P2M ESA UPI 2017 Day 1 - 3

0

Posted by Unknown | Posted in , ,



P2M (Pengabdian Pada Masyarakat) adalah salah satu proker Insidental dari ESA (English Student Associantion) UPI. Insidental artinya proker tersebut melibatkan seluruh elemen dalam himpunan yaitu badan eksekutif, badan legislatif, dan warga lainnya.

Tahun ini adalah kali pertama aku ikut P2M karena memang aku baru masuk tahun kemarin. P2M ESA 2017 diadakan di Kampung / Dusun Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dan diadakan dari tanggal 13 - 18 Juni 2017.

~Day 1 (13 Juni 2017)~
Jam 6 pagi kami berkumpul di Masjid Al-furqon untuk bersiap-siap berangkat. Sebelum berangkat kami diberi pembekalan (ceramah) dan pelepasan oleh dosen. Kami berangkat menggunakan mobil ranger. Perjalanan sekitar 3 jam dari UPl. Kami sampai jam 11 siang di lokasi. Sesampai disana kami istirahat sebentar di posko. Ada 2 posko, posko cowok dan posko cewek, namun tidak ada batasan untuk memasuki kedua posko tersebut, setiap orang bisa memasuki kedua posko itu kapanpun. Posko cewek dipakai untuk memasak dan makan malam sementara posko cowok dipakai untuk menaruh benda. Kami memakai gedung posyandu sebagai posko. Kedua posko berada di RW 3.

Tok-Tak / Bulu Tangkis
Sesudah dari posko kami mengadakan opening ceremony. Ada sambutan-sambutan lalu penerimaan oleh warga desa. lalu setelah itu kami pergi ke kost atau homestay masing-masing, yang akan kami tinggali selama 6 hari kedepan. Ada total 22 kost di 4 RW termasuk posko, 1 rumah terdiri dari 4 orang dan aku kebagian kost nomor 6 di RW 2. Guest family aku adalah ketua dusun 1 Cibolang.

Kita istirahat sebentar di kost lalu ke lapangan bulu tangkis untuk agenda Tok Tak. Tok Tak adalah permainan bulu tangkis untuk anak. Sebenarnya agenda ini seharusnya untuk remaja, tetapi karena antusias anak-anak lebih besar maka jadinya untuk anak-anak. Sesudah Tok Tak kami berbuka puasa dan makan malam bersama, untuk menu berbuka telah disiapkan oleh seksi konsumsi. Kami makan malam hanya dengan menu telur dadar. Lalu setalah itu dilanjutkan dengan shalat tarawih.

Sesudah shalat tarawih kami melaksanakan evaluasi harian. Tidak banyak yang harus dievaluasi hari ini karena masih hari pertama. Sebelum pergi ke kost masing kami diberi bahan makanan oleh seksi konsumsi yang harus kami masak sendiri untuk sahur. Bahan yang diberikan hari ini yaitu tauge, tahu dan bumbu racikan. Penghuni kostanku menitipkan bahan makanan kepada kostan 7 untuk dimasak, karena di kostan hanya aku yang bisa dan sempat memasak.

~Day 2 (14 Juni 2017)~
Kami bangun jam 3 pagi untuk mengambil nasi di posko untuk dibawa ke kost masing-masing. Untuk nasi memang diberi dari posko tetapi untuk sahur kami memasak sendiri di kost,untuk kostan aku (kost 6) kami mengambil lauk di kost 7. Kami makan sahur di kost masing-masing.

Jam 7 pagi kami briefing pendidikan karena jam 8 kami ada agenda mengajar di TK dan SD. Di pagi hari sempat ada miss-communication antara pengajar, penanggung jawab (PJ) sekolah, dan seksi pendidikan. Jadi banyak dari pengajar yang telat datang ke SD / TK, termasuk PJ sekolah yang saat itu adalah teh Destian, dia telat datang ke lokasi karena nyasar tidak tahu dimana SD. Dengan SDM seadanya, tepat jam 8 kami mulai mengajar di TK dan SD. Hari ini aku kebagian mengajar kelas 3 SD dengan materi color. Aku dapet partner Daday, teman satu angkatanku dari jurusan sastra. Anak-anak disini sangatlah pintar dan cepat menyerap materi, di menit-menit terakhir aku dan Daday sempat kebingungan harus ngapain lagi karena mereka sudah pada mahir.
 
Anak-anak kelas 3 SD Tanara
Aku di P2M ini sebagai staff dari seksi pendidikan. Aku kebagian jadi untuk menyusun silabus SD, aku menyusun silabus berdasarkan silabus tahun lalu dengan penambahan dan pengurangan. Silabus yang aku buat mengalami revisi berkali-kali disesuaikan dengan kondisi anak-anaknya. Karena ada anak yang slow learning ada juga yang fast learning. Untuk yang mau download silabusnya aku sertain link dibawah, silakan download buat referensi kalian.

Sesudah mengajar kami istirahat dan ada agenda Tablig Akbar di masjid. Penceramahnya adalah seorang ustad. Target dari acara ini adalah orang tua, tetapi yang banyak datang malah anak-anak.

Sesudah Tablig Akbar ada agenda perlombaan untuk anak-anak, ada lomba memasukan pensil ke dalam botol, memindahkan air, dan memecahkan balon berisi air. Seharusnya ada 7 lomba tetapi karena keterbatasan waktu dan faktor cuaca jadi yang dilaksanakan hanya 3 lomba.

Sesudah perlombaan, kami buka puasa dan makan malam dengan sup sayur. Lalu kami shalat tarawih dan evaluasi. Di akhir evaluasi ada hiburan yaitu pembacaan risalah kostan, atau lebih tepat dibilang curhatan kostan daripada risalah. Cerita yang menang dari risalah hari ini adalah tentang satu kostan yang berebut abon. Setelah evaluasi kami diberi telur, tahu, dan beberapa bumbu untuk dimasak saat sahur. Penghuni kostan aku kembali menitipakan bahan-bahan sahur kepada kostan 7.

~Day 3 (15 Juni 2017)~
Sama seperti hari kemarin kami bangun jam 3 pagi untuk mengambil nasi di posko dan sahur di kost masing masing. Ketika penghuni kostan aku mengambil makanan ke kostan 7 ternyata penghuni kostan 7 telat bangun dan belum memasak apa-apa. Mendengar itu seluruh penghuni kostan aku dilanda kepanikan luar biasa, mau makan apa kami untuk sahur ? Makan omong kosong dan janji palsu ?  Kami pun lalu pulang ke kostan dengan rasa kecewa. Untunglah saat nyampe kostan, ibu kostanku sudah memasak, jadi kami bisa makan untuk sahur. Dan kejadian ini aku jadikan bahan cerita untuk risalah kostan.

Pagi-pagi ada agenda mengajar hari kedua. Di hari kedua ini aku hanya melalukan briefing kepada para pengajar, mengajarkan lagu-lagu dan membagikan kapur (disini KBM masih memakai kapur). Aku sempet nemenin PJ sekolah yaitu the Dewi, untuk mengontrol sekolah SD. Oh ya, SD itu berada di RW 1 sementara TK berada di RW 4., dan jarak antara keduanya sangatlah jauh.
 
Seksi Pendidikan P2M ESA 2017
Jam 10 pagi aku ke posyandu lama di RW 3 karena ada agenda seminar pemuda dengan tema kenali diri dan kembangkan potensi. Aku menjadi MC di acara seminar ini. Belajar dari kesalahan kemarin, aku berusaha mengevaluasi diri untuk menghindari kesalahan. Karena pengalaman adalah guru terbaik . Pemateri seminar ini berasal dari alumni UPI yang bernama Anggun. Pesertanya adalah pemuda-pemudi di sekitaran desa, yang didominasi oleh pemuda RW 3 & 4.

Jam 1 siang ada agenda seminar bakti sosial atau lebih tepat dibilang demo masak. Tema acara ini adalah takjil. Acara ini mengajarkan / mendemokan resep-resep takjil yang bisa ditiru di rumah. Target acaranya adalah ibu-ibu. Dan diwaktu yang sama ada bazar, yang kita jual yaitu pakaian, alat-alat rumah tangga, dan alat tulis kepada warga sekitar dengan harga yang sangat murah dan bisa di nego.

Dan jam 4 sore ada agenda pertandingan voli persahabatan antara warga dan panitia. Di pertandingan ini peserta memakai pakaian lucu yaitu daster dan sarung. Saat adzan magrib, kami buka puasa dan makan malam lalu shalat tarawih dan evaluasi. Saat pembacaan risalah kostan, ternyata kostan aku menang, dan kostan 7 juga menang. Isi dari risalah kami adalah tentang kejadian tadi malam dari sudut pandang masing-masing .Untuk sahur kami diberi jamur dan beberapa bumbu untuk dimasak.

Edukasi Divisi dan Edukasi Kabinet

0

Posted by Unknown | Posted in , ,



Post ini adalah post prequel dari post yang sebelumnya karena acara ini berlangsung sebelum makrab. Jadi masih dari proker DPO (Departement Pengembangan Organisasi) ESA (English Student Association), ada 2 proker lain yang mengharuskan anggota DPO menjadi Penanggung Jawabnya yaitu Edukasi Divisi dan Edukasi Kabinet. Dan 2 proker ini berlangsung antara bulan Maret - April.

~Edukasi Divisi~
Edukasi divisi adalah acara sharing dan pematerian antara alumni atau senior yang dulunya berhubungan dengan suatu divisi di ESA dan staff divisi tersebut. Contohnya divisi kaderisasi mengundang mantan ketua divisi kaderisasi tahun 2015. Aku dua kali ikut acara ini, pertama sebagai peserta dan kedua sebagai Penanggung Jawab (PJ) divisi.

Sebagai peserta, aku mengikuti edukasi divisi kaderisasi karena memang aku staff kader. Kita sharing sama ketua divisi yang dulu tentang banyak hal, seperti apa itu kaderisasi, kaderisasi di tahun-tahun sebelumnya, konsep acara, dan juga curhat-curhat. Acaranya cuma berlangsung 2 jam.

Mendengarkan Pematerian
Dan sebagai PJ, aku megang divisi EPH (ESA Production House). EPH itu divisi yang mengurus madingnya ESA. Kenapa aku milih EPH ? Karena menurut aku EPH itu cukup menyenangkan dan aku pernah bantuin mereka buat artikel tentang makanan, jadi aku lumayan udah tahu tentang EPH.

Jadi aku sebagai PJ dapat tugas pertama untuk menghubungi Ketua Divisi (Kadiv) dan Pemateri. Aku ngehubungi kadiv untuk nanya waktu dan tempat mau kapan acara diadakan dan pematerinya siapa. Kata Kadivnya yaitu teh Yoana. Kata teh Yoana acaranya bakal diadakan hari Kamis, 16 Maret 2017 jam 3 Sore di Ruang Kelas 45 FPBS UPI. Terus aku di kasih kontak pematerinya, namanya kang Oiz, alumni sastra Inggris 2010.

Udah dikasih kontaknya aku langsung sms pematerinya. "Assalamu'alaikum, kang.
Saya Ryandi dari DPO ESA 2017 yang diamanahi sebagai PJ Edukasi Divisi untuk EPH. Apakah akang bersedia untuk menjadi pemateri di Edukasi Divisi EPH yang rencananya akan dilaksanakan Kamis depan tanggal 16 Maret 2017? Terima kasih."  Dan dibalas sehari kemudian,bilang bahwa dia bersedia, dan nyuruh aku kirim surat ke beberapa email, ada email pribadi, atasannya, dan kantor. Dari sini aku tahu kalau pematerinya itu seorang jurnalist dari CNN Indonesia.

Aku sedikit kurang ngerti apa yang dimaksud surat disitu, jadi aku tanya ke Ketua Departement (Kadep) aku. Kata Kadep aku,mungkin dia minta TOR (Term of Refference), jadi aku kirimin TOR kesemua email yang disuruh. Besoknya aku dapet WA, "Ryandi Maksudku surat permohonan untuk menjadikanku pemateri Hehe" . Ternyata yang pemateri maksud bukan TOR. 

Dan yang aku kaget, di WA itu fotonya cewe . Jadi selama ini aku salah manggil akang, langsung aku keringet dingin dan minta maaf. Tapi ternyata memang kang Oiz ini adalah seorang cewe yang biasa dipanggil akang, jadi dia memakluminya. Dan nama lengkap kang Oiz ini adalah Rizka Rizlia.

Setelah tahu aku salah ngirim surat, aku langsung konsultasi ke Kadiv dan Kadep aku di Kader dan DPO harusnya bagaimana. Mereka ngejelasin kalau aku harus ngehubungi Staff Administrasi ESA buat bikin surat dan dikirim ke email-email yang disebutin kang Oiz. Aku langsung ngehubungi Ketua Biro Administrasi untuk buat surat permohonan sebagai pemateri. Dan surat-menyurat ini aku dibantu Kadiv Kaderisasi yaitu Teh Syifa yang juga PJ pendamping aku di EPH.
 
Edukasi Divisi EPH
Setelah surat menyurat beres, aku terus follow-up kadiv EPH dan pemateri sampai hari H. Sayangnya kadiv EPH pas hari H sakit dan dirawat jadi aku harus mencari pengganti posisi kadiv EPH di acara nanti. Aku ngehubungi Kadep Deplar (Departement Penalaran) yang membawahi EPH, tetapi kadep Deplar bilang bahwa hari kamis dia juga tidak bisa. Terus aku ngehubungi BPM/Pengawas EPH, BPM EPH juga berkata tidak bisa karena urusan lain. Akhirnya aku menghubungi staff senior EPH, dan syukurlah staff senior yaitu kang Luthfi, menyangupi untuk menggantikan posisi kadiv di edu divisi.

Dan tibalah hari-H acara, aku disini super sibuk karena semua seksi (acara,dekorasi,konsumsi,logistik) + MC + Moderator aku semua yang megang. Aku udah buat dekorasi dan beli makanan di malam sebelumnya. Pas mau masuk ruangan, ternyata ruang kelasnya dipakai tingkat 4 untuk latihan drama, aku coba cari alternatif lain tapi ternyata semua ruangan kelas bahasa Inggris dipakai. Aku sampai ke ruang prodi buat minjem kelas lain atau Lab, tapi kata yang disana, silakan hubungi OB dan kalau Lab tidak bisa dipakai karena harus pinjam ke Fakultas.

Di balik kebingungan dan kegalauan aku, aku ketemu sama presiden ESA yaitu kang Rifky, dia berbaik hati ngasih kelas yang asalnya mau dia pakai untuk dia latihan Dance. Ruang kelas akhirnya aku dapat di ruang kelas 46 FPBS. Sesudah dapat kelas, aku langsung mendekor kelas dan beberes kelogistikan dan juga konsumsi. Teh Syifa sempat mendampingi aku sebelum pemateri datang, dia nggak bisa ngedampingi aku sampai selesai karena ada urusan lain.

Sesudah semua persiapan beres, kang Oiz ngehubungi aku kalau dia bakal telat karena terjebak hujan. Dan setengah jam kemudia sekitar jam 3.30 sore akhirnya kang Oiz atau kak Rizka Rizlia datang ke FPBS dan ke ruang kelas 46.

Sesudah aku persilakan duduk, aku langsung buka acara dan aku langsung serahin lagi ke kang Oiz sebagai pemateri. Sambil kang Oiz sharing dan memberi materi, aku membagikan snack kepada peserta dan pemateri.

Kang Oiz sharing berbagai macam hal tentang jurnalistik. Bagaimana dia diterima di CNN, kehidupan kantor jurnalist, bagaimana dia terjun ke lapangan untuk memberitakan peristiwa secara langsung, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan jurnalistik.

Acara edukasi divisi ini berlangsung selama 2 jam. Acara diakhiri dengan kita foto bareng dan pemberian sertifikat kepada pemateri oleh perwakilah divisi.

~Edukasi Kabinet~
Sesudah edukasi divisi ada edukasi kabinet yang jangkauannya seluruh divisi dan biro di ESA UPI. Di Edukasi kabinet ini semua staff DPO jadi penanggung jawab dan dibagi per-seksi, tidak seperti edukasi divisi yang satu orang menjadi semua seksi.
 
Lina - Ryandi - Upeh (Trio Orange)
Dan di edukasi kabinet ini aku dianugrahi tugas sebagai MC atau pembawa acara. Dan aku berpasangan dengan Ulfah. Kita janjian pakai baju kembar warna orange.

Di edukasi kabinet ini kerjanya tidak seberat edukasi divisi. Segala hal sudah disiapkan oleh seksi masing-masing sesuai dengan jobdesknya.

Karena aku MC, aku diberi pelatihan dan pengarahan oleh seksi acara. Tetapi aku sama Ulfah hanya ditraining beberapa menit sebelum acara karena beberapa kendala.

Saat pembukaan aku membuat sebuah kesalahan kecil, saat mengucapkan salam, aku langsung ngomong lagi tanpa menunggu peserta menjawab. Dan aku sempat beberapa kali ngomong bertabrakan dengan Ulfah. Tetapi walau begitu, aku berhasil membuat peserta memperhatikan aku dan sempat membuat peserta tertawa. I really nervous and I think I need more training.

Acara berjalan dengan sukses pada akhirnya. Dan sesudah acara ada evaluasi. Di evaluasi ini ada pembacaan kesan pesan  yang ditulis oleh peserta. Ada suatu pesan yang berkata bahwa MC kurang latihan. Yang memang aku akui kalau aku kurang latihan, dan ini pertama kali aku jadi MC di acara besar. Semoga aku bisa menjadi MC yang lebih baik kedepannya dan mungkin bisa menjadi MC yang tampil di TV atau acara skala nasional atau international, amin.

*Teh / Teteh = Panggilan kakak perempuan dalam bahasa Sunda
*Kang / Akang = Panggilan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda

Sibuknya Jadi Koor Konsumsi di Makrab

0

Posted by Unknown | Posted in , ,


Setelah aku masuk pendidikan bahasa Inggris UPI (aku ceritaiin nanti jelasnya) dan menjadi anggota dari himpunan akhirnya department himpunan aku yaitu DPO (Departement Pengembangan Organisasi) ngadain suatu proker yaitu Makrab (Malam Keakraban). Dan disana aku diberi jabatan penting yaitu koordinator seksi konsumsi dan itu tuh salah satu seksi tersibuk di Makrab. Kenapa aku bisa jadi koor konsumsi ? Baca aja sampai akhir.


~Sebulan Sebelum Makrab~
Pas rapat pertama DPO kita itu ngomongin proker dan segala macem. Dan salah satu proker utama DPO itu adalah Makrab. Kita ngomongin segala macam sampai tiba ke pembagian panitia, yang menjadi koor harus yang tingkat 1. Aku berpikir keras harus jadi koor apa, sampai akhirnya di pikiran aku muncul jadi seksi konsumsi karena passion dan hobby aku itu adalah makanan, cuma seneng makan doing tapi hehe. Jadi pas ditanya siapa yang mau jadi konsumsi aku ngacung setinggi-tingginya. Dan aku dapet staff kating yaitu Teh Lina dari Pendidikan B 2015.

Peserta dan Panitia Makrab ESA Totalitas 2017
Ketika sudah fix kepanitaan, baru dijelasin job desknya. “Ryandi konsumsi ? Nanti masak ya buat peserta sama panitia, tahun kemarin Ayam Kecap sama Perkedel Jagung, tahun ini harus lebih enak” kata Teh Dennissa selaku ketua pelaksana. “Hah masak ?” aku langsung bengong, aku kira jadi seksi konsumsi itu cuma mesen makanan dan beli-beli snack buat disana, teranyata masak. Asli aku bingung disitu dan sempet ditawarin buat tuker posisi jadi koor dokumentasi, tapi dengan hati mantab dan penuh keyakinan aku terus lanjut jadi koor konsumsi.

Beberapa hari setelah rapat aku dilanda kegalauan karena bingung mau masak apa sampai aku ngadain research menu-menu makanan. Dan akhirnya pilihan aku jatuh kepada beberapa menu yaitu Bola-bola Mie dan Bala-bala sebagai appetizer, Ayam Suwir dan Pindang sebagai main course, Es Mutiara sebaga dessert, dan seblak sebagai snack. Dengan berbekal buku resep di rumah,Cookpad,dan tutorial Youtube akhirnya aku mulai nyoba latihan masak. Tapi lucunya aku nggak pernah masak makanan yang aku tulis di atas keculi bola-bola mie, aku malah masak resep-resep lain kaya Pancake dan Oreo Goreng. Dan teman-teman sekelas aku jadiin juri, mereka udah berkali-kali nyobain masakan aku termasuk yang gagal, karena ada beberapa resep yang harus revisi gara-gara salah nakar bumbu (contohnya kebanyakan baking soda), tapi untung makin akhir makin bener dan enak masakannya, banyak yang minta dimasakain lagi malah.

~Seminggu Sebelum Makrab~
Menjelang Makrab ketuplak udah minta RAB buat didiskusiin dirapat selanjutnya. Aku udah buat RAB banyak dengan menu-menu yang aku tulis diatas, tetapi pas H-1 rapat aku dapat kabar duka bahwa ada saudara yang meninggal,RIP, jadi aku ga bisa ikut rapat besoknya. Aku nyerahin semua RAB ke staff aku yaitu Teh Lina buat dijelasin di rapat. Pas lusanya udah ada hasil rapat tenyata nggak semua menu di acc. Kita cuma dibolehin milih 2 menu, dan yang aku dan staff pilih yaitu Ayam Suwir dan Bola-bola Mie + tambahan sayur. Dan kata staff aku kalau kebanyakan menu nanti kita rimbil (ribet) disananya. Setelah aku pikir-pikir bener juga sih dan aku lalu merevisi RAB untuk kedua menu itu.

Staff DPO ESA 2017
Pas H-3 Makrab ada tech meet dan dijelasin bahwa peserta membawa nasi sendiri dengan takaran 2 liter nasi per kelompok jadi nasi nggak aku masukin RAB, tapi tetep aja yang masak nasi nanti seksi konsumsi. Udah tech meet ada rapat lagi, Konsumsi dikasih dana sebesar 1.000.000,00 rupiah untuk konsumsi sebanyak 70 orang peserta dan juga panitia. Dan aku cairin dana 300.000,00 dulu buat beli bumbu-bumbu besok. Sementara 100.000,00 lain dicairin buat beli snack jadi sisa uang konsumsi 600.000,00 di bendahara.

Keesokan harinya, Kamis pagi sebelum kelas aku janjian sama staff aku, Teh Lina untuk belanja bumbu-bumbu di Pasar Gerlong. Disini mulai timbul masalah karena kita sama-sama nggak tau Pasar Gerlong dimana, jadi kita nanya-nanya sambil jalan terus ke arah Gerlong Tengah. Setelah perjalanan lurus yang panjang, kita menemukan orang berjualan sayur di pinggir jalan, karena kita pikir itu pasarnya jadi kita beli beberapa bumbu dan bahan kering seperti merica, daun jeruk, dan lain-lain disana. Kita nggak belanja banyak karena kita mau belanja lagi nanti pas hari H pertama Makrab yaitu hari Sabtu.

~Hari Pertama Makrab~
Akhirnya hari-H Makrab, pagi-pagi kaya kamis kemarin aku janjian sama Teh Lina buat belanja lagi, jadi kita pergi ke tempat di pinggir jalan yang jualan sayur dan bumbu kemarin.Sebelum belanja kita pergi ke bendahara buat ngambil uang sisa konsumsi, disitu aku inisiatif bagi 2 uang antara aku dan Teh Lina, aku 300.000,00 dan Teh Lina juga 300.000,00 , karena aku ga berani megang uang 600.000,00 sendirian. Akhirnya kita belanja, dan ketika kita udah beli banyak bumbu tapi ternyata yang jualan daging ga ada, ga jualan hari ini. Disitu aku sama Teh Lina dilanda kegalauan luar biasa, peserta mau dikasih makan apa nanti. Kita coba hubungi beberapa orang untuk minta diantar membeli daging di tempat lain, dan semua orang yang kita hubungi lagi sibuk dengan packing dan jobdesk-nya masing-masing. Disitu makin galaulah kita, musnah sudah semua harapan kita untuk masak daging.

Diantara kegalauan itu aku tiba-tiba keingetan bahwa belum beli kerupuk, Teh Lina langsung nyeletuk “Aku aja yang beli” . Akhirnya Teh Lina pergi ninggalin aku, beberapa lama aku nunggu aku di Line sama dia “Aku nemuin harta karun” , “Apaan ?” kata aku , “Jalan aja terus kebawah udah lewat warung kita beli energen terus liat kanan” . Akhirnya aku ngikutin kata Teh Lina, dan pas aku liat kanan , ASTAGA ! PASAR ! aku kaya orang yang nemuin El Dorado, disitu bener-bener harta karun karena aku menemukan sebuah pasar yang bener-bener lengkap. Jadi selama ini aku bukan belanja di pasar tapi di pinggir jalan yang menuju ke pasar. Sesudah aku terkagum-kagum dengan sebuah pasar beberapa saat kemudian Teh Lina muncul dengan membawa daging 7kg dan kerupuk, “Bener-bener harta karun, aku nemu semua, untung kamu kasih uang 300 tadi, ini bantuin bawa daging 7kg” . Akhirnya setelah menemukan ‘harta karun’ itu kita kembali ke UPI dengan berjalan kaki dan membawa barang bawaan yang banyak ditambah daging 7kg, apalagi jarak ke UPI lumayan jauh kira-kira 500m. Disepanjang perjalanan kita banyak istirahat karena berat. Sekarang aku ngerti kenapa kebanyakan koki itu cowo, karena bahan-bahan buat memasak itu nggak ringan.

Dapur yang Sibuk
Setelah nyampe di UPI kita nunggu kendaraan buat pergi ke Villa. Disana udah ada ketuplak yang menunggu dan bilang bahwa bahan-bahan ditambah aja seperti daging ditambah 3kg dan mie instant yang asalnya hanya beli 18 bungkus ditambah jadi sekardus. Jadi kita kembali ke pasar buat beli bahan-bahan lagi, untungnya kali ini dipinjemin motor. Sesudah itu, Teh Lina berangkat duluan bersama beberapa panitia ke Villa, sementara aku berangkat bersama peserta. Pas nyampe disana,belum beberes aku disamperin Teh Lina, “Ryandi ini telur pecah 7, mau beli lagi ?” . Aku iyaiin terus aku kasih uang sisa buat Teh Lina beli telur, tapi kali ini Teh Lina perginya tanpa aku tapi sama temen aku, Ellen , karena aku masih harus beberes dan ngecek dapur juga peralatannya.

Pulang-pulang dari beli telur Teh Lina beli kerupuk bubur mentah dan juga sawi, dia mau masak seblak. Asalnya mau masak buat dia sendiri tapi kerupuknya minimal harus beli se-ons jadi dia masak buat orang-orang yang ada di dapur yaitu aku dan beberapa anak DPO. Tau gini, masukin aja seblak di RAB nggak usah dihapus. Dan hari ini kerjaan seksi konsumsi ringan karena Cuma bagiin snack, dan makan malam kita bawa masing-masing.

~Hari Kedua Makrab~
Hari terakhir sekaligus paling heptic. Pagi-pagi udah shalat subuh aku langsung ke dapur buat masak air untuk peserta, nanti mereka ngambil sendiri airnya untuk masak mie cup atau cereal. Dan nasi pertama udah dimasakin oleh Teh Lina dan Ellen. Sesudah memasak air aku dibantu beberapa teman dan kating menyuwir ayam 10kg yang sudah dibeli sebelumnya. Jam 8 pagi selain orang-orang di dapur  pada pergi keluar buat senam dan bermain game, tetapi konsumsi dan orang-orang yang di dapur tetep stay karena harus masak.

Saat ayam sudah disuwir setengahnya beberapa orang langsung bantu buat motong-motong dan mengulek sayur dan bumbu  seperti cabe,bawang,dan lain-lain. Sesudah semua ayam disuwir kita masukin kedalam frying pan/katel yang jumbo lalu kita masukin air dan bumbu-bumbu. Yang paling susah disini itu adalah mengaduk bumbu ayam agar merata. Ayam Suwir ini dihandle oleh Teh Lina untuk memasaknya.

Di saat yang sama ayam dimasak, yang lain ngerebus mie dan membuat adonan untuk bola-bola mie, semua adonan Bola-bola Mie ini aku yang nakar dan ada beberapa improvisasi dari resep seperti ditambah ketumbar dan bawang putih yang membuat rasanya lebih enak. Sesudah mie dan adonan dipersatukan tinggal dicetak ternyata  bola-bola yang kita buat kekecilan dan kalau dimasak bakal memakan waktu lama, jadi kita tambahin adonannya 2-3 kalinya. Pas udah ditambahin adonan ternyata nggak bisa dibentuk bola karena kebesaran jadi bentuk masakan ini berubah menjadi abstrak dan berubah nama menjadi Mie-dog. Sesudah dibentuk banyak, Mie-dog ini kita goreng.

Suasana Dapur Villa
Sambil menggoreng Ayam dan Mie-dog, kita juga masak nasi. Harus beberapa kali masak nasi karena magic-com yang ada terbatas, kita masak nasi sampai 4 kali. Dan nasi-nasi ini dibungkus memakai kertas nasi agar porsinya pas untuk peserta.

Sesudah semua masakan selesai dimasak dan nasi sudah siap, saatnya makan ! Para peserta kelaparan sudah menunggu dan mengantri dengan tertib. Seksi konsumsi dan orang-orang di dapur membagikan makanan kepada peserta. Mereka dapat satu porsi nasi, satu Mie-dog, satu centong Ayam Suwir, dan 2 kerupuk. Pas semua peserta sudah dapat makan saatnya orang dapur yang makan. Saat makan rasanya aku bahagia banget karena akhirnya semua ini sudah berakhir, dari pertama belanja sampai tadi masak, akhirnya selesai. Dan aku dapet feedback kalau makanannya enak, disitu aku makin bahagia, semua kerja keras aku dan yang lain berarti terbayar. Dari yang asalnya cape, pas denger itu semua rasa cape aku rasanya hilang. Sesudah pada selesai makan kita cuci piring dan beberes. Peserta bawa misting sendiri, jadi kita hanya cuci alat-alat yang kita pakai masak.

Terakhir, aku mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya buat yang udah bantu aku dan seksi konsumsi, terutama patner masak aku di seksi konsumsi yaitu Teh Lina Marlina. Terima kasih juga yang sudah bantuin konsumsi ; Ellen, Annisa, Ulfah, Sherin, Teh Syifa, Teh Puspa, Teh Tami, Kang Bara 5 Seasons,  Teh Farrah, Kang Ivan, dan ketua pelaksana yaitu Teh Dennissa Adiesti. Sekian CPJ (Curhat Pertanggung Jawaban) aku sebagai seksi konsumsi di Malam Keakraban ESA Totalitas 2017. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kalian para reader yang menjadi seksi konsumsi di acara-acara besar.