Pengalaman Pertama Jadi Ketua Kelas / Murid (KM)

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in , , ,


Semester 4 banyak merubah hidupku, di semester ini aku berambisi untuk mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, apalagi perjalananku di dunia perkuliahan sudah setengah jalan. Di semester ini aku mengajukan diri menjadi ketua kelas/murid (KM).
Keinginan untuk menjadi KM sebenarnya sudah ada dari awal semester 3 namun aku merasa di semester 3 belum waktu yang tepat, dan perkulihan di semester 3 yang super sibuk dan menyita waktu banyak (lebih tepatnya  tersita waktu banyak untuk persiapan Apresiasi Bahasa dan Seni). Di akhir semester 3 aku konsultasi ke beberapa orang termasuk KM-KM sebelumnya tentang rencanaku menjadi KM. Kebanyakan dari mereka berkata “kenapa tidak coba ? Mungkin kamu bisa”.
Akhirnya saat mata kuliah pertama di kelas 4A & 4A2 saat ditanya siapa ketua kelasnya, aku mengacungkan tangan. Aku liat reaksi teman-teman sekelasku, beberapa ada yang kaget dan tercengang, well it’s time for revolution.
Tugas pertama jadi KM adalah menjadi penghubung antara mahasiswa dan dosen. Dalam menjalankan tugas ini ada suka, duka, dan tantangannya. Sukanya lebih tau tentang dosen, dan lebih dikenal dosen. Kalau dukanya hmmm, mungkin kebanyakan mahasiswa tahu dan nggak usah aku jelasin. Yang harus diketahui adalah setiap dosen mempunyai karakter dan watak yang berbeda-beda.
Dalam menghubungi dosen ada etika dan aturannya, harus saat jam kerja, harus sopan, dan ada tempatenya yaitu : (1) Ucapkan salam [Assalamualaikum Pa/Selamat Pagi Bu], (2) Ajukan permohonan maaf [Mohon maaf menganggu waktunya], (3) Perkenalkan diri [Saya M Ryandi dari kelas 4A2 yang mengontrak mata kuliah Grammar] , (4) Utarakan maksud [Mau bertanya, apakah makeup class jadi dilaksanakan hari ini ?], (5) Ucapkan terima kasih [Terima kasih Pa.]. Ini WAJIB dan HARUS dipakai ketika menghubungi dosen. Kebanyakan dosen pakai Whatsapp tetapi ada beberapa yang pakai BBM atau Line, beberapa dosen juga ada yang hanya mau dihubungi via SMS atau E-mail.
Tugas kedua yaitu menjadi seksi logistik kelas, maksudnya KM harus menyediakan semua keperluan saat kegiatan belajar mengajar seperti proyektor (kalau tidak ada harus pinjam), kabel VGA, dan lain sebagainya. Kabel VGA itu dikasih satu tiap kelas dan harus selalu stand by di tas KM setiap hari.
Tugas ketiga yaitu menjadi pemimpin di kelas. Sama seperti tugas-tugas diatas, tugas ini banyak suka dan dukanya, yang mungkin nggak bisa aku jelasin satu-satu. Selain menjadi pemimpin, KM juga menjadi perwakilan dan representative kelas di publik, mungkin bahasa mudahnya seperti face of the class.
Aku nggak cuma jadi KM di satu kelas, tetapi di dua kelas sekaligus yaitu 4A & 4A2. Jadi di Bahasa Inggris UPI ada yang namanya kelas kecil dan besar. Kelas kecil terdiri dari 10 – 25 orang, contohnya kelas 4A2. Kelas kecil hanya untuk mata kuliah skill seperti Listening, Speaking, Writing, Reading. Kelas besar terdiri dari 20 – 50 orang, yang merupakan gabungan dari dua kelas kecil, contohnya 4A (gabungan kelas 4A1 & 4A2). Kita belajar mata kuliah selain skill di kelas besar seperti Grammar, Translating, Kewirausahaan, Kurikulum, Psikologi, dan lain-lain.
Saat jadi KM aku mengadakan beberapa program kerja untuk kelas, mungkin agak uncommon bagi kelas punya program kerja but I made it dan bisa dibilang cukup sukses. Untuk lebih lengkapnya tentang program kerja bisa dilihat dalam Manajemen Program Kerja Kelas 4A dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) KM di bawah. Di akhir masa jabatan KM, aku menyebarkan survey untuk menilai kinerja aku sebagai KM, dan aku dapat nilai sebesar 6,4 (Range : Okay) . Sebuah nilai yang cukup besar dalam kepemimpinan pertama aku, aku bahkan nggak menyangka akan dapat nilai sebesar ini. Tetapi nilai ini masih jauh dari kata bagus atau baik, masih banyak yang harus aku perbaiki.
Kalau ditanya gimana rasanya jadi KM ? Rasanya senang, bisa belajar bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin dan melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Kalau diberi kesempatan dan diizinkan, aku sangat mau menjadi KM atau pemimpin lagi. Cita-citaku adalah menjadi pemimpin yang hebat.

Mungkin nggak banyak yang bisa aku ceritakan di post ini, untuk lebih lengkapnya silakan baca dan klik LPJ – LPJ aku di bawah. Ada 2 LPJ KM (4A & 4A2) , Manajemen Program Kerja, dan 3 LPJ program kerja yang sudah dijalani. Selamat membaca.


Seminar Kewirausahaan

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in ,


Semester 4 adalah masa-masa dimana aku mengenal wirausaha dan bisnis. Di Semester ini kami diwajibkan untuk mengontrak mata kuliah kewirausahaan. Tugas utama dari mata kuliah ini adalah berwirausaha dengan omzet sebanyak 130 juta rupiah dan membuat seminar perkelompok. Dalam berwirausaha kami dibebaskan menjual dan melakukan apapun, selama itu masih halal dan tidak bertentangan dengan hukum.
Dalam seminar kewirausahaan kami diharuskan untuk mengundang wirausahawan/pengusaha muda, untuk berbagi pengalaman dan ilmunya. Seminar kewirausahaan ini diadakan setiap hari kamis tiap minggunya. Dalam seminar kewirausahaan, Kelas A dan Kelas B Pendidikan Bahasa Inggris UPI disatukan dalam satu ruang kelas. Total ada 10 kelompok dari 2 kelas (5 Kelompok kelas A dan 5 Kelompok kelas B), yang berarti akan ada 10 pemateri.. Selain kelompok seminar, kelompok ini juga merupakan kelompok berwirausaha untuk mencari omzet 130 juta. Dan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, setiap kelompok memberikan sertifikat dan plakat kepada pemateri. Di bawah ini aku bakal menceritakan tentang beberapa pemateri hebat yang telah kami undang. Nama kelompok tidak urut, karena urutan tampil kelompok diundi.
Seminar kelompok 1 diadakan tanggal 22 Februari 2018. Pengusaha dari kelompok 1 adalah Gatot Sandy, seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) dan owner dari UNITALK. Dia bercerita tentang pengalamanya bagaimana dia membangun sebuah perusahaan bimbel, bagaimana dia dulu hanya punya 3 murid, namun sekarang dia sudah punya ratusan murid.
Photobooth with Placard (Ein - Ema - Ryan - Suci - Nisa)
Seminar kelompok 2 diadakan tanggal 1 Maret 2018. Pengusaha dari kelompok 2 adalah Rizal Khoirul Insan , seorang pengusaha tas dan owner dari Radiuz. Dia merupakan pengusaha muda dari jurusan seni rupa UPI. Dia bercerita tentang latar belakang mengapa dia berwirausaha menciptakan tas anti air, karena dulu tasnya yang berisi laptop sering kebasahan, sementara semua pekerjaan dan file-file penting dia ada di laptop itu, jadi dia berinovasi menciptakan tas laptop anti air sehingga laptopnya bisa tetap aman walau kehujanan sekalipun. Dia juga sharing tentang investasi & aset, jenis-jenis aset, kenapa investasi itu penting, dan contoh investasi yaitu Buka Dana Reksa & Buka Emas.
Tanggal 8 Maret 2018 tidak ada seminar kewirausahaan, namun kami mendapat kunjungan dari Prudential (Perusahaan Asuransi). 4 orang perwakilan dari Prudential, sharing kepada kami tentang asuransi, bagaimana cara kerja asuransi, menabung di bank asuransi, apa itu premi, persyaratan mengajukan asuransi, dan peluang menjadi agen asuransi Prudential .
Seminar kelompok 6 diadakan tanggal 15 Maret 2018. Pengusaha dari kelompok 6 adalah Jamilatun Nuriyyah, seorang pengusaha pakaian (penjahit) dan owner dari Demifa. Dia merupakan mahasiswa UNPAS jurusan akuntansi. Dia bercerita tentang hobinya yang dijadikan bisnis, hobinya adalah menjahit pakaian karena terkadang model dan ukuran pakaian yang dia mau tidak ada di toko atau butik. Awalnya dia merintis usaha hanya dibantu oleh mamanya, namun sekarang dia sudah punya karyawan yang membantunya menjalankan bisnis pakaiannya.
Seminar kelompok 7 diadakan tanggal 22 Maret 2018. Pengusaha dari kelompok 7 adalah Sidik Amin Mubarok, seorang pengusaha keripik dan owner dari keripik Sorodot Gaplok. Dia merupakan mahasiswa UNPAD jurusan business management. Dia bercerita tentang kehidupannya yang broken home, hidup susah, dan pernah ditipu ketika awal dia memulai bisnis keripiknya. Namun sekarang dia telah bangkit menjadi pengusaha sukses, dengan penjualan 5000-7000 paket keripik terjual setiap bulannya. Bahkan dia telah membantu memperdayakan orang-orang di desanya. Nama brand keripiknya diambil dari nama permainan tradisional yang dulu suka dia mainkan saat masih kecil.
Seminar kelompok 4 diadakan tanggal 29 Maret 2018. Pengusaha dari kelompok 4 adalah Nanda Puspa Farhanata, seorang makeup artist, model, dan public speaker. Dia sharing tentang tips and trick menjadi public speaker yang baik, dan bagaimana dia awalnya bisa menjadi makeup artist, model, dan public speaker. Dia juga bercerita sedikit kehidupan pribadinya, seperti dia masih berumur 20 tahun (kelahiran 1998), tetapi kini dia sudah menikah dan tengah mengandung anak pertama.
Photobooth (Ein - Ema - Ryan - Suci)
Seminar kelompok 3 diadakan tanggal 5 April 2018. Pengusaha dari kelompok 3 adalah David Cuh Sihotang, seorang pengusaha applikasi digital dan owner sekaligus CEO dari Open Trip. Dia merupakan lulusan dari Sekolah Bisnis Management ITB. Dia bercerita tentang pengalamannya membangun bisnis dan bekerja, dari reseller, membuka bisnis pakaian, bekerja di bank BCA, bekerja di Telkom Indonesia, sampai sekarang dia menjadi CEO dari applikasi Open Trip. Awalnya dia membangun bisnis applikasi Open Trip karena dia melihat peluang yang besar dalam bisnis digital seperti Gojek dan Grab, dan saat itu Telkom sedang ada program untuk membiayai pengembangan bisnis applikasi digital anak bangsa.
Seminar kelompok 8 diadakan tanggal 12 April 2018. Pengusaha dari kelompok 8 adalah R. Nur Muhammad (Den Robbie), seorang pengusaha gawai dan owner dari Kamar Gadget. Dia merupakan lulusan UPI jurusan Pendidikan Management Bisnis angkatan 2012. Dia bercerita kalau dia sudah pernah gagal 3 kali sebelum merintis bisnis Kamar Gadget. Diawal-awal dia berbisnis reseller, kemudian bisnis macaroni, dan terakhir bisnis cuci motor. Dia baru menuai kesuksesan saat berbisnis gawai di Kamar Gadget.
Seminar kelompok 5 diadakan tanggal 26 April 2018. Pengusaha dari kelompok 5 adalah Ikbal Purnama Alamsyah, seorang pengusaha biro travel dan owner dari World Travelers of Indonesia. Dia merupakan lulusan dari UNPAS. Dia menjelaskan tentang bisnis, bagaimana cara memulai suatu bisnis, sifat-sifat wirausahawan, dan kunci-kunci bisnis.
Seminar kelompok 10 diadakan tanggal 3 Mei 2018. Pengusaha dari kelompok 10 adalah Mohammad Ihsan Afiefurrahman, seorang pengusaha mango sticky rice dan owner dari Tetangga Id. Dia merupakan mahasiswa UNPAD. bercerita tentang bagaimana dia membangun suatu bisnis dan bagaimana pernikahan mendatangkan rezeki baginya.
Selain 9 kelompok diatas, ada juga seminar dari kelompok 9. Pengusaha dari kelompok 9 adalah Bintang Priyambodo, seorang pengusaha makanan food truck dan owner dari Papa Buncit.
Itulah seminar-seminar kewirausahaan yang diadakan selama aku semester 4. Dengan hadirnya aku dalam seminar-seminar ini, aku mulai kepikiran untuk berbisnis juga. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama panitia. Tanpa panitia, acara seminar kewirausahaan mungkin nggak akan pernah terwujud. Aku juga menyertakan Laporan Kegiatan atau Laporan Pertanggung Jawaban di bawah. Di LPJ ini ada nama-nama susunan kepanitiaan dan hal-hal lain yang nggak aku cantumin di atas. Yuk dibaca LPJ nya !


Link Tambahan :

Taking Part in Indonesia Regional Election

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in , , ,


27th June 2018 is a historical day for me and Indonesia because it was my first time taking part in Indonesia Regional Election. I got my legal age 2 years ago, but there is no election in past 2 years. Legal age is one of the requirements to join an Election, the other one is Indonesia citizenship and has an ID card (KTP).

We choose a governor and mayor for this Regional Election. I live in Bandung, so I choose a governor for Jawa Barat and Mayor of Bandung. Actually, I am a type of person that not really into politics, I barely know the candidates of the election. I know some people like Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, and Oded M Danial, but I don't have any idea about the rest.

To give your vote in a regional election, first, you must go to Tempat Pemungutan Suara (Voting Place). Second, validate your data by showing your ID card to the election committee, make sure your name was registered in that voting place. Third, wait until your name is called and then the committee will give you the election paper. Don’t forget to check your paper, if there any flaw you can exchange it with the new one. Fourth, go to the voting booth and give your vote there. There is a sharp object inside the booth, what you have to do is stab the photo or number on the candidates of your choice. Fifth, fold the paper and put it inside the box. Sixth, dip one of your fingers in the purple ink, it's a sign that you have already given your vote on election.

Giving a vote in a regional election is very simple. As a good Indonesia citizen, I am proud that I can do my obligation, giving a vote in the election. For anyone that would win the regional Election, I hope he/she can make Bandung become a better city, and Jawa Barat becomes a better province. Let's make Indonesia great again!

Sorry if there any grammar mistakes.
This article was also published on my facebook.

UPI LEADERSHIP CAMP 2018 (Hari 3 & 4)

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in ,



~Hari Ketiga (Kamis, 12 Mei 2018)~
Di hari ketiga kami dibangunkan pukul 04.30 untuk shalat subuh, sesudahnya kami kembali ke barak untuk siap-siap latihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dasar. Di latihan PPB kami dibagi 4 kelompok : 2 kelompok putra dan 2 kelompok putri, dan setiap kelompok mempunyai danton (komandan pleton) masing-masing. Kami belajar tentang sikap sempurna, istirahat di tempat, hormat, lancang depan/kanan, balik kanan, hadap kanan/kiri, hadap serong kanan/kiri, haluan, dan belokan.
Sesudah latihan PBB kami kembali ke barak untuk bersiap-siap mandi. Kondisi kamar mandi sangatlah penuh saat itu, dan disana kami bertemu beberapa tentara yang sedang mandi. Para tentara itu menyarankan kami untuk mandi di luar, di bak besar saja bersama-sama.  Namun, sebagian besar dari kami tidak setuju dan lebih memilih mengantri di kamar mandi tertutup (yang sebenarnya pintunyapun rusak). Sesudah mandi kami sarapan dengan tempe dan bihun.
PBB + Latihan Penampilan Kelompok
Sesudah sarapan ada presentasi social project perfraksi. Saat presentasi ada juri yang memberi komentar tentang kekurangan dan hal-hal yang harus diperbaiki dalam social project kami. Dan juri juga memberi saran social project apa yang seharusnya kami pilih dan jalani.
Setelah presentasi kami kembali ke kelompok masing-masing untuk latihan penampilan kelompok, kami hanya diberi waktu 10 menit untuk latihan. Urutan tampil diundi, kelompok aku (kelompok 7) mendapat urutan tampil ke dua, dan ada juri yang akan memberi komentar tentang penampilan kami. Kelompokku menampilkan musikalisasi puisi. Aku, Annisa, dan Wawan kebagian part untuk baca 3 puisi yang berbeda ; Nito dapat part untuk beatbox ; Fadeel dapat part untuk bermain gitar ; dan Hana, Salim dapat part untuk bernyanyi. Aku juga ngerap di awal penampilan, tapi rapnya fail karena aku lupa lirik dan nada. Penampilan kelompok lain juga kurang lebih sama dengan kelompokku. Ada yang musikalisasi puisi, puisi berantai, dan menyanyi.
Sesudah penampilan kelompok kami makan siang dengan nasi, telur, dan capcay. Lalu dilanjut dengan pematerian Analisis Pendagogy Fiery & Pemimpin Strateji dalam Pembangunan Pendidikan, yang disampaikan oleh Yana Setiawan, dosen FPEB UPI. Beliau memaparkan fakta dan masalah pendidikan Indonesia, dam 4 versi kapitalisme.
Setelah pematerian ada pemilihan ketua angkatan. Dari 8 calon, 4 calon memundurkan diri sehingga hanya tersisa 4 calon yaitu : Syahid, Iqbal, Niko, dan Andre. Dari keempat calon tersebut lalu berorasi tentang visi dan misinya masing-masing. Setelah keempat calon ketua angkatan kami melakukan musyawarah dan diskusi namun kami menemui jalan buntu karena tidak adanya kesepakatan dari keempat fraksi. Sesi musyawarah kemudian berlanjut kepada sesi lobbying. Dan dari sesi lobbying ditetapkan dan dilantik ketua angkatan ULC 2018 yaitu Abdul Syahid dari Pendidikan Geografi 2017.
Sesudah diskusi yang panjang dan dilantiknya ketua angkatan, kami lalu makan malam dengan nasi, ayam, tahu, dan semangka. Setelahnya ada sesi coaching dan dilanjut dengan pematerian eksklusif tentang Realita Pendidikan, yang dibawakan oleh Wahidya Difta  Sunanda (BEM UNY), Sujada Abdul Malik (BEM Unsoed), dan Fauzan Irfan (BEM UPI). Pemateriannya membahas isu-isu pendidikan yang ada di Indonesia, landasan & latar belakang pendidikan Indonesia, dan hukum-hukum tentang pendidikan di Indonesia.
Setelah pematerian ada sosialisasi tentang Garuda Siliwangi, oleh Presiden BEM REMA UPI yaitu Fauzan Irfan. Garuda Siliwangi merupakan organisasi pergerakan mahasiswa yang berlokasi di UPI. Sesudah sosialisasi kami kembali ke barak untuk tidur sekitar jam 12 malam.

~Hari Keempat (Minggu, 13 Mei 2018)~
Di pagi hari keempat seperti biasa kami dibangunkan untuk shalat subuh. Di hari keempat ini tidak ada olahraga ataupun latihan PBB sehingga kami diberi waktu lebih untuk mandi dan packing.
Sesudah packing kami pergi ke aula untuk sarapan dengan nasi uduk dan bihun. Lalu dilanjut dengan ice breaking. Setelahnya ada orasi dari calon komandan Garuda Siliwangi, ada 4 calonnya. Pemilihan komandan dilakukan secara tertutup oleh Presiden BEM dan para menterinya. Dan hasilnya adalah dipilihlah Yetno sebagai komandan Garuda Siliwangi.
Kegiatan di Aula + Foto Sendirian
Komandan Garuda Siliwangi kemudian dilantik dan ada upacara penutupan setelahnya. Sesudah upacara penutupan ada sesi foto-foto, foto bersama semuanya, foto kelompok, foto perfakultas,dan foto perjurusan. Yang paling sedih adalah ketika foto perfakultas & jurusan karena aku delegasi satu-satunya dari jurusan dan fakultas, jadi aku hanya foto sendiri.

Sebelum pulang kami makan siang dengan sambal goreng ketang dan perkedel jagung. Sekitar pukul 13.30 kami pulang ke kampus masing-masing. Peserta yang berasal dari kampus daerah telah pulang terlebih dahulu karena mengejar waktu pemberangkatan kereta. Walaupun acara ULC sudah berakhir, namun nyatanya tidak 100% berakhir karena kami masih ada social project yang harus kami dijalani.

Mohon maaf bila ada kesalahan nama

UPI LEADERSHIP CAMP 2018 (Hari 1 & 2)

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in ,


UPI Leadership Camp (ULC) merupakan kegiatan kaderisasi lanjutan di tingkat universitas yang diadakan oleh kementerian PSDO BEM REMA UPI. Kegiatannya yaitu permaterian, coaching (focus group discussion), games, dan lain-lain. Selama beberapa hari dikarantina, kita akan dididik bagaimana menjadi seorang pemimpin.
Aku ikut ULC 2018 yang dilaksanakan dari tanggal 10-13 Mei 2018 di Brigif 5 ,Cimahi. Harusnya aku ikut yang tahun kemarin, tetapi tahun kemarin aku lagi hectic karena baru masuk himpunan, dan kurang informasi tentang ULC. ULC ini memang terbuka untuk semua angkatan yang masih aktif di UPI, untuk tahun 2018 berarti dibuka untuk angkatan 2014-2017. Tetapi angkatan 2016 lebih keatas lebih banyak yang jadi panitia, sehingga yang temen seangkatan sama aku yang jadi peserta sedikit, diantaranya : Andre (Pend. Geografi 2016), Ade (Ilmu Pend. Agama Islam 2016), Adit (Pend. Seni Tari 2016), Yetno (FPOK 2016), dan lain-lain. Sebelum aku ikut ULC, aku udah kenal dengan Andre dan Ade karena kita dulu satu sektor sewaktu jadi pemandu di MOKAKU UPI 2017, tetapi aku nggak tau apa mereka masih ingat atau nggak.
ULC 4 hari ngapain aja ? Kaya Secapa ? Banyak, akan aku ceritaiin satu-satu dibawah. Nggak kaya secapa, karena kita nggak dididik oleh TNI meskipun acaranya dilaksanakan di komplek militer. Tenang, nggak ada-ada marah-marah atau pendisiplinan, karena esensi acaranya bukan itu dan buat apa juga.

~Hari Pertama (Kamis, 10 Mei 2018)~
Aku kumpul di depan Masjid Al-Furqon jam 6.40 Pagi, harusnya acaranya dimulai jam 7 tetapi terlambat sampai jam 8.30 karena menunggu peserta lain yang datang. Peserta ULC ini dari semua fakultas dan kampus daerah (KAMDA) di UPI. Aku adalah delegasi dari Department Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus dari FPBS karena aku satu-satunya peserta dari FPBS. Selain dari UPI ada juga 2 peserta lain dari IKOPIN (Institut Manajemen Koperasi Indonesia).
Jam 8.30 kami dikumpulkan di aula Masjid Al-Furqon, acaranya adalah perkenalan, pembagian kelompok dan game Komunikata. Game Komunikata adalah game menyampaikan pesan dengan hanya menggerakan mulut tanpa mengeluarkan suara. Dan ada penjelasan singkat tentang ULC dari panitia. Kami berangkat sekitar jam 9 ke tempat pelatihan menggunakan truck TNI (mobil ranger), perjalanan yang ditempuh sekitar 40 menit.
Kelompok 7 UPI Leadership Camp 2018
Sesampai disana kegiatan pertama adalah sambutan-sambutan, lalu makan siang dengan bekal yang dibawa masing-masing dan shalat Dzuhur. Di pertengahan sesudah makan sambil menunggu waktu dzuhur ada ice breaking yaitu game pesona 2 menit. Game menebak gerakan dan yang ditebak yaitu nama gedung, kegiatan, atau orang penting di UPI. Ada satu orang peraga dan satu orang penjawab, peserta dibagi 2 tim yaitu tim laki-laki dan perempuan.
Sesudahnya ada coaching dengan kelompok masing-masing. Aku termasuk dalam kelompok 7 bersama dengan Aisyah (Pend. Matematika 2017), Annisa (Ilmu Pend. Agama Islam 2017), Hana (PGPAUD KAMDA Purwakarta 2017), Nito (PGSD KAMDA Cibiru 2017), Fadel (PGSD Purwakarta 2017), Wawan (Pend. Akuntansi 2017), dan Salim (PGSD KAMDA Soreang 2016). Untuk coach kelompok adalah Sofia (Pend. Manajemen Bisnis 2015) yang adalah dirjen pengembangan dari BEM REMA UPI. Sesi coaching ini adalah perkenalan dan pembahasan tentang pemuda dan 4 pilar kebangsaan.
Sesudah Coaching ada pematerian tentang pemuda dan 4 pilar kebangsaan yang di sampaikan oleh Dr. Al Muzzammil Yusuf, Anggota DPR RI. 4 Pilar kebangsaan yaitu : UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tungga Ika. Selain itu beliau membahas tentang Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 dan Negara Hukum. Ada 5 ciri Negara hukum yaitu : Supremacy of Law, Equality Before The law, Due Process of Law, Peradilan Bebas Merdeka, dan Menjunjung tinggi HAM.
Setelah itu ada coaching lagi tentang organisasi BEM REMA UPI, dan dilanjut dengan pematerian “REMA UPI Sebagai Organisasi Strategis UPI” yang disampaikan oleh Kang Junai, Kang Sandi Irawan, dan Kang M. Ghurfon S . Di pematerian ini membahasa tentang REMA UPI yang merupakan organisasi struktural atau setara dengan rektorat. REMA UPI terdiri dari 3 badan yaitu BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa). BEM REMA mempunyai sub organisasi yaitu organisasi tingkat fakultas dan jurusan/department. DPM REMA mempunyai tugas untuk mengawas dan memberi rekomendasi terhadap BEM REMA. DPM REMA mempunyai tugas membuat undang-undang, salah satunya undang-undang pengkaderan dan undang-undang P2M. MPM merupakan organisasi yang terdiri dari para ketua umum organisasi tingkat fakultas, department/jurusan dan para ketua umum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di UPI.
Sesudah materi tentang REMA UPI adalah makan malam (dengan nasi, capcay, dan telur) lalu diskusi kelompok tentang penampilan seni. Selanjutnya ada coaching lagi tentang masalah kampus di UPI.
Setelah coaching ada pematerian tentang Problematika Kampus UPI yang disampaikan oleh Firndo Fitrian, Fauzan Irfan, dan Firda Ayu Lestari. Ada 5 masalah utama di UPI yaitu : UKT (Uang Kuliah Tunggal), IUK (Iuran Uang Kemahasiswaan), PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbada Hukum), MWA (Majelis Walis Amanat), dan Fasilitas di kampus daerah yang kurang memadai. Sesudah pematerian ada diskusi dengan kelompok besar lalu ada simulasi aksi bagaimana cara lobbying dan advokasi dengan rektor tentang masalah kampus.
Simulasi merupakan agenda terakhir hari ini. Sekitar jam 12 malam kami pergi ke barak untuk tidur. Keadaan di dalam barak kosong layaknya aula tidak ada ranjang dan lemari, kami tidur hanya dengan matras dan sleeping bag.

~Hari Kedua (Jumat, 10 Mei 2018)~
Hari kedua kami dibangunkan sekitar jam 4.30 pagi untuk melaksanakan shalat subuh. Sesudahnya kami kembali ke barak untuk berganti pakaian dengan pakaian olahraga karena kami akan melaksanakan olahraga.
Kami olahraga di lapang depan barak, instrukturnya merupakan anak FPOK UPI. Olahraga diawali dengan pemanasan, lalu dilanjutkan dengan lari keliling lapangan dan game mencari pasangan sesuai jumlah peluit. Jika peluit ditiup 3 kali maka harus berkumpul 3 orang, dan jika peluit ditiup 4 kali maka harus berkumpul 4 orang, dan seterusnya. Ada hukuman bagi kelompok yang tidak mencapai jumlah yang telah ditetapkan, yaitu push up sebanyak 10 kali. Sesudahnya laki-laki dan perempuan dipisah karena berbeda game. Laki-laki bermain tarik tambang dan perempuan bermain catch me if you can. Sama seperti sebelumnya, yang kalah mendapat hukuman, hukuman kali ini adalah push up ditambah menggendong temannya sejauh setengah lapangan, namun hukumannya khusus laki-laki karena di game perempuan tidak ada yang kalah ataupun menang.
Sesudah olahraga kami pergi mandi. Di area kamar mandi ada shower rusak dan bilik kamar mandi dengan pintu yang rusak, selain itu ada bak besar tanpa air dengan gayung di luar. Karena yang bisa digunakan hanya bilik kamar mandi, kami jadinya mandi disana. Kami harus mengangkat pintu yang rusak untuk menutup kamar mandi, itupun tidak tertutup sempurna. Dan air disana kotor. Seriously I paid Rp 110.000 for this ? For that barack and the bathroom ? I think I could get more than this.
Sesudah mandi kami sarapan di depan barang dengan nasi kuning. Ada ice breaking sebelum kami sarapan yaitu bermain game panggil nama teman.  Setelah sarapan kami pergi ke aula untuk pematerian. Pematerinya adalah Hamda Ardiansyah, mantan presiden REMA UPI, materinya tentang Masalah Kampus & Advokasi. Beliau bercerita tentang masalah kampus, cara mengadvokasi, dan tipe mahasiswa. Ada 2 tipe yang tidak aktif di isu kampus yaitu : (1) Mahasiswa yang tidak tahu, dan (2) mahasiswa yang tidak mau tahu.
Coaching + Olahraga
Selanjutnya ada sesi coaching, di sesi coaching ini kami mengobrol tentang analisis kebijakan publik. Sesudah coaching ada pematerian tentang analisis kebijakan publik yang disampaikan oleh Andi Rahmat, mantan anggota DPR RI. Kebijakan publik merupakan kebijakan yang berlaku luas dan memiliki 3 unsur yaitu : Sumber Legimitasi Kebijakan, Alat Kebijakan, dan Dampak kebijakan.
Sesudah pematerian laki-laki kembali ke barak untuk persiapan shalat Jumat dan perempuan tetap di aula untuk keputrian. Jarak dari barak/aula ke masjid terdekat sangatlah jauh, sekitar 2-3 KM, atau kira-kira seperti jarak Kampus UPI Bumi Siliwangi ke Borma Setiabudi.
Setelah shalat Jumat selesai kami makan siang dengan nasi, tempe pedas, dan sayur toge. Dilanjut dengan diskusi penampilan kelompok sekitar 10 menit, dan sesudahnya kami ada pematerian lagi tentang Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Pemerintah, yang disampaikan oleh Retas Amjad, dan Fajar Abdulah Azam.
Sesudah pematerian, dari 10 kelompok kami dibagi menjadi 4 fraksi. 4 Fraksi ini akan digunakan dalam pemilihan ketua angkatan ULC 2018. Setiap fraksi mencalonkan 2 orang calon ketua angkatan. Dan fungsi dari ketua angkatan ini adalah untuk memimpin social project yang akan kami laksanakan setelah kegiatan ULC ini berakhir.
Setelah diskusi panjang dan mendapat 8 calon ketua angkatan, kegiatan dilanjutkan dengan pematerian Pendidikan Sebagai Kunci Kemajuan Bangsa, yang disampaikan oleh Andika Ramadhan Febriansyah. Beliau bercerita tentang pendidikan di berbagai belahan dunia seperti di Cuba, Korea Selatan, dan lain-lain. Beliaupun berkata bahwa guru di Indonesia tidak dihargai. Guru harus sejahtera dan dihargai sehingga guru tidak hanya mikirin perut (makan) tetapi juga berpikir bagaimana berinovasi dalam pendidikan.
Sesudah pematerian kami isoma. Kami makan malam dengan nasi, telur, dan tahu. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan diskusi perfraksi tentang social project. Setiap fraksi mengajukan social project yang nanti akan didiskusikan dan dimusyawarahkan untuk dipilih satu yang akan dijalani. Setelah diskusi lalu kami kembali ke barak sekitar pukul 10 malam untuk tidur.


Mohon maaf bila ada kesalahan nama

Kehidupan Kostku - Part 3 (Ketemu Online)

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in , ,


Sudah satu semester aku tinggal di kost, dan aku belum kenal satu tetanggapun. Aku hanya kenal Ibu dan Bapa Kostku, itupun nggak terlalu kenal. Aku sering melihat atau berpapasan dengan tetanggaku beberapa kali. Dan itu hanya berujung lihat-lihatan tanpa komunikasi, karena seringkali kita bertemu dalam posisi harus cepat ke kampus karena kuliah pagi.
Kadang sedih, ngerasa sendiri di kost. Tapi aku punya sisi dimana aku sulit untuk kenalan dengan orang baru tanpa suatu paksaan atau takdir, ya bisa dibilang introvert dengan sedikit anti sosial. Dalam setiap doaku, aku selalu berdoa "Ya Tuhan, perkenalkanlah aku dengan tetangga kostanku". Doa itu aku panjatkan setiap aku ibadah sejak aku mulai ngekost.
And then, a week before UAS semester 3. Pas aku lagi buru-buru ke kampus karena telat kuliah, nggak sengaja aku nabrak orang di tangga. Dia bilang "Maaf-maaf" terus langsung pergi ke atas, mugkin karena buru-buru. Dan bodohnya aku malah bengong di tangga sampai dia pergi, nggak bilang maaf atau apapun. Terus otak aku conect "Oh itu akang (kakak) yang di kamar sebelah aku, cuma kepisah tangga". Karena dia udah pergi, ya udah aku juga pergi langsung karena kuliah di mulai 10 menit lagi.
2 bulan berlalu, aku nggak pernah berpapasan dengan tetangga lagi. Dan akhir-akhir ini aku lagi menggunakan suatu "Chating Apps" , bisa dibilang ini applikasi buat orang-orang kesepian atau cari teman. Walau ya, aku nggak se-ngenes itu. Kadang applikasi ini juga nge-match kita dengan orang random, regardless it gender, sex, and race.
Lalu suatu malam, ada chat masuk. Di liat dari jaraknya dekat sekali, kurang dari 10 meter. Dia bilang “Dimana ? Kok deket banget, anak UPI ?” , terus aku jawab “Ya, aku di Geger Kalong Girang”, lalu dia membalas “Kost disana ? Saya ngekost di kost yang warna hijau”. Sesudah itu kami lanjut bercakap-cakap dan tukeran kontak Whatsapp.
Di Whatsapp kami mengobrol banyak dan janjian untuk meetup untuk ngobrol-ngobrol malam ini sekitar jam 9 malam karena dia ada kerja kelompok sebelumnya. Sembari nunggu dia, aku keluar nyari makan dan sempet liat bahwa kost berwarna hijau adalah gedung kost disebelahku.
Sekitar jam 9 malam aku sudah di kamar dan mendengar Ibu kost menyapa seseorang di Lantai 1, “Baru pulang ? Malam sekali” , “Ya Bu, baru pulang kerja kelompok” sahut seorang lelaki yang lalu dia naik keatas dan membuka suatu pintu kamar.  Beberapa saat kemudian ada chat masuk dari dia di whatsapps, “Jadi ngobrol-ngobrol ? saya sudah pulang” , “Wait, kost kamu berapa lantai ? soalnya tetangga aku juga baru balik” tanyaku, lalu dia menjawab “4 lantai”, “Kamu tinggal di lantai ?” tanyaku lagi, “Saya di lantai 2, kamar nomor 3 dekat tangga” jawabnya.
Aku sempet mikir, kost 4 lantai dengan kamar no. 3 deket tangga, cocok sekali dengan deskripsi kost aku. Aku lalu menjawab chat dia lagi “Jangan-jangan kita sekost” . Setelah mengirim chat tersebut aku lalu keluar dan mengunci kamar kostku lalu pergi ke kamar no.3 untuk memotret pintunya yang kemudian aku kirimkan ke dia. “Bangunan dan kamar yang ini bukan ?” tanyaku. “Wah sekost hahaha” jawabnya, lalu aku membalas “Pantes deket banget”. Memang dekat sekali kamarnya, hanya sekitar 1 meter dari kamarku.
Kemudian, aku mengetok pintu kamarnya, lalu kita mengobrol-ngobrol di kamar kostnya. Kita nggak pergi ngobrol di luar karena percuma, kita tinggal satu atap dan udah terlalu malas untuk pergi keluar. Aku ngobrol sama dia cukup lama sampai tengah malam. Dari obrolan kita aku baru tahu bahwa dia adalah mahasiswa S3 di UPI, dan lagi mengerjakan tesis. Oh ya nama dia Boy, dia berasal dari Palu, Sulawesi.
Akhirnya aku ada orang yang aku kenal di kost tetapi walau kenal kita nggak terlalu dekat karena sama-sama sibuk dan jarang di kost. Aku sesekali main ke kamarnya atau sebaliknya untuk ngobrol-ngobrol atau menghabiskan waktu bersama seperti mengerjakan tugas (yang tentu saja tugas kita sangat berbeda).

Dan beberapa minggu setelah aku kenal dengan Boy. Aku ngelihat akang yang dikamar no. 1 lagi packing dan pindahan, sepertinya dia pindah ke kamar no.7 (kamar ini dulunya kosong). Sehingga kamar no.1 jadi kosong. Dan aku nggak pernah melihat lagi penghuni dari kamar no.2 . Untuk akang di kamar B & D aku beberapa kali berpapasan tetapi tetap tidak ada interaksi, mungkin dilain waktu kita bisa berkenalan. Aku juga berpasasan dengan beberapa tetangga misterius yang lain, aku pikir aku perlu bersosialiasasi lebih banyak.

Kehidupan Kostku – Part 2 (Tetangga yang Individualis)

0

Posted by Muhammad Ryandi Adnan | Posted in , ,


Sudah beberapa bulan aku tinggal kost, pertanyaan yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan tetangga ? Apakah kamu bersosialiasi dengan mereka ?” Jawabannya bisa ya, bisa tidak.
Kostanku termasuk kostan homogen, dimana seluruh penghuninya (kecuali landlord) adalah laki-laki. Kostanku terdiri dari 4 lantai, ada 8 kamar bernomor dan 4 kamar tanpa nomor (yang biasanya aku sebut kamar A-D). Lantai 1 adalah kediaman landlord atau pemilik kost, lantai 2 terdiri dari 7 kamar, lantai 3 terdiri dari 3 kamar, dan lantai 4 terdiri dari 2 kamar. Setiap lantai memiliki 1 kamar mandi, dan beberapa kamar memiliki kamar mandi di dalam.
Lantai 1 merupakan lantai dimana landlord tinggal. Sebenarnya di lantai ini ada 2 kamar, namun diisi oleh kerabat dari landlord.
Lantai 2 terdiri dari kamar nomor 1-3 dan kamar A-D. Aku tinggal di lantai ini, dan aku tahu semua penghuni di lantai ini (tahu, bukan kenal). Lantai 2 juga merupakan lantai paling berisik selain lantai 1. Tentu saja semua yang tinggal di lantai atas, mau nggak mau harus melewati lantai ini. Lantai ini juga mempunyai jalur ke jemuran outdoor. Jemuran terletak di atas kamar A-D.
Lantai 3 terdiri dari 3 kamar, kamar nomor 4-6. Lantai ini merupakan lantai paling sepi, dan aku belum pernah sama sekali melihat penghuni dari kamar-kamar di lantai ini.
Lantai 4 terdiri dari 2 kamar, kamar nomor 7-8 . Di lantai ini ada jemuran indoor mini, dan juga satu kasur outdoor yang aku nggak tau kegunaannya apa. Aku pernah beberapa kali berpapasan dan bertemu dengan penghuni kamar lantai ini.
Suasana Lorong Kamar A-D
Semua penghuni di kostan ini adalah tipe orang yang individualis (termasuk aku), kami tidak saling kenal, mungkin beberapa ada yang saling kenal, tetapi tidak ada yang kenal dengan semua penghuni kecuali landlord. Jika ada di dalam kamar, kami semua menutup pintu, kecuali jika ada tamu atau teman berkunjung makan pintu kamar akan dibuka sedikit. Hal inilah yang mungkin jadi salah satu alasan kenapa kami tidak saling mengenal.
Sebenarnya aku mau banget kenal sama mereka, tetapi tidak ada usaha dari kedua belah pihak. Aku tipe orang Introvert dan sedikit anti sosial, aku sangat susah untuk memulai hubungan atau percakapan duluan. Dan aku sering merasa kurang nyaman dengan orang asing.
Mungkin kalian berpikir kenapa nggak dicoba ? Aku udah coba tetapi itu merupakan salah satu hal paling sulit untuk dilakukan. Dan beberapa dari mereka kebannyakan saat aku pergi ke kampus, mereka belum bangun. Saat aku mau tidur mereka baru pulang. Jadi, schedulle juga jadi problem aku buat kenalan. Aku beberapa kali berpapasan dengan salah satu dari mereka, tetapi kami hanya lewat tanpa melakukan interaksi apapun.
Dibawah ini aku melampirkan beberapa ciri-ciri tetanggaku, masih merupakan hipotesis karena aku belum mengenal mereka :

~Penghuni Kamar Nomor 1~
Dia mungkin maru, tingginya sekitar 170 cm dan berkumis tipis. Pemain Mobile Legend , kadang suka berisik kalau main Mobile Legend. Punya teman dekat yang tinggal di lantai atas. Punya kipas angin dan suka berpakaian pendek (apa dia nggak kedinginan ?). Orang yang paling sering ‘Open Door’ dibanding penghuni lain di lantai 2.
~Penghuni Kamar Nomor 2~
Merupakan orang asing atau Foreign berkulit hitam, badannya tinggi besar. Aku tidak tau dia berasal dari negara mana, tetapi dia lumayan fasih berbicara Bahasa Indonesia, mungkin dia mahasiswa asing. Dia seorang muslim, karena aku pernah berpapasan dengan dia di masjid. Terkadang malam-malam dia menelepon sesorang dengan bahasa asing yang aku tak mengerti.
~Penghuni Kamar Nomor 3~
Namanya Boy, anak S3 UPI, mungkin dia orang yang literary aku kenal di kost, selain landlord. Di berasal dari Palu, Sulawesi. Kelahiran tahun 1995 , cukup muda untuk seorang mahasiswa S3. Tingginya sekitar 175 cm dan lumayan kurus. Uniknya aku kenal dia secara online, bukan dari real life.

~Penghuni Kamar A~
It is my room, what do you want to know about me ?
~Penghuni Kamar B~
Penghuni kamar di depan kamar aku. Kalau nggak salah namanya Ardi (Aku dengar waktu dia ngobrol). Orang Jawa, bisa aku dengar dari logat dan cara bicaranya. Tingginya sekitar 170 cm dan memakai kacamata. Dia pandai bermain gitar. Dia kadang suka keluar malam, diatas jam 9 malam, kadang sendiri atau sama temannya di jemput. Dia juga punya motor. Walau jarak kamar kita mungkin hanya sekitar 60 cm, kita belum pernah berkomunikasi sama sekali.
~Penghuni Kamar C~
Penghuni kamar ini adalah Pa Boriel, bapa kostku, kadang kepokannya juga suka berada di kamar ini.
~Penghuni Kamar D~
Penguni kamar ini namanya “…Nang…” , aku nggak tau nama lengkapnya, namun, temannya suka memanggil dia dengan panggilan “Nang” Tingginya sekitar 170 cm dan dia anak UPI, karena aku pernah dengar dia ngobrol tentang BAQI (UKM membaca quran di UPI). Dan dia juga anak theater.

~Tetangga Misterius 1~
Tetangga misterius pertama adalah teman dekat dari penghuni kamar nomor 1, kemungkinan dia tinggal di kamar nomor 8 (lantai 4).
~Tetangga Misterius 2~
Tetangga misterius yang kedua pernah aku temui saat dia sedang pindahan, dan dia membawa TV. Tetapi kita tidak sempat berkomunikasi karena saat itu aku sedang buru-buru mau pelatihan pemandu MOKAKU. Kemungkinan dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 3~
Tetangga misterius yang ketiga tidak pernah aku liat wujudnya. Satu hal yang aku tau dia anak PSM UPI (Paduan Suara Mahasiswa UPI), karena aku pernah dengar percakapan dia dari dalam kamarku tentang dia baru pulang latihan PSM, dan temannya di PSM mempunyai pacar di kostanku.Kemungkinan dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 4~
            Tetangga misterius keempat merupakan pacar dari temannya tetangga misterius 3. Dia kemungkinan besar tinggal di lantai 2, tapi bisa saja dia tinggal di lantai 3 atau 4.
~Tetangga Misterius 5~
            Tetangga misterius kelima namanya Agung. Aku belum pernah liat wujudnya, tetapi pernah dipanggil Ibu Kost saat menagih uang listrik. Dia tinggal di lantai 3.
~Tetangga Misterius 6~
            Tetangga misterius kelima namanya Ran. Aku nggak tau dia siapa, tetapi aku pernah melihat sebuah kerta berisi nama ini di tong sampah. Kemungkinan tinggal di lantai 2.


Itulah tetangga-tetangga kost yang aku ketahui, semoga kedepannya aku bisa kenal dan lebih banyak bersosialisasi dengan mereka. Dan informasi soal tetangga belum tentu 100% benar, karena masih merupakan opini pribadi aku. Tentang tetangga misterius, bisa saja beberapa dari mereka adalah orang yang sama, maksudku seperti tentangga misterius 4, bisa saja dia salah satu dari penghuni kamar 1-3 atau B-D.