UPI LEADERSHIP CAMP 2018 (Hari 1 & 2)

0

Posted by Unknown | Posted in ,


UPI Leadership Camp (ULC) merupakan kegiatan kaderisasi lanjutan di tingkat universitas yang diadakan oleh kementerian PSDO BEM REMA UPI. Kegiatannya yaitu permaterian, coaching (focus group discussion), games, dan lain-lain. Selama beberapa hari dikarantina, kita akan dididik bagaimana menjadi seorang pemimpin.
Aku ikut ULC 2018 yang dilaksanakan dari tanggal 10-13 Mei 2018 di Brigif 5 ,Cimahi. Harusnya aku ikut yang tahun kemarin, tetapi tahun kemarin aku lagi hectic karena baru masuk himpunan, dan kurang informasi tentang ULC. ULC ini memang terbuka untuk semua angkatan yang masih aktif di UPI, untuk tahun 2018 berarti dibuka untuk angkatan 2014-2017. Tetapi angkatan 2016 lebih keatas lebih banyak yang jadi panitia, sehingga yang temen seangkatan sama aku yang jadi peserta sedikit, diantaranya : Andre (Pend. Geografi 2016), Ade (Ilmu Pend. Agama Islam 2016), Adit (Pend. Seni Tari 2016), Yetno (FPOK 2016), dan lain-lain. Sebelum aku ikut ULC, aku udah kenal dengan Andre dan Ade karena kita dulu satu sektor sewaktu jadi pemandu di MOKAKU UPI 2017, tetapi aku nggak tau apa mereka masih ingat atau nggak.
ULC 4 hari ngapain aja ? Kaya Secapa ? Banyak, akan aku ceritaiin satu-satu dibawah. Nggak kaya secapa, karena kita nggak dididik oleh TNI meskipun acaranya dilaksanakan di komplek militer. Tenang, nggak ada-ada marah-marah atau pendisiplinan, karena esensi acaranya bukan itu dan buat apa juga.

~Hari Pertama (Kamis, 10 Mei 2018)~
Aku kumpul di depan Masjid Al-Furqon jam 6.40 Pagi, harusnya acaranya dimulai jam 7 tetapi terlambat sampai jam 8.30 karena menunggu peserta lain yang datang. Peserta ULC ini dari semua fakultas dan kampus daerah (KAMDA) di UPI. Aku adalah delegasi dari Department Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus dari FPBS karena aku satu-satunya peserta dari FPBS. Selain dari UPI ada juga 2 peserta lain dari IKOPIN (Institut Manajemen Koperasi Indonesia).
Jam 8.30 kami dikumpulkan di aula Masjid Al-Furqon, acaranya adalah perkenalan, pembagian kelompok dan game Komunikata. Game Komunikata adalah game menyampaikan pesan dengan hanya menggerakan mulut tanpa mengeluarkan suara. Dan ada penjelasan singkat tentang ULC dari panitia. Kami berangkat sekitar jam 9 ke tempat pelatihan menggunakan truck TNI (mobil ranger), perjalanan yang ditempuh sekitar 40 menit.
Kelompok 7 UPI Leadership Camp 2018
Sesampai disana kegiatan pertama adalah sambutan-sambutan, lalu makan siang dengan bekal yang dibawa masing-masing dan shalat Dzuhur. Di pertengahan sesudah makan sambil menunggu waktu dzuhur ada ice breaking yaitu game pesona 2 menit. Game menebak gerakan dan yang ditebak yaitu nama gedung, kegiatan, atau orang penting di UPI. Ada satu orang peraga dan satu orang penjawab, peserta dibagi 2 tim yaitu tim laki-laki dan perempuan.
Sesudahnya ada coaching dengan kelompok masing-masing. Aku termasuk dalam kelompok 7 bersama dengan Aisyah (Pend. Matematika 2017), Annisa (Ilmu Pend. Agama Islam 2017), Hana (PGPAUD KAMDA Purwakarta 2017), Nito (PGSD KAMDA Cibiru 2017), Fadel (PGSD Purwakarta 2017), Wawan (Pend. Akuntansi 2017), dan Salim (PGSD KAMDA Soreang 2016). Untuk coach kelompok adalah Sofia (Pend. Manajemen Bisnis 2015) yang adalah dirjen pengembangan dari BEM REMA UPI. Sesi coaching ini adalah perkenalan dan pembahasan tentang pemuda dan 4 pilar kebangsaan.
Sesudah Coaching ada pematerian tentang pemuda dan 4 pilar kebangsaan yang di sampaikan oleh Dr. Al Muzzammil Yusuf, Anggota DPR RI. 4 Pilar kebangsaan yaitu : UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tungga Ika. Selain itu beliau membahas tentang Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 dan Negara Hukum. Ada 5 ciri Negara hukum yaitu : Supremacy of Law, Equality Before The law, Due Process of Law, Peradilan Bebas Merdeka, dan Menjunjung tinggi HAM.
Setelah itu ada coaching lagi tentang organisasi BEM REMA UPI, dan dilanjut dengan pematerian “REMA UPI Sebagai Organisasi Strategis UPI” yang disampaikan oleh Kang Junai, Kang Sandi Irawan, dan Kang M. Ghurfon S . Di pematerian ini membahasa tentang REMA UPI yang merupakan organisasi struktural atau setara dengan rektorat. REMA UPI terdiri dari 3 badan yaitu BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa). BEM REMA mempunyai sub organisasi yaitu organisasi tingkat fakultas dan jurusan/department. DPM REMA mempunyai tugas untuk mengawas dan memberi rekomendasi terhadap BEM REMA. DPM REMA mempunyai tugas membuat undang-undang, salah satunya undang-undang pengkaderan dan undang-undang P2M. MPM merupakan organisasi yang terdiri dari para ketua umum organisasi tingkat fakultas, department/jurusan dan para ketua umum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di UPI.
Sesudah materi tentang REMA UPI adalah makan malam (dengan nasi, capcay, dan telur) lalu diskusi kelompok tentang penampilan seni. Selanjutnya ada coaching lagi tentang masalah kampus di UPI.
Setelah coaching ada pematerian tentang Problematika Kampus UPI yang disampaikan oleh Firndo Fitrian, Fauzan Irfan, dan Firda Ayu Lestari. Ada 5 masalah utama di UPI yaitu : UKT (Uang Kuliah Tunggal), IUK (Iuran Uang Kemahasiswaan), PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbada Hukum), MWA (Majelis Walis Amanat), dan Fasilitas di kampus daerah yang kurang memadai. Sesudah pematerian ada diskusi dengan kelompok besar lalu ada simulasi aksi bagaimana cara lobbying dan advokasi dengan rektor tentang masalah kampus.
Simulasi merupakan agenda terakhir hari ini. Sekitar jam 12 malam kami pergi ke barak untuk tidur. Keadaan di dalam barak kosong layaknya aula tidak ada ranjang dan lemari, kami tidur hanya dengan matras dan sleeping bag.

~Hari Kedua (Jumat, 10 Mei 2018)~
Hari kedua kami dibangunkan sekitar jam 4.30 pagi untuk melaksanakan shalat subuh. Sesudahnya kami kembali ke barak untuk berganti pakaian dengan pakaian olahraga karena kami akan melaksanakan olahraga.
Kami olahraga di lapang depan barak, instrukturnya merupakan anak FPOK UPI. Olahraga diawali dengan pemanasan, lalu dilanjutkan dengan lari keliling lapangan dan game mencari pasangan sesuai jumlah peluit. Jika peluit ditiup 3 kali maka harus berkumpul 3 orang, dan jika peluit ditiup 4 kali maka harus berkumpul 4 orang, dan seterusnya. Ada hukuman bagi kelompok yang tidak mencapai jumlah yang telah ditetapkan, yaitu push up sebanyak 10 kali. Sesudahnya laki-laki dan perempuan dipisah karena berbeda game. Laki-laki bermain tarik tambang dan perempuan bermain catch me if you can. Sama seperti sebelumnya, yang kalah mendapat hukuman, hukuman kali ini adalah push up ditambah menggendong temannya sejauh setengah lapangan, namun hukumannya khusus laki-laki karena di game perempuan tidak ada yang kalah ataupun menang.
Sesudah olahraga kami pergi mandi. Di area kamar mandi ada shower rusak dan bilik kamar mandi dengan pintu yang rusak, selain itu ada bak besar tanpa air dengan gayung di luar. Karena yang bisa digunakan hanya bilik kamar mandi, kami jadinya mandi disana. Kami harus mengangkat pintu yang rusak untuk menutup kamar mandi, itupun tidak tertutup sempurna. Dan air disana kotor. Seriously I paid Rp 110.000 for this ? For that barack and the bathroom ? I think I could get more than this.
Sesudah mandi kami sarapan di depan barang dengan nasi kuning. Ada ice breaking sebelum kami sarapan yaitu bermain game panggil nama teman.  Setelah sarapan kami pergi ke aula untuk pematerian. Pematerinya adalah Hamda Ardiansyah, mantan presiden REMA UPI, materinya tentang Masalah Kampus & Advokasi. Beliau bercerita tentang masalah kampus, cara mengadvokasi, dan tipe mahasiswa. Ada 2 tipe yang tidak aktif di isu kampus yaitu : (1) Mahasiswa yang tidak tahu, dan (2) mahasiswa yang tidak mau tahu.
Coaching + Olahraga
Selanjutnya ada sesi coaching, di sesi coaching ini kami mengobrol tentang analisis kebijakan publik. Sesudah coaching ada pematerian tentang analisis kebijakan publik yang disampaikan oleh Andi Rahmat, mantan anggota DPR RI. Kebijakan publik merupakan kebijakan yang berlaku luas dan memiliki 3 unsur yaitu : Sumber Legimitasi Kebijakan, Alat Kebijakan, dan Dampak kebijakan.
Sesudah pematerian laki-laki kembali ke barak untuk persiapan shalat Jumat dan perempuan tetap di aula untuk keputrian. Jarak dari barak/aula ke masjid terdekat sangatlah jauh, sekitar 2-3 KM, atau kira-kira seperti jarak Kampus UPI Bumi Siliwangi ke Borma Setiabudi.
Setelah shalat Jumat selesai kami makan siang dengan nasi, tempe pedas, dan sayur toge. Dilanjut dengan diskusi penampilan kelompok sekitar 10 menit, dan sesudahnya kami ada pematerian lagi tentang Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Pemerintah, yang disampaikan oleh Retas Amjad, dan Fajar Abdulah Azam.
Sesudah pematerian, dari 10 kelompok kami dibagi menjadi 4 fraksi. 4 Fraksi ini akan digunakan dalam pemilihan ketua angkatan ULC 2018. Setiap fraksi mencalonkan 2 orang calon ketua angkatan. Dan fungsi dari ketua angkatan ini adalah untuk memimpin social project yang akan kami laksanakan setelah kegiatan ULC ini berakhir.
Setelah diskusi panjang dan mendapat 8 calon ketua angkatan, kegiatan dilanjutkan dengan pematerian Pendidikan Sebagai Kunci Kemajuan Bangsa, yang disampaikan oleh Andika Ramadhan Febriansyah. Beliau bercerita tentang pendidikan di berbagai belahan dunia seperti di Cuba, Korea Selatan, dan lain-lain. Beliaupun berkata bahwa guru di Indonesia tidak dihargai. Guru harus sejahtera dan dihargai sehingga guru tidak hanya mikirin perut (makan) tetapi juga berpikir bagaimana berinovasi dalam pendidikan.
Sesudah pematerian kami isoma. Kami makan malam dengan nasi, telur, dan tahu. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan diskusi perfraksi tentang social project. Setiap fraksi mengajukan social project yang nanti akan didiskusikan dan dimusyawarahkan untuk dipilih satu yang akan dijalani. Setelah diskusi lalu kami kembali ke barak sekitar pukul 10 malam untuk tidur.


Mohon maaf bila ada kesalahan nama

Kehidupan Kostku - Part 3 (Ketemu Online)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah satu semester aku tinggal di kost, dan aku belum kenal satu tetanggapun. Aku hanya kenal Ibu dan Bapa Kostku, itupun nggak terlalu kenal. Aku sering melihat atau berpapasan dengan tetanggaku beberapa kali. Dan itu hanya berujung lihat-lihatan tanpa komunikasi, karena seringkali kita bertemu dalam posisi harus cepat ke kampus karena kuliah pagi.
Kadang sedih, ngerasa sendiri di kost. Tapi aku punya sisi dimana aku sulit untuk kenalan dengan orang baru tanpa suatu paksaan atau takdir, ya bisa dibilang introvert dengan sedikit anti sosial. Dalam setiap doaku, aku selalu berdoa "Ya Tuhan, perkenalkanlah aku dengan tetangga kostanku". Doa itu aku panjatkan setiap aku ibadah sejak aku mulai ngekost.
And then, a week before UAS semester 3. Pas aku lagi buru-buru ke kampus karena telat kuliah, nggak sengaja aku nabrak orang di tangga. Dia bilang "Maaf-maaf" terus langsung pergi ke atas, mugkin karena buru-buru. Dan bodohnya aku malah bengong di tangga sampai dia pergi, nggak bilang maaf atau apapun. Terus otak aku conect "Oh itu akang (kakak) yang di kamar sebelah aku, cuma kepisah tangga". Karena dia udah pergi, ya udah aku juga pergi langsung karena kuliah di mulai 10 menit lagi.
2 bulan berlalu, aku nggak pernah berpapasan dengan tetangga lagi. Dan akhir-akhir ini aku lagi menggunakan suatu "Chating Apps" , bisa dibilang ini applikasi buat orang-orang kesepian atau cari teman. Walau ya, aku nggak se-ngenes itu. Kadang applikasi ini juga nge-match kita dengan orang random, regardless it gender, sex, and race.
Lalu suatu malam, ada chat masuk. Di liat dari jaraknya dekat sekali, kurang dari 10 meter. Dia bilang “Dimana ? Kok deket banget, anak UPI ?” , terus aku jawab “Ya, aku di Geger Kalong Girang”, lalu dia membalas “Kost disana ? Saya ngekost di kost yang warna hijau”. Sesudah itu kami lanjut bercakap-cakap dan tukeran kontak Whatsapp.
Di Whatsapp kami mengobrol banyak dan janjian untuk meetup untuk ngobrol-ngobrol malam ini sekitar jam 9 malam karena dia ada kerja kelompok sebelumnya. Sembari nunggu dia, aku keluar nyari makan dan sempet liat bahwa kost berwarna hijau adalah gedung kost disebelahku.
Sekitar jam 9 malam aku sudah di kamar dan mendengar Ibu kost menyapa seseorang di Lantai 1, “Baru pulang ? Malam sekali” , “Ya Bu, baru pulang kerja kelompok” sahut seorang lelaki yang lalu dia naik keatas dan membuka suatu pintu kamar.  Beberapa saat kemudian ada chat masuk dari dia di whatsapps, “Jadi ngobrol-ngobrol ? saya sudah pulang” , “Wait, kost kamu berapa lantai ? soalnya tetangga aku juga baru balik” tanyaku, lalu dia menjawab “4 lantai”, “Kamu tinggal di lantai ?” tanyaku lagi, “Saya di lantai 2, kamar nomor 3 dekat tangga” jawabnya.
Aku sempet mikir, kost 4 lantai dengan kamar no. 3 deket tangga, cocok sekali dengan deskripsi kost aku. Aku lalu menjawab chat dia lagi “Jangan-jangan kita sekost” . Setelah mengirim chat tersebut aku lalu keluar dan mengunci kamar kostku lalu pergi ke kamar no.3 untuk memotret pintunya yang kemudian aku kirimkan ke dia. “Bangunan dan kamar yang ini bukan ?” tanyaku. “Wah sekost hahaha” jawabnya, lalu aku membalas “Pantes deket banget”. Memang dekat sekali kamarnya, hanya sekitar 1 meter dari kamarku.
Kemudian, aku mengetok pintu kamarnya, lalu kita mengobrol-ngobrol di kamar kostnya. Kita nggak pergi ngobrol di luar karena percuma, kita tinggal satu atap dan udah terlalu malas untuk pergi keluar. Aku ngobrol sama dia cukup lama sampai tengah malam. Dari obrolan kita aku baru tahu bahwa dia adalah mahasiswa S3 di UPI, dan lagi mengerjakan tesis. Oh ya nama dia Boy, dia berasal dari Palu, Sulawesi.
Akhirnya aku ada orang yang aku kenal di kost tetapi walau kenal kita nggak terlalu dekat karena sama-sama sibuk dan jarang di kost. Aku sesekali main ke kamarnya atau sebaliknya untuk ngobrol-ngobrol atau menghabiskan waktu bersama seperti mengerjakan tugas (yang tentu saja tugas kita sangat berbeda).

Dan beberapa minggu setelah aku kenal dengan Boy. Aku ngelihat akang yang dikamar no. 1 lagi packing dan pindahan, sepertinya dia pindah ke kamar no.7 (kamar ini dulunya kosong). Sehingga kamar no.1 jadi kosong. Dan aku nggak pernah melihat lagi penghuni dari kamar no.2 . Untuk akang di kamar B & D aku beberapa kali berpapasan tetapi tetap tidak ada interaksi, mungkin dilain waktu kita bisa berkenalan. Aku juga berpasasan dengan beberapa tetangga misterius yang lain, aku pikir aku perlu bersosialiasasi lebih banyak.

Kehidupan Kostku – Part 2 (Tetangga yang Individualis)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Sudah beberapa bulan aku tinggal kost, pertanyaan yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan tetangga ? Apakah kamu bersosialiasi dengan mereka ?” Jawabannya bisa ya, bisa tidak.
Kostanku termasuk kostan homogen, dimana seluruh penghuninya (kecuali landlord) adalah laki-laki. Kostanku terdiri dari 4 lantai, ada 8 kamar bernomor dan 4 kamar tanpa nomor (yang biasanya aku sebut kamar A-D). Lantai 1 adalah kediaman landlord atau pemilik kost, lantai 2 terdiri dari 7 kamar, lantai 3 terdiri dari 3 kamar, dan lantai 4 terdiri dari 2 kamar. Setiap lantai memiliki 1 kamar mandi, dan beberapa kamar memiliki kamar mandi di dalam.
Lantai 1 merupakan lantai dimana landlord tinggal. Sebenarnya di lantai ini ada 2 kamar, namun diisi oleh kerabat dari landlord.
Lantai 2 terdiri dari kamar nomor 1-3 dan kamar A-D. Aku tinggal di lantai ini, dan aku tahu semua penghuni di lantai ini (tahu, bukan kenal). Lantai 2 juga merupakan lantai paling berisik selain lantai 1. Tentu saja semua yang tinggal di lantai atas, mau nggak mau harus melewati lantai ini. Lantai ini juga mempunyai jalur ke jemuran outdoor. Jemuran terletak di atas kamar A-D.
Lantai 3 terdiri dari 3 kamar, kamar nomor 4-6. Lantai ini merupakan lantai paling sepi, dan aku belum pernah sama sekali melihat penghuni dari kamar-kamar di lantai ini.
Lantai 4 terdiri dari 2 kamar, kamar nomor 7-8 . Di lantai ini ada jemuran indoor mini, dan juga satu kasur outdoor yang aku nggak tau kegunaannya apa. Aku pernah beberapa kali berpapasan dan bertemu dengan penghuni kamar lantai ini.
Suasana Lorong Kamar A-D
Semua penghuni di kostan ini adalah tipe orang yang individualis (termasuk aku), kami tidak saling kenal, mungkin beberapa ada yang saling kenal, tetapi tidak ada yang kenal dengan semua penghuni kecuali landlord. Jika ada di dalam kamar, kami semua menutup pintu, kecuali jika ada tamu atau teman berkunjung makan pintu kamar akan dibuka sedikit. Hal inilah yang mungkin jadi salah satu alasan kenapa kami tidak saling mengenal.
Sebenarnya aku mau banget kenal sama mereka, tetapi tidak ada usaha dari kedua belah pihak. Aku tipe orang Introvert dan sedikit anti sosial, aku sangat susah untuk memulai hubungan atau percakapan duluan. Dan aku sering merasa kurang nyaman dengan orang asing.
Mungkin kalian berpikir kenapa nggak dicoba ? Aku udah coba tetapi itu merupakan salah satu hal paling sulit untuk dilakukan. Dan beberapa dari mereka kebannyakan saat aku pergi ke kampus, mereka belum bangun. Saat aku mau tidur mereka baru pulang. Jadi, schedulle juga jadi problem aku buat kenalan. Aku beberapa kali berpapasan dengan salah satu dari mereka, tetapi kami hanya lewat tanpa melakukan interaksi apapun.
Dibawah ini aku melampirkan beberapa ciri-ciri tetanggaku, masih merupakan hipotesis karena aku belum mengenal mereka :

~Penghuni Kamar Nomor 1~
Dia mungkin maru, tingginya sekitar 170 cm dan berkumis tipis. Pemain Mobile Legend , kadang suka berisik kalau main Mobile Legend. Punya teman dekat yang tinggal di lantai atas. Punya kipas angin dan suka berpakaian pendek (apa dia nggak kedinginan ?). Orang yang paling sering ‘Open Door’ dibanding penghuni lain di lantai 2.
~Penghuni Kamar Nomor 2~
Merupakan orang asing atau Foreign berkulit hitam, badannya tinggi besar. Aku tidak tau dia berasal dari negara mana, tetapi dia lumayan fasih berbicara Bahasa Indonesia, mungkin dia mahasiswa asing. Dia seorang muslim, karena aku pernah berpapasan dengan dia di masjid. Terkadang malam-malam dia menelepon sesorang dengan bahasa asing yang aku tak mengerti.
~Penghuni Kamar Nomor 3~
Namanya Boy, anak S3 UPI, mungkin dia orang yang literary aku kenal di kost, selain landlord. Di berasal dari Palu, Sulawesi. Kelahiran tahun 1995 , cukup muda untuk seorang mahasiswa S3. Tingginya sekitar 175 cm dan lumayan kurus. Uniknya aku kenal dia secara online, bukan dari real life.

~Penghuni Kamar A~
It is my room, what do you want to know about me ?
~Penghuni Kamar B~
Penghuni kamar di depan kamar aku. Kalau nggak salah namanya Ardi (Aku dengar waktu dia ngobrol). Orang Jawa, bisa aku dengar dari logat dan cara bicaranya. Tingginya sekitar 170 cm dan memakai kacamata. Dia pandai bermain gitar. Dia kadang suka keluar malam, diatas jam 9 malam, kadang sendiri atau sama temannya di jemput. Dia juga punya motor. Walau jarak kamar kita mungkin hanya sekitar 60 cm, kita belum pernah berkomunikasi sama sekali.
~Penghuni Kamar C~
Penghuni kamar ini adalah Pa Boriel, bapa kostku, kadang kepokannya juga suka berada di kamar ini.
~Penghuni Kamar D~
Penguni kamar ini namanya “…Nang…” , aku nggak tau nama lengkapnya, namun, temannya suka memanggil dia dengan panggilan “Nang” Tingginya sekitar 170 cm dan dia anak UPI, karena aku pernah dengar dia ngobrol tentang BAQI (UKM membaca quran di UPI). Dan dia juga anak theater.

~Tetangga Misterius 1~
Tetangga misterius pertama adalah teman dekat dari penghuni kamar nomor 1, kemungkinan dia tinggal di kamar nomor 8 (lantai 4).
~Tetangga Misterius 2~
Tetangga misterius yang kedua pernah aku temui saat dia sedang pindahan, dan dia membawa TV. Tetapi kita tidak sempat berkomunikasi karena saat itu aku sedang buru-buru mau pelatihan pemandu MOKAKU. Kemungkinan dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 3~
Tetangga misterius yang ketiga tidak pernah aku liat wujudnya. Satu hal yang aku tau dia anak PSM UPI (Paduan Suara Mahasiswa UPI), karena aku pernah dengar percakapan dia dari dalam kamarku tentang dia baru pulang latihan PSM, dan temannya di PSM mempunyai pacar di kostanku.Kemungkinan dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 4~
            Tetangga misterius keempat merupakan pacar dari temannya tetangga misterius 3. Dia kemungkinan besar tinggal di lantai 2, tapi bisa saja dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 5~
            Tetangga misterius kelima namanya Agung. Aku belum pernah liat wujudnya, tetapi pernah dipanggil Ibu Kost saat menagih uang listrik. Dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 6~
            Tetangga misterius kelima namanya Ran. Aku nggak tau dia siapa, tetapi aku pernah melihat sebuah kerta berisi nama ini di tong sampah. Kemungkinan tinggal di lantai 2.


Itulah tetangga-tetangga kost yang aku ketahui, semoga kedepannya aku bisa kenal dan lebih banyak bersosialisasi dengan mereka. Dan informasi soal tetangga belum tentu 100% benar, karena masih merupakan opini pribadi aku. Tentang tetangga misterius, bisa saja beberapa dari mereka adalah orang yang sama, maksudku seperti tentangga misterius 4, bisa saja dia salah satu dari penghuni kamar 1-3 atau B-D.

Kehidupan Kostku – Part 1 (Hidup Baru di daerah baru)

0

Posted by Unknown | Posted in , ,

Semester 3 adalah salah satu moment yang merubah hidupku. Di semester ini aku mulai hidup mandiri, aku memutuskan untuk mulai ngekost di semester ini. Aku kuliah di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) , salah satu kampus negeri yang terletak di Bandung Utara, tepatnya di Jalan Setiabudi. Sementara rumahku berada di daerah Turangga, Bandung Timur. Jarak dari rumah ke kampus sekitar 11 kilometer, dan dua semester pertama aku habiskan dengan pulang-pergi yang kira-kira memakan waktu 1 jam, dan sangat melelahkan. Karena itulah aku memutuskan untuk ngekost.
Pas libur panjang aku nyari kost ke daerah Geger Kalong bersama keluarga, nggak butuh waktu lama untuk mencari, karena sewaktu nyari kost, kami dibantu oleh tukang ojek. Aku kost di daerah Geger Kalong Girang, dekat masjid DT (Daarut Tauhiid), sebuah masjid kepunyaan AA Gym.
Suasana Kamar (Belum Unpacking)
Pada tanggal 21 Agustus 2017, adalah hari pertama aku di kost sekaligus kepindahanku. Aku membawa banyak barang untuk survive di kost. Harga kostku sudah sepaket dengan karpet, kasur, dan lemari 3 tingkat, jadi aku tinggal membawa barang-barang yang belum ada. Aku membawa electric lunch box, toaster, setrika, dan 2 box kain serbaguna. Keluargaku tidak menginzinkan aku membawa rice cooker, mereka mengizinkanku membawa yang lain, namun tidak dengan rice cooker. Menurut mereka akan mubazir jika aku masak nasi di kost.
Kamar kostku mempunyai kamar mandi di dalam, jadi aku membawa ember dan gayung. Aku memilih kamar mandi di dalam karena aku tipe orang yang menghabiskan waktu lama di kamar mandi, kadang bisa sampai 1 jam, tergantung apa yang aku lakukan di kamar mandi. And off couse I need more privacy.
Suasana Kamar Mandi
Kamar Kostku tidak terlalu luas, mungkin sekitar 3*3 meter persegi. Ada satu jendela, namun jendela dalam ruangan, yang menghadap ke kamar-kamar lainnya. Karena terletak di Bandung Utara, suhu di sekitar kostku lebih dingin daripada di rumahku, apalagi kalau pagi atau saat hujan. Aku mendekorasi kamar kostku dengan lampu tumblr (lampu natal) dan 5 poster dari girlband favoriteku. Lampu tumblr ini aku jadikan lampu tidurku, kalau dinyalakan akan memberikan efek relaksasi dan romantis, yang nyaman untuk tidur.
Roti menjadi makanan pokokku di kost. Pertama, karena aku tidak punya rice cooker. Kedua, roti lebih praktis dan mudah didapat.  Dan Ketiga, tidak ada dapur di kostanku. Sebenarnya aku bisa saja masak nasi dengan electric lunch box, tetapi aku terlalu malas untuk melakukannya. Selain itu terkadang aku masak mie dengan eletric lunch box. Aku jarang sekali membuat makan di kost, biasanya aku membeli makanan di luar, dan memakannya di kost.
Berkat ngekost aku kenal dengan yang namanya warteg (Warung Tegal). Jujur, dulu aku anti banget sama yang namanya warteg, karena aku jarang makan makanan rumah, dan lebih prefer fast food. Tapi semenjak ngekost, warteg jadi salah satu tempat yang sering aku kunjungi. Dimana lagi tempat bisa makan ayam dan nasi dengan biaya kurang dari 10.000 ? Warteg jawabannya. Kebiasaan pilih-pilih makanan aku juga berkurang, biasanya aku cuma makan dengan makanan tertentu yang aku suka. Tetapi sekarang yang kira-kira enak dan sehat di warteg aku beli.
Pintu Kamar dilihat dari dalam
Dan dengan ngekost aku jadi lebih mandiri. Banyak hal yang biasanya aku malas melakukannya di rumah, tetapi harus dilakukan mau nggak mau di kost karena nggak ada orang  yang akan melakukannya untukku, seperti misalnya cuci piring.
Walau aku ngekost, untungnya rumahku masih satu kota, jadi aku bisa pulang seminggu sekali. Aku pulang untuk mencuci baju, karena jemuran di kost selalu penuh dan mencuci dengan tangan itu perlu banyak tenaga dan waktu. Dan aku pulang karena aku dikasih uang mingguan jika pulang.
Semoga banyak dampak positif dengan aku yang sekarang tinggal (semi) ngekost dan jauh dari keluarga ini.

MYSTICIS (Penampilan Kelas Pendidikan A) at LEAP : UNIVERSUM

0

Posted by Unknown | Posted in ,




Mysticis merupakan nama penampilan  kelas aku di pagelaran ABS (Apreasiasi Bahasa dan Seni), “LEAP : Universum” . Mysticis berasal dari bahasa latin yang artinya mystic / mistik. Mistik adalah hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia yang biasa (KBBI, 2016).
Sesuai namanya, tema penampilan kelas aku adalah “Supranatural / Supernatural”. Tema suprantural itu sangat luas, dan mungkin kalau kalian mendengar kata ini, pasti dipikiran kalian akan muncul kata-kata seperti hantu, telekinesis, sihir, zombie, vampire, werewolf, etc. Aku dan teman-teman aku juga berpikir seperti itu, tetapi kami mempersempit tema dengan mengadaptasi tema hal-hal gaib dan supernatural di Indonesia. Dan kami akan menampilkan drama tari dari kisah-kisah supernatural di Indonesia
Back to the past, tema kami awalnya bukanlah supernatural melainkan “Magical World”. Konsep awal dari penampilan kelas adalah fashion show, jadi kita akan fashion show dengan pakaian-pakaian dari magical world seperti Harry Potter. Tetapi konsep itu harus kami scrap karena kami masih bingung akan pengembangan konsepnya.
Kelas Pendidikan Bahasa Inggris A UPI 2016
Lalu kelas kami berganti tema menjadi “Cartoon World” . Konsepnya kami akan bernyanyi dan menari OST dari kartun-kartun seperti Upin Ipin, Doraemon, Sailor Moon, Crayon Shincan, Chalk Zone, Dhany Phantom, etc. Tapi konsep ini terpaksa kami scrap juga karena belum matang dan dosen kami ingin agar kami menampilan sesuatu yang “berbudaya”.
Akhirnya pilihan kami jatuh kepada tema suprantural. Kami dibagi ke beberapa kelompok, dimana setiap kelompok menampilkan drama tari atau ritual dari kisah/legenda gaib di Indonesia. Setiap kelompok terdiri dari 6 – 9 orang.
Awalnya ada 5 kelompok : Kelompok Nyi Roro Kidul, Kelompok Jalangkung, Kelompok Keraton Merapi, Kelompok Jamu Gendong, Kelompok Kuda Lumping. Tetapi di tengah-tengah ada beberapa kelompok yang harus dirombak. Kelompok Jalangkung merubah konsep menjadi Kelompok Nyi Ronggeng, Kelompok Jamu Gendong merubah konsep menjadi Kelompok Sintren, dan Kelompok Merapi terpecah sehingga hanya menyisakan 4 kelompok. Anggota dari Kelompok Merapi disebar ke 4 kelompok lainnya.
Kami cukup mempunyai nyali untuk mengambil tema dan konsep ini. Beberapa kakak tingkat sudah memperingati kami untuk berhati-hati karena sempat ada kejadian di tahun sebelumnya ada sosok tak kasat mata yang ikut tampil dalam penampilan bertema gaib. Untunglah di penampilan kami tidak ada apa-apa (tbh, I haven’t see the video of our performance until I wrote this).
Setiap penampilan diawali dengan narasi tentang background story dari setiap kisah. Narasi ini dibacakan oleh KM aku, yaitu Farhan. Dan sekarang, aku bakal jelasin penampilan dari setiap kelompok, sesuai urutan penampilan.

1.      The Legend of Nyi Roro Kidul
Choreography by : Regina R. , Irish Puti A. , & Team Roro
Wardrobe by : Leboy Costume
Makeup by : Alifia Sabila Y.
“The Legend of Nyi Roro Kidul” diadaptasi dari kisah Nyi Roro Kidul, penguasa gaib pantai selatan dalam kepercayaan Jawa & Bali.  Bercerita tentang Nyi Roro Kidul & dayang-dayangnya. Kelompok ini terdiri dari Regina, Fikri, Farhan, Ein, Suci, Irish, Maytsa, Ranap, dan Emalisa.
Kelompok Nyi Roro Kidul
Awal penampilan dimulai dengan dayang-dayang Nyi Roro Kidul menari berpasangan dan membentuk formasi. Lalu Nyi Roro Kidul yang diperankan oleh Regina, datang dari arah penonton bersama para pengawal prianya. Kemudian mereka semua menari bersama.
Adegan selanjutnya adalah adegan Nyi Roro Kidul jatuh ke laut. Laut digambarkan oleh kain berwarna biru muda. Dan Nyi Roro Kidul tidak jatuh ke kain itu, melainkan ke pangkuan dayang-dayangnya. Sesudah jatuh, Nyi Roro Kidul kembali bangkit untuk menjadi penguasa laut selatan, lalu semua kembali menari bersama sampai penampilan selesai.

2.      The Curse of Ronggeng Dancer
Choreography by : Rini Setiani & Team Ronggeng
Wardrobe by : Leboy Costume
Makeup by : Prisly Sanihadiati P.
“The Curse of Ronggeng Dancer” diadaptasi dari kisah Nyi Ratna Herang. Nyi Ratna Herang merupakan penari ronggeng dengan kecantikan sempurna, yang terbunuh dan mengeluarkan kutukan “Di daerah ini, tidak akan ada perempuan yang secantik dirinya sampai umur 19 tahun”. Ada beberapa versi cerita, terutama tentang siapa yang membunuh Nyi Ratna Herang. Kalian bisa mencari cerita lengkapnya di google. Kelompok ini terdiri dari Jesika, Aulia, Daisy, Amalia, Khansa, Lidya, dan aku (Ryandi).
Kelompok Nyi Ronggeng
Pertunjukan dimulai dengan empat orang penari perempuan (Lidya, Amalia, Daisy, Khansa) masuk sambil membawa cauldron (Pot dukun / Tempat yang suka dipakai dukun). Cauldron yang berisi kemenyan itu kemudian ditaruh dipinggir dan penari memberi penghormatan kepada cauldron itu lalu mereka mulai menari. Adegan pertama adalah tentang ronggeng perempuan, menceritakan kehebatan wanita yang derajatnya lebih tinggi daripada pria.
Adegan kedua masuklah para pria, yaitu aku (Ryandi), Jesika dan Aulia. Jesika dan Aulia aslinya adalah perempuan, namun mereka beracting menjadi laki-laki disini, karena kita kekurangan laki-laki. Di adegan ini para pria awalnya berpasangan, namun pada akhirnya mereka memperebutkan satu penari ronggeng. Adegan pembunuhan sengaja tidak kami masukan karena masalah property dan waktu. Penampilan diakhiri dengan keluarnya para penari ronggeng wanita diikuti para penari pria.

3.      The Mystery of Kuda Lumping
Choreography by : Annisa N. & Team Lumping
Wardrobe by : Evoy Production
Makeup by : Annisa N. , Ulfah K. , Denti R.
Kelompok Kuda Lumping
“The Mysteri of Kuda Lumping” diadaptasi dari kesenian Kuda Lumping. Kuda lumping merupakan tari traditional dengan properti kuda dari anyaman bambu. Biasanya penari kuda lumping melakukan atraksi seperti keserupan dan makan beling. Tetapi atraksi tersebut tidak ditampilakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kelompok ini terdiri dari Annisa, Ulfah, Denti, Fresa, Leli, Lola, dan Melby.
Pada awal penampilan, Melby melakukan gerakan silat untuk memanggil para penunggang kuda. Lalu setelah itu datanglah ke-enam penari kuda lumping dengan diiringi musik dan suara kuda. Mereka menari berpasang-pasangan.

4.      The Ritual of Sintren
Choreography by : Lala W. & Team Sintren
Wardrobe by : Evoy Production
Makeup by : Ellen C. , Inneke Cika W.
“The Ritual of Sintren” diadaptasi dari kesenian Sintren. Sintren adalah kesenian tari asal Jawa Barat yang dibawakan oleh seorang gadis yang masih suci (belum pubertas). Gadis tersebut akan dimasukan ke dalam kurungan ayam dan diberi mantra oleh sang pawang. Jika berhasil, maka gadis itu akan keluar kandang ayam dengan sudah berdandan cantik dan dalam keadaan kesurupan. Gadis ini akan menari dalam keadaaan kesurupan. Kelompok ini terdiri dari Rizal, Ellen, Karima, Galis, Sarah, Lala, Meutia, Inneke, dan Ginar.
Kelompok Sintren
Awal penampilan sang dukun yaitu Rizal membacakan mantra didepan cauldron yang berisi kemenyan, arang, dan kelopak bunga. Dibelakangnya, pawang yaitu Ellen, Karima, Galis, dan Sarah, menutup sang penari sintren dengan kain hitam. Lalu mereka mengelilingi sang penari sintren sambil menebarkan kelopak bunga.
Ketika persembahan sudah dirasa cukup maka dibukalah kain hitam itu. Dibalik kain itu, sang penari sintren yaitu Lala, Meutia, Inneke, dan Ginar sudah berdandan cantik lengkap dengan topeng sebagai hiasan. Mereka menari sampai kehabisan energi. Jika energi mereka mulai habis, sang dukun akan menabur bunga dan mereka akan siap menari lagi. Disini semuanya hanyalah acting, tidak ada yang benar-benar kesurupan, dan mantra yang dibacakan adalah mantra bohongan.

            Disetiap penampilan ada seseorang yang menjadi benang merah, orang tersebut adalah Hamid yang berasal dari kelas lain. Alur dari semua penampilan kami adalah Hamid seseorang penjelajah dimensi masuk kedalam dimensi gaib dan menemukan sebuah buku. Buku itu kemudian bercerita ke Hamid tentang 4 kisah yang kami tampilkan.
            Di akhir penampilan, Hamid menutup bukunya lalu semua tokoh dari keempat cerita itu datang kepadanya. Salah satu tokoh lalu memberi fragment dimensi kepada Hamid. Fragment ini diperlukan untuk menyatukan keempat kelas dan agar hamid bisa kembali ke dimensinya sendiri. Sesudah Hamid mendapat fragment, kami semua hormat kepada penonton dan pertunjukan Mysticis pun selesai.

Aku menyertakan audio narasi penampilan dalam video dibawah ini, jika kalian mau dengar. Tetapi untuk audio musik penampilan tidak bisa aku lampirkan, karena banyak hal seperti misalnya copyright.