 Version), BTS - Go Go, Ikon - B'day, dan Tari Cikeuruhan. Aku memang mempunyai hobi menari namun baru dikembangkan di saat aku kuliah.
Untuk menunjang penampilanku, di awal tahun ini aku membuat sebuah perubahan yaitu aku mengecat rambut hitamku menjadi warna Ash Blonde. Pada bulan Desember sebelumnya aku sudah melakukan dua kali bleaching sampai ke level 10, sampai rambut aku jadi kuning/putih. Aku bleaching pakai Miranda (MC-6) dicampur dengan developer Makarizo volume 40. Dan untuk warna Ash Blonde aku juga pakai Miranda Ash Blonde (MC-16).

February : Gain Promotion
Tanggal 1 Februari adalah awal perkuliahan semester 4. Setelah libur dua minggu di bulan Januari, aku mendapat sebuah Ilham untuk menjadi KM di semester ini (cerita lengkapnya bisa cek di postingan aku sebelumnya). Entah dari mana bisikan itu datang, tetapi aku bertekad pada diri aku sendiri bahwa aku harus membuat gebrakan dan revolusi di tahun ini.
Kehidupan perkuliahanku di bulan ini nggak beda-beda jauh dengan yang sebelum-sebelumnya, tetapi nggak sesibuk semester sebelumnya. Bedanya sekarang aku jadi KM, jadi punya tanggung jawab lebih.
Rambut ash blonde aku luntur dan kembali ke warna bleaching yaitu blonde. Karena luntur aku kembali mengecat rambutku, tapi kali ini warna biru. Masih dengan merek cat yang sama yaitu Miranda, dengan warna Blue (MC-2) , dicampur sedikit dengan warna Blue Black (MC-15). Hasilnya sangat bagus, warna biru ini benar-benar cocok dengan aku. Warna biru membuat wajah sekaligus rambut aku terlihat bersinar.

March : What is Love?
Di awal bulan Maret ini, tepatnya tanggal 1, kelompokku di mata kuliah kewirausahaan mendapat bagian sebagai pelaksana seminar kewirausahaan. Kegiatan ini cukup menyita waktu dan tenaga. Di seminar kewiraushaan ini, kita harus mengundang wirausahawan muda untuk sharing tentang wirausaha, selain itu kita juga harus presentasi tentang teori-teori wirausaha.
Judul dari bulan Maret ini adalah “What is Love?” karena Twice - What is Love? adalah salah satu lagu favorite aku tahun ini (walaupun rilisnya bulan April). Alasan lainnya, di bulan ini aku sedang ‘dekat’ dengan seseorang. Yes, I’m falling in love with someone.
Rambut biru aku luntur jadi warna toska lalu luntur kembali menjadi hijau. Salah satu kekurangan Miranda sebagai cat rambut murah adalah mudah luntur. To be honest, waktu luntur jadi toska warnanya itu masih bagus tetapi saat luntur menjadi hijau, rambutku jadi jelek sekali dan kelihatan kering. Mungkin kalau aku cat rambut lagi, aku nggak akan pakai merek Miranda lagi atau yang semacamnya.

April : Time for The Moon Night
Bulan ini aku namai ‘Time for Moon Night’ karena Gfriend comeback juga bulan ini. Selain itu, di bulan ini, ada malam keakraban (Makrab) himpunan, dan aku kembali jadi panitia konsumsi seperti tahun kemarin.
Seperti aku bilang di atas, bulan ini Twice dan Gfriend comeback. Aku beli kedua album mereka yang menurut aku itu worth it. Ini pertama kalinya aku beli album Twice, dan aku suka sekali dengan album ‘What is Love?’, karena lagu-lagunya easy listening dan catchy, aku suka semua lagu di album itu. Aku juga beli album Gfriend ‘Time for The Moon Night’, album ini bener-bener manjain mata (dengan photobooknya) dan telinga.
Karena rambut aku luntur jadi warna hijau, aku mengecat rambutku lagi. Aku kembali pilih warna blonde, karena banyak yang bilang aku cocok dengan warna blonde. Aku sendiripun merasa begitu, lebih cocok dengan warna blonde dibanding coklat. Kali ini aku mengecat rambut pakai Matrix Socolor warna Golden Medium Blonde (7.3/7G) dicampur dengan developer Matrix 9%. Rambut aku sudah sangat rusak jadi nggak mungkin pakai developer 12%/Vol 40, dan aku nggak melakukan bleaching lagi. Walau begitu, warna blondenya keluar, hasilnya jadi dirty blonde di aku. Selain itu, aku sempet ngalamin Brassy Hair atau rambut keorangenan, cara mengatasinya aku pakai purple dan blue shampoo.

May : End of The Half
Semester 4 berakhir bulan ini, dengan berakhirnya semester 4 maka selesai pula tugas aku sebagai KM. Aku menulis laporan pertanggung jawaban sebagai KM, bisa dicek di post sebelumnya. Rasanya lega sekali semester ini berakhir. Dan aku bahagia banget semester 4, karena IP aku akhirnya nyentuh angka 3.7, lebih dari target aku yaitu 3.4 . Bahagia banget bisa ngerasaiin title Cum Laude (Dengan pujian/untuk IP diatas 3.5) di semester ini, karena sebelum-sebelumnya IP aku tidak pernah mencapai angka 3.5 . Otomatis IP di semester ini menaikan IPK keseluruhan. Semoga aku bisa tetap mempertahankannya di semester depan.
Di bulan Mei aku ikut kegiatan dari BEM REMA UPI yaitu UPI Leadership Camp (ULC), aku udah pernah cerita di post-post aku sebelumnya. Dari kegiatan ini aku punya banyak teman baru dari fakultas-fakultas lain dan kampus daerah. Banyak yang aku dapat dari kegiatan ULC, terutama tentang kepemimpinan.
            Dan aku mengecat rambutku lagi, kali ini tidak warna terang melainkan warna natural. Kali ini aku mengecat rambutku dengan warna blue black, karena paling mendekati warna rambut aku (FYI warna rambut asli rambut aku itu hitam kecoklatan/dark brown). Karena trauma cat murah, sekarang aku pakai cat Miratone Blue Black (2BB), hasilnya di aku jadi warna hitam muda.

June : Unproductive Holiday
Lebaran jatuh pada tanggal 15-16 bulan ini. Artinya 2 minggu pertama aku melakukan puasa Ramadhan, dan aku sudah memasuki libur semester. Dari awal puasa yaitu bulan Mei akhir sampai tanggal belasan di bulan Juni, aku ngerasa puasa kali agak berbeda. Aku kurang merasakan kehangatan dan kebersamaan bulan Ramadhan yang biasanya aku rasakan. Aku selalu merindukan Bulan Ramadhan datang, tetapi rasanya Ramadhan kali ini tidak seperti Ramadhan biasanya.
Di puasa tahun ini aku hanya menghadari 3 acara buka bersama yaitu 2 buka bersama bersama teman sekelas kuliah yang dilaksanakan di Waroeng Upnormal Cihampelas & Ayam Nelongso Setiabudi, dan 1 buka bersama sahabat SMA di Sensei Ramen Margacinta. Sisanya aku buka puasa di rumah atau tempat kost. Saat di tempat kost, aku sahur dan buka sendiri karena penghuni kost aku itu individualis. Dan tahun kemarin saat bulan puasa gini aku sedang ‘dekat’ dengan beberapa orang, tetapi tahun ini aku sedang tidak dekat dengan siapa-siapa, maybe that why I feel alone and different.
Aku punya kebiasaan saat bulan puasa yaitu nonton Anime Pokemon setiap habis buka puasa, dan kebiasaan itu masih berjalan sampai puasa tahun 2018 ini. Untuk tahun ini aku nonton season Sun & Moon, tentang Ash Ketchum masuk sekolah pokemon. Selain nonton Pokemon, aku juga nonton Produce 48 di bulan Juni ini, aku rutin ngikutin Produce 48 setiap minggu.
Untuk menghabiskan waktu saat puasa dan ngabuburit, aku bermain game di laptop. Game yang paling sering aku mainin saat itu adalah 'Age Of Empires 2 HD', game favourite aku dari kecil. Awalnya aku main versi bajakan, tapi versi bajakan terbatas, dan nggak bisa instal expansion pack seperti 'African Kingdom' dan 'Rise of Rajas'. Akhirnya karena pengen banget main expansion pack 'Rise of Rajas' dan pakai Malay civilization, which is suku dan negara aku sendiri, apalagi champaign nya tentang Majapahit. Aku lalu mendownload Steam. Kebetulan saat itu lagi ada summer sale, jadi harga base game + 3 expansions hanya sekitar 90 ribuan.
Ada enaknya juga main game original, bisa online dan banyak fitur-fitur yang nggak bisa didapat di versi bajakan. Karena tergiur summer sale, aku beli satu game lagi yaitu One Piece Unlimited World Red Deluxe Edition. Tetapi sayangnya laptop aku nggak kuat buat main game itu, padahal udah memenuhi spesifikasi minimum. Pada akhirnya game itu cuma jadi pajangan di Library.
Setelah menjalani puasa satu bulan, akhirnya tibalah Lebaran. Saat lebaran biasanya aku pergi ke Bogor atau Tanggerang untuk silaturahmi dengan keluarga disana, tetapi tahun ini aku nggak kemana-mana. Sama seperti puasa, lebaran tahun ini terasa sepi dan hampa bagi aku, aku kurang bisa merasakan kehangatan Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya aku rasakan. Semoga tahun depan aku bisa kembali merasakan kehangatan Ramadhan dan Idul Fitri.

July :  Content Creator
Sepanjang bulan Juli adalah libur panjang transisi semester ganjil ke genap. Untuk anak kelas 3 SMA, mereka sedang persiapan masuk universitas, untuk kakak tingkatku yang semester 6, mereka sedang KKN. Dan untuk aku yang peralihan semester 4 ke 5 bisa dibilang jadi pengangguran. I spend most of my holiday at home, nggak kemana-mana. Keluarga aku pada kerja & sekolah, dan teman-teman kuliahku berada di kampung halaman masing-masing. Teman lama? Sudah tak tahu gimana kabarnya, teman lama yang dekat denganku pada sibuk.
Aku mengisi waktu liburanku dengan mengerjakan proyek tahunan untuk memeriahkan ulang tahunku. Proyek tahun ini agak berbeda, karena spesial 20 tahun. Tahun-tahun sebelumnya cuma countdown dan celebration, tahun ini konsep aku random video berupa parody, iklan, vlog, dan trailer. Sebenarnya proyek ini udah dirancang dari lama, tetapi baru bisa terealisasi bulan Juli ini karena aku baru punya kamera yang lumayan bagus dan memadai. Dan entah bagaimana, papa aku beli handycam baru merek Panasonic HC-V180, yang bisa aku pinjam untuk membuat proyek aku.
Kamera bagus dan memadai disini bukan aku beli kamera, tetapi aku ganti handphone. Aku pakai kamera smartphone untuk syuting proyek aku. Setelah 3 tahun lebih memakai Samsung Galaxy Grand-Prime, aku pindah hati ke Xiaomi Redmi Note 5. Handphone lama aku sudah penuh memorinya dan beberapa fiturnya sudah tidak bisa berjalan dengan baik, jadi mau nggak mau aku harus ganti. Xiaomi Redmi Note 5 aku pilih karena affordable dan spesifikasinya yang bagus terutama kameranya. Hasil rekaman HP ini sangat stabil walau tanpa stabilizer. Aku udah lama ngincer Xiaomi karena teman-teman aku banyak yang pakai.
Di pertengahan Juli akhirnya aku jalan-jalan ke pedesaan, lebih tetapnya menjalankan program kerja himpunan yaitu Pengabdian Pada Masyarakat (P2M). Kegiatannya dilaksanakan di Desa Sukakarya, Kabupaten Garut. Seminggu di sana aku jadi guru untuk anak TK dan belajar bercocok tanam. Aku belajar menanam benih, memanen tanaman, dan mencabut rumput liar.

August : The Second Decade
Di awal agustus aku semakin sibuk dengan proyek tahunan aku, apalagi makin mendekati deadline. Yang biasanya syuting satu video bisa 3 hari, sekarang satu hari aku bisa bikin 3 video berbeda.
Awal agustus, tepatnya tanggal 5, aku akhirnya benar-benar liburan. Aku pergi ke Kota Malang, Kota Batu, dan Gunung Bromo. Aku pergi ke berbagai macam tempat wisata di sana yaitu: Museum Angkut, Kawah Bromo, Batu Night Spectacular, Jatim Park, dan Alun-alun Batu. Aku pulang pergi pake kereta api Malabar, perjalanannya sekitar 15 jam. Di sana aku menginap di homestay di kota Batu.
Bulan Agustus ini bulan yang spesial buat aku, karena di Bulan ini aku berulang tahun, dan di tahun 2018 ini aku tepat berusia 20 tahun. Nggak ada perayaan khusus untuk merayakan ulang tahunku yang ke 20 ini. Aku habiskan tanggal 12 Agustus 2018 dengan makan siang bersama keluarga di Chingu Cafe Buah Batu, lalu dilanjut dengan ziarah makam. Terasa sepi ulang tahun yang ke 20 ini, tetapi aku tetap bersyukur masih bisa hidup dan bertahan sampai umur yang ke 20 tahun ini. Semoga aku makin dewasa kedepannya.
Di umurku yang ke 20 tahun, aku kepikiran untuk menganti model rambut. Aku suka sama haircut yang lagi trend asal Korea yaitu 'Two Block Cut'. Aku pengen ganti model rambut kaya gitu, jadi aku mulai manjangin poni. But because I think this hairstyle will not work at wavy hair, jadi aku melakukan rebonding/smoothing. Aku rebonding pakai Makarizo Easy Straight. Aku merebonding sendiri tanpa bantuan siapapun. Aku nggak pernah ke salon karena mahal dan malas. Kemarin-kemarin aku juga ngecat rambut sendiri. Aku cuma butuh kaca 2 arah buat liat bagian belakang rambut.
Seminggu setelah rebonding, aku pergi ke barbershop untuk potong rambut, aku bilang ke barbernya untuk potong Two Block Cut, sambil aku kasih liat gambarnya. Tetapi barbernya salah tangkap, aku malah dipotong gaya 'Pompadour Undercut'. Agak upset awal-awal tetapi lama-lama aku suka, karena ternyata haircut ini cocok denganku, dan sampai sekarang jadi model rambut aku.
Agustus 2018 diakhiri dengan event terbesar di kampus aku yaitu MOKAKU. Tahun ini aku kepilih lagi menjadi pemandu. dengan menjadi panitia MOKAKU, aku jadi punya banyak kenalan dan teman baru.

September : Annual Festival
Semester 5 resmi dimulai awal bulan ini, itu berarti aku sudah di tingkat 3 perkuliahan. Benar-benar nggak kerasa, udah tingkat 3 lagi, udah punya 2 junior di kampus. Aku bersyukur untuk semester ini bisa kepilih lagi menjadi KM, tetapi kali ini hanya KM kelas besar.
Semester 5 sempat membuatku kaget dan terkejut karena mata kuliah dan tugas-tugasnya. Sangat berbeda dengan semester sebelumnya yang (agak) nyantai, aku ngerasa semester ini penuh dengan tugas. Selain itu di himpunan juga lagi sibuk-sibuknya.
Akhir bulan ini ditutup dengan event terbesar himpunan Bahasa Inggris UPI yaitu AECS. Di AECS aku dapet amanah untuk menjadi ketua divisi Bazaar. Tugas aku yaitu mengorganizir segala keperluan bazaar termasuk mencari tenant. Alhamdulillah acara dan bazaar AECS berjalan dengan sukses, terima kasih staf-stafku yaitu Dyandra, Vina, Ghayatri, dan Ibnu, juga SC-ku yaitu Lidya. Beruntung sekali aku bisa kerjasama dengan mereka.

October : Depressed
Bulan oktober adalah bulan yang menyedihkan buatku. Sesuai judulnya, aku sempat mengalami depresi ringan di bulan ini. Yang aku rasaiin saat itu sedih terus menerus, stress, hampa dan seperti tidak ada hari besok. Beruntung aku bisa melewati masa-masa sulit itu.
Awal dari depresi aku karena masalah pribadi, hubunganku dengan beberapa orang kurang berjalan baik. Lalu ada masalah dengan pekerjaanku, dan ada masalah juga di himpunan. Terlalu banyak masalah datang dan terjadi dalam satu waktu.
Di saat itu, aku sampai memutuskan untuk keluar dari himpunan dan memilih hiatus lebih lama dari komunitas Hallyu UP! (Sebelumnya aku sudah hiatus dari bulan Mei). Akan tetapi, keputusan aku untuk keluar dari himpunan tidak disetujui, sehingga status aku saat itu adalah ditangguhkan dan dibebas-tugaskan dari semua tanggung jawab.
Untuk menghilangkan rasa sedihku, aku banyak menghabiskan waktu sendiri dan relaksasi. Aku pergi belanja, karaoke, main, dan melakukan apapun yang membuat diriku senang. Akupun menghadiri beberapa event seperti event cover dance untuk menghibur diri.
Selain itu, di waktu senggang aku menyempatkan untuk menonton film dan TV series di laptop. TV series yang aku tonton dan suka yaitu 13 Reasons Why (I know it’s bad to watch it when you have life problem, but it entertain me), Riverdale, dan My ID is Gangnam Beauty (It also one of my favourite Webtoon). Dengan menonton series-series itu, aku lebih menghargai kehidupan. Aku berharap punya teman-teman yang asik seperti di Riverdale, dan kisah cinta romantis lucu seperti di Gangnam Beauty.
Di akhir bulan, aku dapat kesempatan untuk menjadi panitia sekaligus room keeper acara konfrensi bahasa di kampus, dan aku digaji. Yang biasanya aku jadi panitia harus bayar (Danus), tetapi ini malah dibayar. After Party Bazaar AECS dilaksanakan bulan ini, aku makan dan foto bersama dengan SC, dan staff-staffku.

November : It is A Real Life?
Di bulan November ini keadaanku membaik karena hubungan aku dengan beberapa orang membaik dan tambah dekat. Aku sudah mulai bisa menerima keadaan, juga melupakan masalah yang terjadi. Aku merasa beruntung mempunyai keluarga dan teman yang selalu mendukung aku.
Masalah-masalah yang terjadi di bulan Oktober membuatku lebih dewasa dan berhati-hati. Seketika aku tersadar kalau umurku sudah kepala dua, masalah yang bakal dihadapi bukan lagi masalah-masalah remaja, tetapi masalah kehidupan, Welcome to real life.
Berbeda dengan bulan sebelumnya, bulan November penuh dengan kebahagiaan. Di pertengahan bulan November aku merayakan ulang tahun bersama dengan teman-teman sekelasku. Iya, kita merayakan ulang tahun dari 32 orang dalam satu waktu. Kita juga pergi piknik, dan menonton film. Film yang aku tonton yaitu Wreck It Ralph 2 : Ralph Break the Internet. Ini pertama kalinya aku main bersama mereka di Semester 5.
Esa’s Flower Festival diadakan bulan ini. Aku dapat dua bunga mawar, mawar merah dan mawar putih. Lalu bulan ini ada syukuran AECS dan Tribute to ESA 2018. Selain itu aku jadi panitia dari 2 acara terbaik di ESA yaitu Writing Seminar ESA dan Speech Contest ESA.

December : Farewell
Desember, bulan terakhir dan bulan perpisahan. Sesuai judul bulan ini yaitu Farewell. Di bulan ini aku harus rela dan ikhlas berpisah dengan beberapa hal. Upacara demisioner himpunan diadakan tanggal 22, dengan ini aku resmi melepas jabatan aku di himpunan. Dua tahun sudah aku berkarir di himpunan, banyak hal yang telah aku lewati dan aku pelajari dari himpunan. Beruntung di upacara demisioner, aku dikasih kesempatan untuk menampilkan sebuah performance. Aku menampilkan cover dance lagu Produce’s Hot Issue / Produce 48 – Rumor untuk solo stage, lagu yang sudah lama aku ingin tampilkan.
Bulan Desember sudah mulai memasuki masa UAS, jadi kuliah sedikit lebih nyantai. Di awal Desember ada English Student’s Competition Week (ESCW), dan aku mengikuti lomba video contest. Awal bulan aku sibuk syuting untuk video contest, sayangnya tahun ini aku dan teamku gagal menang lagi.
Ada beberapa kenangan manis dan indah yang terjadi di bulan Desember ini. Aku merasakan kebahagiaan saat bersama seseorang, suatu perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan. Aku banyak menghabiskan waktu dengannya di bulan ini. Aku berharap bisa terus dan akan menghabiskan moment dan waktu bersamanya di masa depan atau tahun-tahun yang akan datang.
On the other hand, bulan Desember merupakan bulan yang membuatku merana. Di bulan Desember aku harus mengucapkan perpisahan dengan beberapa orang yang pernah hadir di kehidupanku. Tidak semua orang itu adalah orang jahat atau menyebalkan, sebagian dari mereka adalah orang baik dan orang yang aku sayang. Dalam setiap pertemuan akan ada perpisahan, memang perpisahan itu menyakitkan, tetapi aku mulai belajar untuk merelakan, walau itu sulit.
Aku tutup tahun ini dengan perpisahan, berpisahan dengan kenangan dan hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu, sekaligus berpisahan dengan kenangan manis dan indah yang pernah terjadi.

Dengan semua cobaan, rintangan, dan penderitaan, aku berhasil survive di 2018. 2018 bagiku adalah tahun yang menyedihkan dan penuh cobaan. Namun tahun 2018 telah banyak memberiku pelajaran hidup yang berharga, pelajaran hidup yang belum pernah aku dapat sebelumnya. Aku lebih kuat dan dewasa karena 2018.
Aku harap 2019 menjadi tahun yang lebih baik daripada 2018, semoga aku bisa lebih bahagia dan makmur di 2019. Setelah melewati 2018, aku siap menghadapi tantangan yang akan terjadi 2019. Mohon kerjasamanya ya 2019, satu tahun kita akan bersama.

~Trivia~
*Song of The Year : Twice – What is Love?
*Album of The Year : Twice – What is Love? / Dance The Night Away
*Movie of The Year : The Incredibles 2
*Game of The Year : Spyro Reignated Trilogy
*Food of The Year : Mozadas D’Besto
*Drink of The Year : Thai Tea & Thai Green Tea
*Restaurant of The Year : Oseng Mercon Geger Kalong
*Place of The Year : Belakang Museum Pendidikan Nasional
*Best Event : Apreasi Bahasa dan Seni “Leap : 2.0 Universum”
*Committee of The Year : Seminar Kewirausahaan P.B.I UPI 2018
*Best Performance : Kpop Cover Dance Medley (With H-UP! All Star) at “Leap 2.0 Universum”
*Best Moment : Turning 20th & Falling in love with someone
*Worst Moment : Fired from work
*Best Achievement : Become a class leader

Pengalaman Pertama Jadi Ketua Kelas / Murid (KM)

0

Posted by Unknown | Posted in , , ,


Semester 4 banyak merubah hidupku, di semester ini aku berambisi untuk mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, apalagi perjalananku di dunia perkuliahan sudah setengah jalan. Di semester ini aku mengajukan diri menjadi ketua kelas/murid (KM).
Keinginan untuk menjadi KM sebenarnya sudah ada dari awal semester 3 namun aku merasa di semester 3 belum waktu yang tepat, dan perkulihan di semester 3 yang super sibuk dan menyita waktu banyak (lebih tepatnya  tersita waktu banyak untuk persiapan Apresiasi Bahasa dan Seni). Di akhir semester 3 aku konsultasi ke beberapa orang termasuk KM-KM sebelumnya tentang rencanaku menjadi KM. Kebanyakan dari mereka berkata “kenapa tidak coba ? Mungkin kamu bisa”.
Akhirnya saat mata kuliah pertama di kelas 4A & 4A2 saat ditanya siapa ketua kelasnya, aku mengacungkan tangan. Aku liat reaksi teman-teman sekelasku, beberapa ada yang kaget dan tercengang, well it’s time for revolution.
Tugas pertama jadi KM adalah menjadi penghubung antara mahasiswa dan dosen. Dalam menjalankan tugas ini ada suka, duka, dan tantangannya. Sukanya lebih tau tentang dosen, dan lebih dikenal dosen. Kalau dukanya hmmm, mungkin kebanyakan mahasiswa tahu dan nggak usah aku jelasin. Yang harus diketahui adalah setiap dosen mempunyai karakter dan watak yang berbeda-beda.
Dalam menghubungi dosen ada etika dan aturannya, harus saat jam kerja, harus sopan, dan ada tempatenya yaitu : (1) Ucapkan salam [Assalamualaikum Pa/Selamat Pagi Bu], (2) Ajukan permohonan maaf [Mohon maaf menganggu waktunya], (3) Perkenalkan diri [Saya M Ryandi dari kelas 4A2 yang mengontrak mata kuliah Grammar] , (4) Utarakan maksud [Mau bertanya, apakah makeup class jadi dilaksanakan hari ini ?], (5) Ucapkan terima kasih [Terima kasih Pa.]. Ini WAJIB dan HARUS dipakai ketika menghubungi dosen. Kebanyakan dosen pakai Whatsapp tetapi ada beberapa yang pakai BBM atau Line, beberapa dosen juga ada yang hanya mau dihubungi via SMS atau E-mail.
Tugas kedua yaitu menjadi seksi logistik kelas, maksudnya KM harus menyediakan semua keperluan saat kegiatan belajar mengajar seperti proyektor (kalau tidak ada harus pinjam), kabel VGA, dan lain sebagainya. Kabel VGA itu dikasih satu tiap kelas dan harus selalu stand by di tas KM setiap hari.
Tugas ketiga yaitu menjadi pemimpin di kelas. Sama seperti tugas-tugas diatas, tugas ini banyak suka dan dukanya, yang mungkin nggak bisa aku jelasin satu-satu. Selain menjadi pemimpin, KM juga menjadi perwakilan dan representative kelas di publik, mungkin bahasa mudahnya seperti face of the class.
Aku nggak cuma jadi KM di satu kelas, tetapi di dua kelas sekaligus yaitu 4A & 4A2. Jadi di Bahasa Inggris UPI ada yang namanya kelas kecil dan besar. Kelas kecil terdiri dari 10 – 25 orang, contohnya kelas 4A2. Kelas kecil hanya untuk mata kuliah skill seperti Listening, Speaking, Writing, Reading. Kelas besar terdiri dari 20 – 50 orang, yang merupakan gabungan dari dua kelas kecil, contohnya 4A (gabungan kelas 4A1 & 4A2). Kita belajar mata kuliah selain skill di kelas besar seperti Grammar, Translating, Kewirausahaan, Kurikulum, Psikologi, dan lain-lain.
Saat jadi KM aku mengadakan beberapa program kerja untuk kelas, mungkin agak uncommon bagi kelas punya program kerja but I made it dan bisa dibilang cukup sukses. Untuk lebih lengkapnya tentang program kerja bisa dilihat dalam Manajemen Program Kerja Kelas 4A dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) KM di bawah. Di akhir masa jabatan KM, aku menyebarkan survey untuk menilai kinerja aku sebagai KM, dan aku dapat nilai sebesar 6,4 (Range : Okay) . Sebuah nilai yang cukup besar dalam kepemimpinan pertama aku, aku bahkan nggak menyangka akan dapat nilai sebesar ini. Tetapi nilai ini masih jauh dari kata bagus atau baik, masih banyak yang harus aku perbaiki.
Kalau ditanya gimana rasanya jadi KM ? Rasanya senang, bisa belajar bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin dan melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Kalau diberi kesempatan dan diizinkan, aku sangat mau menjadi KM atau pemimpin lagi. Cita-citaku adalah menjadi pemimpin yang hebat.

Mungkin nggak banyak yang bisa aku ceritakan di post ini, untuk lebih lengkapnya silakan baca dan klik LPJ – LPJ aku di bawah. Ada 2 LPJ KM (4A & 4A2) , Manajemen Program Kerja, dan 3 LPJ program kerja yang sudah dijalani. Selamat membaca.


Taking Part in Indonesia Regional Election

0

Posted by Unknown | Posted in , , ,


27th June 2018 is a historical day for me and Indonesia because it was my first time taking part in Indonesia Regional Election. I got my legal age 2 years ago, but there is no election in past 2 years. Legal age is one of the requirements to join an Election, the other one is Indonesia citizenship and has an ID card (KTP).

We choose a governor and mayor for this Regional Election. I live in Bandung, so I choose a governor for Jawa Barat and Mayor of Bandung. Actually, I am a type of person that not really into politics, I barely know the candidates of the election. I know some people like Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, and Oded M Danial, but I don't have any idea about the rest.

To give your vote in a regional election, first, you must go to Tempat Pemungutan Suara (Voting Place). Second, validate your data by showing your ID card to the election committee, make sure your name was registered in that voting place. Third, wait until your name is called and then the committee will give you the election paper. Don’t forget to check your paper, if there any flaw you can exchange it with the new one. Fourth, go to the voting booth and give your vote there. There is a sharp object inside the booth, what you have to do is stab the photo or number on the candidates of your choice. Fifth, fold the paper and put it inside the box. Sixth, dip one of your fingers in the purple ink, it's a sign that you have already given your vote on election.

Giving a vote in a regional election is very simple. As a good Indonesia citizen, I am proud that I can do my obligation, giving a vote in the election. For anyone that would win the regional Election, I hope he/she can make Bandung become a better city, and Jawa Barat becomes a better province. Let's make Indonesia great again!

Sorry if there any grammar mistakes.
This article was also published on my facebook.

Kehidupan Kostku - Part 3 (Ketemu Online)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah satu semester aku tinggal di kost, dan aku belum kenal satu tetanggapun. Aku hanya kenal Ibu dan Bapa Kostku, itupun nggak terlalu kenal. Aku sering melihat atau berpapasan dengan tetanggaku beberapa kali. Dan itu hanya berujung lihat-lihatan tanpa komunikasi, karena seringkali kita bertemu dalam posisi harus cepat ke kampus karena kuliah pagi.
Kadang sedih, ngerasa sendiri di kost. Tapi aku punya sisi dimana aku sulit untuk kenalan dengan orang baru tanpa suatu paksaan atau takdir, ya bisa dibilang introvert dengan sedikit anti sosial. Dalam setiap doaku, aku selalu berdoa "Ya Tuhan, perkenalkanlah aku dengan tetangga kostanku". Doa itu aku panjatkan setiap aku ibadah sejak aku mulai ngekost.
And then, a week before UAS semester 3. Pas aku lagi buru-buru ke kampus karena telat kuliah, nggak sengaja aku nabrak orang di tangga. Dia bilang "Maaf-maaf" terus langsung pergi ke atas, mugkin karena buru-buru. Dan bodohnya aku malah bengong di tangga sampai dia pergi, nggak bilang maaf atau apapun. Terus otak aku conect "Oh itu akang (kakak) yang di kamar sebelah aku, cuma kepisah tangga". Karena dia udah pergi, ya udah aku juga pergi langsung karena kuliah di mulai 10 menit lagi.
2 bulan berlalu, aku nggak pernah berpapasan dengan tetangga lagi. Dan akhir-akhir ini aku lagi menggunakan suatu "Chating Apps" , bisa dibilang ini applikasi buat orang-orang kesepian atau cari teman. Walau ya, aku nggak se-ngenes itu. Kadang applikasi ini juga nge-match kita dengan orang random, regardless it gender, sex, and race.
Lalu suatu malam, ada chat masuk. Di liat dari jaraknya dekat sekali, kurang dari 10 meter. Dia bilang “Dimana ? Kok deket banget, anak UPI ?” , terus aku jawab “Ya, aku di Geger Kalong Girang”, lalu dia membalas “Kost disana ? Saya ngekost di kost yang warna hijau”. Sesudah itu kami lanjut bercakap-cakap dan tukeran kontak Whatsapp.
Di Whatsapp kami mengobrol banyak dan janjian untuk meetup untuk ngobrol-ngobrol malam ini sekitar jam 9 malam karena dia ada kerja kelompok sebelumnya. Sembari nunggu dia, aku keluar nyari makan dan sempet liat bahwa kost berwarna hijau adalah gedung kost disebelahku.
Sekitar jam 9 malam aku sudah di kamar dan mendengar Ibu kost menyapa seseorang di Lantai 1, “Baru pulang ? Malam sekali” , “Ya Bu, baru pulang kerja kelompok” sahut seorang lelaki yang lalu dia naik keatas dan membuka suatu pintu kamar.  Beberapa saat kemudian ada chat masuk dari dia di whatsapps, “Jadi ngobrol-ngobrol ? saya sudah pulang” , “Wait, kost kamu berapa lantai ? soalnya tetangga aku juga baru balik” tanyaku, lalu dia menjawab “4 lantai”, “Kamu tinggal di lantai ?” tanyaku lagi, “Saya di lantai 2, kamar nomor 3 dekat tangga” jawabnya.
Aku sempet mikir, kost 4 lantai dengan kamar no. 3 deket tangga, cocok sekali dengan deskripsi kost aku. Aku lalu menjawab chat dia lagi “Jangan-jangan kita sekost” . Setelah mengirim chat tersebut aku lalu keluar dan mengunci kamar kostku lalu pergi ke kamar no.3 untuk memotret pintunya yang kemudian aku kirimkan ke dia. “Bangunan dan kamar yang ini bukan ?” tanyaku. “Wah sekost hahaha” jawabnya, lalu aku membalas “Pantes deket banget”. Memang dekat sekali kamarnya, hanya sekitar 1 meter dari kamarku.
Kemudian, aku mengetok pintu kamarnya, lalu kita mengobrol-ngobrol di kamar kostnya. Kita nggak pergi ngobrol di luar karena percuma, kita tinggal satu atap dan udah terlalu malas untuk pergi keluar. Aku ngobrol sama dia cukup lama sampai tengah malam. Dari obrolan kita aku baru tahu bahwa dia adalah mahasiswa S3 di UPI, dan lagi mengerjakan tesis. Oh ya nama dia Boy, dia berasal dari Palu, Sulawesi.
Akhirnya aku ada orang yang aku kenal di kost tetapi walau kenal kita nggak terlalu dekat karena sama-sama sibuk dan jarang di kost. Aku sesekali main ke kamarnya atau sebaliknya untuk ngobrol-ngobrol atau menghabiskan waktu bersama seperti mengerjakan tugas (yang tentu saja tugas kita sangat berbeda).

Dan beberapa minggu setelah aku kenal dengan Boy. Aku ngelihat akang yang dikamar no. 1 lagi packing dan pindahan, sepertinya dia pindah ke kamar no.7 (kamar ini dulunya kosong). Sehingga kamar no.1 jadi kosong. Dan aku nggak pernah melihat lagi penghuni dari kamar no.2 . Untuk akang di kamar B & D aku beberapa kali berpapasan tetapi tetap tidak ada interaksi, mungkin dilain waktu kita bisa berkenalan. Aku juga berpasasan dengan beberapa tetangga misterius yang lain, aku pikir aku perlu bersosialiasasi lebih banyak.

Kehidupan Kostku – Part 2 (Tetangga yang Individualis)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah beberapa bulan aku tinggal kost, pertanyaan yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan tetangga ? Apakah kamu bersosialiasi dengan mereka ?” Jawabannya bisa ya, bisa tidak.
Kostanku termasuk kostan homogen, dimana seluruh penghuninya (kecuali landlord) adalah laki-laki. Kostanku terdiri dari 4 lantai, ada 8 kamar bernomor dan 4 kamar tanpa nomor (yang biasanya aku sebut kamar A-D). Lantai 1 adalah kediaman landlord atau pemilik kost, lantai 2 terdiri dari 7 kamar, lantai 3 terdiri dari 3 kamar, dan lantai 4 terdiri dari 2 kamar. Setiap lantai memiliki 1 kamar mandi, dan beberapa kamar memiliki kamar mandi di dalam.
Lantai 1 merupakan lantai dimana landlord tinggal. Sebenarnya di lantai ini ada 2 kamar, namun diisi oleh kerabat dari landlord.
Lantai 2 terdiri dari kamar nomor 1-3 dan kamar A-D. Aku tinggal di lantai ini, dan aku tahu semua penghuni di lantai ini (tahu, bukan kenal). Lantai 2 juga merupakan lantai paling berisik selain lantai 1. Tentu saja semua yang tinggal di lantai atas, mau nggak mau harus melewati lantai ini. Lantai ini juga mempunyai jalur ke jemuran outdoor. Jemuran terletak di atas kamar A-D.
Lantai 3 terdiri dari 3 kamar, kamar nomor 4-6. Lantai ini merupakan lantai paling sepi, dan aku belum pernah sama sekali melihat penghuni dari kamar-kamar di lantai ini.
Lantai 4 terdiri dari 2 kamar, kamar nomor 7-8 . Di lantai ini ada jemuran indoor mini, dan juga satu kasur outdoor yang aku nggak tau kegunaannya apa. Aku pernah beberapa kali berpapasan dan bertemu dengan penghuni kamar lantai ini.
Suasana Lorong Kamar A-D
Semua penghuni di kostan ini adalah tipe orang yang individualis (termasuk aku), kami tidak saling kenal, mungkin beberapa ada yang saling kenal, tetapi tidak ada yang kenal dengan semua penghuni kecuali landlord. Jika ada di dalam kamar, kami semua menutup pintu, kecuali jika ada tamu atau teman berkunjung makan pintu kamar akan dibuka sedikit. Hal inilah yang mungkin jadi salah satu alasan kenapa kami tidak saling mengenal.
Sebenarnya aku mau banget kenal sama mereka, tetapi tidak ada usaha dari kedua belah pihak. Aku tipe orang Introvert dan sedikit anti sosial, aku sangat susah untuk memulai hubungan atau percakapan duluan. Dan aku sering merasa kurang nyaman dengan orang asing.
Mungkin kalian berpikir kenapa nggak dicoba ? Aku udah coba tetapi itu merupakan salah satu hal paling sulit untuk dilakukan. Dan beberapa dari mereka kebannyakan saat aku pergi ke kampus, mereka belum bangun. Saat aku mau tidur mereka baru pulang. Jadi, schedulle juga jadi problem aku buat kenalan. Aku beberapa kali berpapasan dengan salah satu dari mereka, tetapi kami hanya lewat tanpa melakukan interaksi apapun.
Dibawah ini aku melampirkan beberapa ciri-ciri tetanggaku, masih merupakan hipotesis karena aku belum mengenal mereka :

~Penghuni Kamar Nomor 1~
Dia mungkin maru, tingginya sekitar 170 cm dan berkumis tipis. Pemain Mobile Legend , kadang suka berisik kalau main Mobile Legend. Punya teman dekat yang tinggal di lantai atas. Punya kipas angin dan suka berpakaian pendek (apa dia nggak kedinginan ?). Orang yang paling sering ‘Open Door’ dibanding penghuni lain di lantai 2.
~Penghuni Kamar Nomor 2~
Merupakan orang asing atau Foreign berkulit hitam, badannya tinggi besar. Aku tidak tau dia berasal dari negara mana, tetapi dia lumayan fasih berbicara Bahasa Indonesia, mungkin dia mahasiswa asing. Dia seorang muslim, karena aku pernah berpapasan dengan dia di masjid. Terkadang malam-malam dia menelepon sesorang dengan bahasa asing yang aku tak mengerti.
~Penghuni Kamar Nomor 3~
Namanya Boy, anak S3 UPI, mungkin dia orang yang literary aku kenal di kost, selain landlord. Di berasal dari Palu, Sulawesi. Kelahiran tahun 1995 , cukup muda untuk seorang mahasiswa S3. Tingginya sekitar 175 cm dan lumayan kurus. Uniknya aku kenal dia secara online, bukan dari real life.

~Penghuni Kamar A~
It is my room, what do you want to know about me ?
~Penghuni Kamar B~
Penghuni kamar di depan kamar aku. Kalau nggak salah namanya Ardi (Aku dengar waktu dia ngobrol). Orang Jawa, bisa aku dengar dari logat dan cara bicaranya. Tingginya sekitar 170 cm dan memakai kacamata. Dia pandai bermain gitar. Dia kadang suka keluar malam, diatas jam 9 malam, kadang sendiri atau sama temannya di jemput. Dia juga punya motor. Walau jarak kamar kita mungkin hanya sekitar 60 cm, kita belum pernah berkomunikasi sama sekali.
~Penghuni Kamar C~
Penghuni kamar ini adalah Pa Boriel, bapa kostku, kadang kepokannya juga suka berada di kamar ini.
~Penghuni Kamar D~
Penguni kamar ini namanya “…Nang…” , aku nggak tau nama lengkapnya, namun, temannya suka memanggil dia dengan panggilan “Nang” Tingginya sekitar 170 cm dan dia anak UPI, karena aku pernah dengar dia ngobrol tentang BAQI (UKM membaca quran di UPI). Dan dia juga anak theater.

~Tetangga Misterius 1~
Tetangga misterius pertama adalah teman dekat dari penghuni kamar nomor 1, kemungkinan dia tinggal di kamar nomor 8 (lantai 4).
~Tetangga Misterius 2~
Tetangga misterius yang kedua pernah aku temui saat dia sedang pindahan, dan dia membawa TV. Tetapi kita tidak sempat berkomunikasi karena saat itu aku sedang buru-buru mau pelatihan pemandu MOKAKU. Kemungkinan dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 3~
Tetangga misterius yang ketiga tidak pernah aku liat wujudnya. Satu hal yang aku tau dia anak PSM UPI (Paduan Suara Mahasiswa UPI), karena aku pernah dengar percakapan dia dari dalam kamarku tentang dia baru pulang latihan PSM, dan temannya di PSM mempunyai pacar di kostanku.Kemungkinan dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 4~
            Tetangga misterius keempat merupakan pacar dari temannya tetangga misterius 3. Dia kemungkinan besar tinggal di lantai 2, tapi bisa saja dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 5~
            Tetangga misterius kelima namanya Agung. Aku belum pernah liat wujudnya, tetapi pernah dipanggil Ibu Kost saat menagih uang listrik. Dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 6~
            Tetangga misterius kelima namanya Ran. Aku nggak tau dia siapa, tetapi aku pernah melihat sebuah kerta berisi nama ini di tong sampah. Kemungkinan tinggal di lantai 2.


Itulah tetangga-tetangga kost yang aku ketahui, semoga kedepannya aku bisa kenal dan lebih banyak bersosialisasi dengan mereka. Dan informasi soal tetangga belum tentu 100% benar, karena masih merupakan opini pribadi aku. Tentang tetangga misterius, bisa saja beberapa dari mereka adalah orang yang sama, maksudku seperti tentangga misterius 4, bisa saja dia salah satu dari penghuni kamar 1-3 atau B-D.

Kehidupan Kostku – Part 1 (Hidup Baru di daerah baru)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,

Semester 3 adalah salah satu moment yang merubah hidupku. Di semester ini aku mulai hidup mandiri, aku memutuskan untuk mulai ngekost di semester ini. Aku kuliah di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) , salah satu kampus negeri yang terletak di Bandung Utara, tepatnya di Jalan Setiabudi. Sementara rumahku berada di daerah Turangga, Bandung Timur. Jarak dari rumah ke kampus sekitar 11 kilometer, dan dua semester pertama aku habiskan dengan pulang-pergi yang kira-kira memakan waktu 1 jam, dan sangat melelahkan. Karena itulah aku memutuskan untuk ngekost.
Pas libur panjang aku nyari kost ke daerah Geger Kalong bersama keluarga, nggak butuh waktu lama untuk mencari, karena sewaktu nyari kost, kami dibantu oleh tukang ojek. Aku kost di daerah Geger Kalong Girang, dekat masjid DT (Daarut Tauhiid), sebuah masjid kepunyaan AA Gym.
Suasana Kamar (Belum Unpacking)
Pada tanggal 21 Agustus 2017, adalah hari pertama aku di kost sekaligus kepindahanku. Aku membawa banyak barang untuk survive di kost. Harga kostku sudah sepaket dengan karpet, kasur, dan lemari 3 tingkat, jadi aku tinggal membawa barang-barang yang belum ada. Aku membawa electric lunch box, toaster, setrika, dan 2 box kain serbaguna. Keluargaku tidak menginzinkan aku membawa rice cooker, mereka mengizinkanku membawa yang lain, namun tidak dengan rice cooker. Menurut mereka akan mubazir jika aku masak nasi di kost.
Kamar kostku mempunyai kamar mandi di dalam, jadi aku membawa ember dan gayung. Aku memilih kamar mandi di dalam karena aku tipe orang yang menghabiskan waktu lama di kamar mandi, kadang bisa sampai 1 jam, tergantung apa yang aku lakukan di kamar mandi. And off couse I need more privacy.
Suasana Kamar Mandi
Kamar Kostku tidak terlalu luas, mungkin sekitar 3*3 meter persegi. Ada satu jendela, namun jendela dalam ruangan, yang menghadap ke kamar-kamar lainnya. Karena terletak di Bandung Utara, suhu di sekitar kostku lebih dingin daripada di rumahku, apalagi kalau pagi atau saat hujan. Aku mendekorasi kamar kostku dengan lampu tumblr (lampu natal) dan 5 poster dari girlband favoriteku. Lampu tumblr ini aku jadikan lampu tidurku, kalau dinyalakan akan memberikan efek relaksasi dan romantis, yang nyaman untuk tidur.
Roti menjadi makanan pokokku di kost. Pertama, karena aku tidak punya rice cooker. Kedua, roti lebih praktis dan mudah didapat.  Dan Ketiga, tidak ada dapur di kostanku. Sebenarnya aku bisa saja masak nasi dengan electric lunch box, tetapi aku terlalu malas untuk melakukannya. Selain itu terkadang aku masak mie dengan eletric lunch box. Aku jarang sekali membuat makan di kost, biasanya aku membeli makanan di luar, dan memakannya di kost.
Berkat ngekost aku kenal dengan yang namanya warteg (Warung Tegal). Jujur, dulu aku anti banget sama yang namanya warteg, karena aku jarang makan makanan rumah, dan lebih prefer fast food. Tapi semenjak ngekost, warteg jadi salah satu tempat yang sering aku kunjungi. Dimana lagi tempat bisa makan ayam dan nasi dengan biaya kurang dari 10.000 ? Warteg jawabannya. Kebiasaan pilih-pilih makanan aku juga berkurang, biasanya aku cuma makan dengan makanan tertentu yang aku suka. Tetapi sekarang yang kira-kira enak dan sehat di warteg aku beli.
Pintu Kamar dilihat dari dalam
Dan dengan ngekost aku jadi lebih mandiri. Banyak hal yang biasanya aku malas melakukannya di rumah, tetapi harus dilakukan mau nggak mau di kost karena nggak ada orang  yang akan melakukannya untukku, seperti misalnya cuci piring.
Walau aku ngekost, untungnya rumahku masih satu kota, jadi aku bisa pulang seminggu sekali. Aku pulang untuk mencuci baju, karena jemuran di kost selalu penuh dan mencuci dengan tangan itu perlu banyak tenaga dan waktu. Dan aku pulang karena aku dikasih uang mingguan jika pulang.
Semoga banyak dampak positif dengan aku yang sekarang tinggal (semi) ngekost dan jauh dari keluarga ini.